@ovr_sleepers@NUCreativeMedia Izin update kak, hasil rukyat terbaru hari ini, rukyat 29 Muharram 1448H di bukit Balai Rukyatul Hilal NU bukit Condrodipo, Gresik.
@ovr_sleepers@frandhoni_@NUCreativeMedia Sebagai lulusan sarjana Ilmu Falak, temen saya juga banyak yang Muhammadiyah, kita saling respect dan tidak tertutup untuk diskusi. Tapi kalau memang ada hal-hal yang berbeda dan tidak bisa disamakan, kita saling menghormati perbedaan itu. Bahkan dengan dosen, kami juga begitu.
@ovr_sleepers@frandhoni_@NUCreativeMedia Muhammadiyah sendiri dari tahun ke tahun juga sudah beberapa kali berubah kriteria, dari sebelumnya wujudul hilal, sekarang sudah tidak menggunakan kriteria itu lagi pada KHGT. Kalau di NU jelas yang digunakan hasil Rukyat. Lalu yang sejatinya pasti siapa?
@ovr_sleepers@frandhoni_@NUCreativeMedia Satu hal lagi yang perlu jadi perhatian, bahwa peredaran bulan itu dinamis, dimungkinkan ada faktor luar yang menyebabkan perubahan & berpengaruh sama hasil hisab. Maka dari itu Rukyat sangat perlu dilakukan untuk penetapan, sebab sejatinya sepasti-pastinya hisab itu tidak pasti
@frandhoni_@ovr_sleepers@NUCreativeMedia Hasil ijtihad ulama' ahli Falak seperti itu kak, tapi bukan berarti kita tidak berpatokan sama Rukyat. Pada dasarnya hasil tersebut diambil untuk kemaslahatan dan agar tidak bertentangan dengan dasar hadist tentang rukyat yang ada.
@ovr_sleepers@frandhoni_@NUCreativeMedia Coba kakak baca dan pahami lagi nggih. Patokannya kan tetap posisi hilal setelah Ijtima' dan sebelum ghurub/Maghrib. Kita bakal selalu melakukan rukyat, tp berdasarkan evaluasi beberapa hasil rukyat yang bukan cuma di Indonesia. Maka disepakati hasil ijtihad tersebut.
@frandhoni_@ovr_sleepers@NUCreativeMedia jika elongasi sudah mencapai 9,9 derajat, meskipun hilal tidak terlihat, sudah bisa ditetapkan untuk masuk bulan berikutnya. Hal ini untuk mencegah agar usia bulan berikutnya tidak 28 hari jika diberlakukan istikmal.
Penjelasannya panjang, mungkin abang bisa baca-baca sendiri.
@ghozyulhaq Lalu kenapa pakai Rukyat? Ibaratkan urutan penelitian yang sistematis, 1. Pendahuluan- rumusan masalah & tujuan penelitian: Kenapa diperlukan penentuan awal bulan?, 2. Hipotesis: dilakukan perhitungan untuk menentukan Ijtima' awal bulan, 3. Metode penelitian: Hisab posisi bulan
@ovr_sleepers@NUCreativeMedia Izin kak, kami paham. laporan kami secara tertulis dan dibukukan. Kebetulan bukunya ada dibalai rukyat, untuk contoh kami sampaikan gambar tersebut & kebetulan yang saya simpan hasil rukyat terakhir.