Kemarin malam, saya coba mencari pidato Ho Chi Minh langsung ketika ia mendapat Doktor Honoris Causa dari Universitas Padjadjaran. Setelah ngubek2 web arsip Vietnam, saya menemukannya. Pidato ini awalnya dimuat oleh koran Nhân Dân no. 1817 tanggal 6 Maret 1959.
Sebuah uraian yg menarik oleh pak Gita Wirjawan.
Di tiongkok ada orang IQ 140 jago fisika murni tapi nggak bisa ngomong.
Yang kedua IQnya 78,49 jago joget di tiktok.
Di Tiongkok yang pasti terpilih untuk posisi kepemimpinan adalah yg pertama, nggak ada kesempatan buat yang kedua.
Tapi sayangnya demokrasi sekarang lebih tergugah oleh hal-hal yg sensasional dan festival. Sehingga orang yang jago joget dengan IQ 78 bisa terpilih
Let's him cook Mr Gita Wirjawan
29 Juli 1998, demonstrasi kelompok Islam menuntut pencabutan asas tunggal Pancasila.
Setelah jatuhnya Soeharto, masyarakat kembali menuntut kebebasan ideologi untuk parpol dan ormas. Pada awal 1999 akhirnya asas tunggal Pancasila dihapuskan.
Pancasila dikembalikan fungsinya sebagai konsensus dasar bernegara, bukan alat kontrol penguasa.
📷 PJ Leo / AFP
Kajian Michael Bodden: Karya-karya Cukil Kayu Lekra Awal 1960-an *Lekra Woodcuts in the Early 1960s: Socialist Realism, National Culture, and Cosmopolitan Patriots https://t.co/LIVWtOn3Zp @pribumi_merah
lately lagi gabut suka nontonin video kampanye caleg2 malaysia yang dapilnya di wilayah2 mayoritas keturunan jawa.
gemes bgt blusukannya pake bahasa jawa juga huahahah. koyo ndeloki caleg dapil trenggalek blusukan.
"Kabut Putih" dari Paduan Suara Dialita (paduan suara penyintas genosida 65) dinyanyikan di New York oleh Democratic Socialists of America Choir.
Lagu ini ditulis oleh Ibu Zubaidah Nungtijk di Kamp Plantungan. Ia ditahan di kamp tersebut hingga berusia 60 tahun. https://t.co/jhxOVW4Cwm
Islamisme & Komunisme — Haji Misbach
Tahun: 1925
Format: EPUB
Total kata: 6.817 kata
Estimasi baca: 34 menit
Kategori: Agama, Filsafat, Ilmu Politik
Berdasarkan arsip dari:
https://t.co/Ft7Cgv9ZDO
Baca dan unduh gratis di:
https://t.co/qMcmutie5p
Mewarisi gen kapiten KNIL yang memerangi Diponegoro, anak kandung dari tokoh PRRI, bahkan masa kecilnya pun banyak dihabiskan di luar negeri. Eh... sekarang dengan gampangnya nyebut wartawan, jurnalis, pengamat, LSM sebagai "Londo Ireng". Ndasmuu ndasmuu 😂😂
Waktu ke posyandu bawa anakku yg 3 bulan, aku ditanya sama salah satu ibu ibu yg ada di situ. 🐯: petugas posyandu 👸🏻: aku
🐯: bu kb ga?
👸🏻: kb bu
🐯: apa?
👸🏻: saya saat ini kb kndm bu
🐯: loh bu gimana si itu bukan kb bu
👸🏻: bu maaf saya sudah pelajari beberapa metode kb bu. Untuk saat ini saya pilih kndm dulu bu. Kndm jg kan salah satu metode kb
🐯: kata siapa bu? Ibu bljr darimna?
👸🏻: saat kuliah bu, saya lulusan keperawatan bu. Saat ini sedang bekerja di rs ***
Ibu nya langsung diem seribu bahasa🤣
cc: unic_orn3973
WKWKWKWK
- kabar cuma dari ss medsos
- reduksi kerja LBH yg puluhan jam standby + dihalang-halangin (cek akun LBH Jakarta buat kronologi lengkap)
- dikasih tau kalo gk bebas, tapi tetep tersangka meski gk ditahan (wajib lapor) malah batu
Gini amat nyari duit
Pukimak betul kalian ini. Berkelahi dan saling mempermalukan satu sama kalian lalu cipokan didepan kami. Besok-besok jangan lagi gunakan kalimat ‘Kita ini negara hukum’. Kalian menunjukkan ini bukan negara hukum tp ini negara milik nenek klean.
@dallaballer Sy kira tulisan Aidit ini adalah respon atas menguatnya faksi anti-kom macam nasution di TNI pasca Madiun. Apalagi di tahun 51 ini rezim juga makin waspada terhadap gerakan kiri. Terbukti dgn terjadinya penangkapan ribuan orang kiri di bulan Agustus 51 (Razia Agustus).
Gak ada yang lebih ironis dari kisah Prof. Bambang Hero Saharjo. Ilmuwan yang berjuang nyelametin hutan Indonesia dari kebakaran, malah digugat Rp510 Miliar di negeri sendiri oleh korporat sawit.
Tahun 2018, dosen IPB ini dituntut dengan angka fantastis itu cuma karena beliau jadi saksi ahli KLHK buat ngebongkar kasus pembakaran hutan di Riau. Analisis ilmiahnya yang akurat malah dibalas teror hukum yang nyaris ngehancurin kariernya.
Tapi plot twist-nya bikin nampar muka hukum kita: Di saat dalam negeri beliau ditekan habis-habisan, tahun 2019 lembaga internasional di London, Inggris, justru menganugerahi beliau John Maddox Prize—salah satu penghargaan tertinggi buat ilmuwan paling berani di dunia.
Bukti nyata kalau di negeri ini, jujur dan pakai ilmu buat bela alam itu taruhannya bisa miskin tujuh turunan digugat mafia.
Anaknya Sayuti Melik nikah sama anaknya Agus Salim. Nama ortu mereka diabadikan jadi nama jalan besar. Jalan rumahnya orang-orang kaya.
Tapi lihatlah, mereka hidup sangat sederhana di Bekasi.