Pas ku bilang "terima kasih ya"
Apa mngkn ak salah dengar, tp kyk ada suara kecil "aku yg harusnya makasih"
Tpi aku jg kyknya jawab dlm hati "nggaa aku yg makasih..."
...
Ah, it must be the wind...
Yesterday I told my therapist I couldn't move on.
She handed me a journal and said,
“If someone's no longer in your life but still takes up space in your thoughts, these 10 questions will help you understand why your heart keeps going back to a chapter that has already ended.”
Here they are: 1/2
"Perasaan itu seperti tamu. Semakin kita menolaknya, semakin kita menutup rapat pintu rumah kita, semakin keras juga dia mengetuk pintunya.
Seperti kita saat bertamu tidak dibukain pintu pdhl tau ada orang di dalam, menyebalkan bukan?"
Okelah bahwa perasaan harus divalidasi, dipahami, dan diterima sebagai tamu.
Tapi yang susah,
Gimana bisa tahu perasaan yang datang saat pikiran bahkan lagi kosong?
Pada intinya, semua hanyalah pemaknaan..
Apapun yg membuat keyakinanmu kuat,
Bahwa ini adalah pertolongannya.
Maknailah
Tidak ada yang salah dan benar,
"Siapa tahu aku masih suka berdosa karena tuhan masih ingin menolongku"
Maknailah..
Akhir bulann dia tidak main, mngkin sibuk tutp buku..
Teringat bulan kmarin sehari sblm tutup buku dia latian kaki dn pertama kli coba BSS.. lusanya dia cerita susah jlan pke hak tinggi hhh