Demo paling damai sepanjang sejarah. Bahkan rumput pun tidak di injak apalagi membuang sampah sembarangan dan mereka juga punya team bersih² tanpa harus merepotkan pemda.
Pertanyaan kemana mereka sekarang, kenapa mereka tidak bersuara?
Jawabannya
1. Dulu Saat mereka turun kalian bully
2. Saat ormas mereka di bubarkan kalian menari nari
3. Saat beliau di kriminalisasi kalian bertepuk tangan
Lalu kalian berharap mereka turun? Coba cek kewarasan kalian wak.
Ini saatnya bukan lagi mereka yang harus turun. Tapi kita.
Mana akademis pengkritik pemerintah?
Mana kabinet bayangan? Kenapa tidak pimpin langsung aksi ini supaya jelas arahnya dan tidak ada dugaan tunggang menunggangi.
Menunggu para kabinet bayangan ambil alih komando demo ini. Berani atau tidak!!!
Aliansi Masyarakat Lampung Bersatu Siap Bergabung Dengan
Aliansi Masyarakat Pati Bersatu Untuk Menghadiri Demo Besar Besaran Didepan Gedung DPR RI tanggal 27 Agustus 2026
Dengan Tuntutan:
1 Hukum Mati Koruptor
2 Perampasan Aset Koruptor
🚨BANTEN MERAPAT, GELOMBANG RAKYAT MENGUAT ✊
Massa Banten resmi merapat untuk aksi AMPB pada 27 Agustus.
Kehadiran lintas daerah menjadi denyut nurani yang menolak diam di hadapan ketidakadilan.
Tuntutan tegas bagi koruptor menyalakan api kesadaran bersama bahwa korupsi adalah pengkhianatan terhadap rakyat.
Dari Banten hingga Pati, langkah yang terpisah menjelma gelombang suara yang meluas, membawa harapan akan hukum yang adil.
Awas awasin guys..
Yg mau turun Di aksi demo 27 Agustus..
Warga jaga warga
Jan smp ada provokator yg menyusup & mengacaukan aksi ini..
Tetap waspada & stay safe.
🙏🏻🔥
Panjang umur perjuangan
🚨 UPDATE:
SITUASI DEPAN GEDUNG DPR/MPR RI - 19.31 WIB
Logistik untuk massa aksi mulai diamankan di sekitar lokasi.
Sejumlah pengemudi ojol bersama warga turut berjaga dan memastikan kebutuhan logistik tetap terjaga.
Solidaritas antarelemen masyarakat terlihat di tengah persiapan aksi 27 Agustus.
📹riskasha
KECAM KERAS REPRESI LOGISTIK! APARAT SEHARUSNYA MENGAYOMI, BUKAN MERAMPAS! 🚨
Rabu, 26 Agustus 2026
Situasi mengkhawatirkan terjadi di depan Gedung DPR RI malam ini. Dugaan tindakan intimidasi dan perampasan secara paksa terhadap logistik milik peserta aksi yang disiapkan untuk penyampaian aspirasi besok, Kamis 27 Agustus 2026, memicu gelombang kecaman publik.
Berikut poin-poin penyataan sikap dan kondisi terkini wak.
📍 Perampasan Logistik & Intimidasi
• Terjadi upaya pemaksaan serta penghalangan distribusi logistik (makanan, minuman, perlengkapan medis) bagi peserta aksi yang mulai melakukan konsolidasi di sekitar lokasi.
• Tindakan ini dinilai sebagai bentuk represi sistematis untuk menggembosi semangat dan kesiapan fisik warga yang akan menyampaikan hak konstitusionalnya.
📍 Kecaman Terhadap Oknum Aparat
• Pernyataan tegas mengecam keras tindakan represif dan kesewenang-wenangan aparat di lapangan.
• Tugas utama polisi adalah mengayomi, melindungi, dan melayani masyarakat, bukan malah berbuat intimidatif serta tidak sadar diri bahwa gaji dan fasilitas mereka dibiayai oleh uang rakyat!
📍 Imbauan Kesiapsiagaan Masa Aksi 27 Agustus
• Tetap Tenang & Waspada: Jaga konsolidasi malam ini agar tidak mudah terpancing provokasi.
• Dokumentasikan Setiap Tindakan: Catat nama, satuan, dan ambil bukti rekaman jika terjadi tindakan represif atau perampasan ilegal.
• Rapatkan Barisan: Saling jaga antar sesama elemen mahasiswa, buruh, dan masyarakat sipil.
Rakyat tidak akan mundur hanya karena logistiknya diganggu! Panjang umur perjuangan!
DOKTER TIFA SANG TERDAKWA
Bismillahirrahmanirrahiim.
Besok, Kamis, 27 Agustus 2026, saya akan kembali datang ke Pengadilan Negeri Jakarta Timur.
Saya akan kembali memasuki ruang sidang. Kembali duduk di kursi yang sama.
Kursi terdakwa.
Seakan-akan Sidang Pengadilan tanggal 22 Juli 2026 tidak pernah terjadi. Seakan-akan tidak pernah dibacakan sebuah putusan sela yang, dalam pemahaman dan posisi hukum saya, telah menyatakan perkara terhadap saya batal demi hukum.
Namun besok saya datang.
Saya datang untuk menyaksikan sejarah bekerja. Karena sejak perkara ini dimulai, saya menyadari satu hal: Negara mungkin dapat menentukan di kursi mana tubuh saya harus duduk. Tetapi negara tidak dapat menentukan dari posisi intelektual mana pikiran saya berdiri.
Saat persidangan dimulai, selain menjadi terdakwa, saya juga menjadi saksi.
Saksi dari sebuah zaman.
Saya bersaksi bagaimana seseorang dalam waktu 480 hari, mengalami perubahan status diri:
dari seorang warga negara biasa, menjadi terlapor, menjadi tersangka, dan kemudian menjadi terdakwa.
Saya menyaksikan bagaimana hukum mempunyai bahasa, ritme, prosedur, institusi, dan kekuasaannya sendiri.
Saya menyaksikan bagaimana media membangun realitas kedua di luar ruang sidang.
Saya menyaksikan bagaimana masyarakat membentuk pengadilan ketiganya sendiri di ruang digital.
Dan sekarang saya berdiri tepat di persimpangan ketiganya:
pengadilan hukum,
pengadilan opini publik,
dan pengadilan sejarah.
Yang pertama menentukan perkara. Yang kedua menentukan persepsi. Tetapi yang terakhir,
menentukan bagaimana semuanya akan dikenang.
Karena itulah besok saya akan datang ke Pengadilan Negeri Jakarta Timur.
Saya akan berjalan masuk.
Saya akan duduk kembali di kursi terdakwa.
Tetapi kali ini saya memahami sesuatu yang sebelumnya mungkin belum sepenuhnya saya pahami.
Kursi itu tidak mendefinisikan saya.
Ia hanya menentukan posisi tubuh saya di sebuah ruangan.
Pikiran saya tetap bebas untuk mengamati.
Ilmu saya tetap bebas untuk menguji.
Kesadaran saya tetap bebas untuk mencatat.
Dan suara saya tetap bebas untuk meninggalkan kesaksian kepada zaman.
Maka apabila besok seseorang melihat saya duduk di sana, jangan hanya melihat seorang perempuan di kursi terdakwa.
Lihatlah empat sosok sekaligus:
Terdakwa yang menghadapi tuntutan.
Ilmuwan yang menguji bukti.
Pemikir yang membaca fenomena di balik peristiwa
Saksi yang mencatat semuanya untuk sejarah.
Saya tidak tahu bagaimana seluruh perjalanan ini akan berakhir.
Tetapi saya tahu bagaimana saya memilih menjalaninya:
dengan kepala tegak,
dengan pikiran tetap merdeka,
dan dengan keberanian untuk menyaksikan semuanya sampai akhir.
Karena kekuasaan mungkin mampu menentukan tempat seseorang berdiri.
Hukum mungkin mampu memanggil seseorang sebagai terdakwa.
Media mungkin mampu memberi seseorang berbagai atribusi.
Tetapi ada satu wilayah yang jauh lebih sulit dikuasai:
kesadaran manusia yang memiliki kehendak untuk tetap berpikir.
Besok, 27 Agustus 2026,
saya datang kembali.
Bukan hanya untuk menghadapi sebuah perkara.
Saya datang untuk mencatat sebuah zaman.
Hasbunallah wanikmal wakil
Nikmal maula wanikman nashir.
La haula wala quwwata illa billah.
Catatan Dokter Tifa
Jakarta, 26 Agustus 2026
::
Beginilah jk peremPUAN yg jd tumPUAN sbg wakil rakyat tapi ga punya kemamPUAN.
Gaji dinaikkan joget, giliran negara butuh dana malah membantu menekan pajak rakyat.
Lo wakil rakyat apa Debt Kolektor, cuk
*Wajar dr. Lita Gading marah mewakili rakyat akal sehat.
#PuanPekok
••
::
Beginilah jk peremPUAN yg jd tumPUAN sbg wakil rakyat tapi ga punya kemamPUAN.
Gaji dinaikkan joget, giliran negara butuh dana malah membantu menekan pajak rakyat.
Lo wakil rakyat apa Debt Kolektor, cuk
*Wajar dr. Lita Gading marah mewakili rakyat akal sehat.
#PuanPekok
••
📌TANPA PANGGUNG, SUARA RAKYAT MENYATU 🤗
Kehadiran Tim AMPB Pati melebur bersama warga yang merasa terwakili.
Tanpa panggung, tanpa jarak, ia hadir sebagai jembatan bagi suara-suara menuju satu momentum.
Momen sederhana, namun menyimpan makna: keresahan adalah benih di tanah yang sama.
Ketika berbagai elemen duduk bersama, perbedaan luruh dan kesadaran menemukan jalannya.
Dari keberagaman, solidaritas terikat. Dari kebersamaan, nyala harapan menjalar-menyambut 27 Agustus.
📹dhiwaeka
Rasain loe!!
Kena tampol ga tuh...
Mana nih suara Eki Pitung 🤣
"Loe itu penjilat, penjilat, loe itu cm pengin numpang viral!!"
Dikira, gosah sok2an mewakili warga Jakarta.. kek ente yg punya Jakarta aja, ente siapa?! 😏
Sekali penjilat tetep penjilat!!
Tidak merdeka!!
🤪
❤️TERIMA KASIH, BALIKPAPAN!🙏
Menjelang 27 Agustus, warga Balikpapan mengirimkan dukungan bagi relawan di garda depan.
Kini estafet solidaritas berlanjut. Setiap bantuan adalah nyala, setiap kepedulian adalah pesan bahwa AMPB dan warga Pati tidak sendiri.
Dari pelosok negeri, mari saling menguatkan. Bersama, suara rakyat akan terus bergema.✊
Orang seperti ini yang kalian ikuti?
Apa yang mau kalian harapkan sama biawak ini we?
Sadar kalian sebelum lebih jauh dibodohi bodoh orang bodoh😭😭😭
Awak pikir penggerak aksi ini orang yang yang intelektual dan bisa berpikir secara logika ternyata biawak 🤣😭🙏