Bapak tua di ujung kampungku meninggal Selasa subuh. Tinggal sendirian belasan tahun, anaknya kerja di luar negeri, istrinya udah lama nggak ada.
Pas jenazahnya selesai dimandiin, yang ada di rumah itu cuma tiga orang. Pak RT, tetangga sebelah, sama tukang gali kubur.
Kain kafan udah siap. Keranda nunggu di halaman. Nggak ada yang bisa gotong.
Pak RT nulis satu pesan di grup WhatsApp kampung. Nggak panjang.
"Pak Sarno meninggal. Yang bisa bantu gotong, saya tunggu di rumah beliau."
Dia sendiri nggak yakin bakal ada yang dateng. Hari kerja, jam tujuh pagi, dan hampir nggak ada warga yang kenal Pak Sarno lebih dari sekadar kakek yang duduk di teras tiap sore.
Setengah jam kemudian, halaman rumah itu penuh.
Tukang bangunan dari proyek sebelah ijin setengah jam sama mandornya. Ibu-ibu warung tutup lapak. Anak-anak SMA yang harusnya berangkat sekolah ikut berdiri di barisan belakang.
Yang gotong keranda sampe gantian empat rombongan, gara-gara kebanyakan yang mau.
Waktu diturunin ke liang, yang ngelilingin kuburan lebih dari seratus orang. Nggak ada satu pun yang bisa cerita banyak soal beliau.
Anaknya baru nyampe tiga hari kemudian. Dia nangis pas dikasih liat fotonya, bukan karena bapaknya pergi, tapi karena nggak nyangka sebanyak itu yang nganter.
Kadang orang baru tau dia punya banyak tetangga justru pas dia udah nggak bisa liat sendiri.
Darmin, Bima
cc wnmei_at
COBA ABSEN: WARGA CIPONDOH YANG SEMALEM TIDURNYA DIGANGGU MBAK KUNTI? ๐ญ๐ป
โHari Kamis kemarin, warga Gang Anggrek, Cipondoh, Kota Tangerang fix kena prank mistis massal. Alih-alih tidur nyenyak demi nyari nafkah paginya, warga malah dipaksa dengerin "konser" suara ketawa melengking alias cicikan khas Mbak Kunti mulai jam 2 pagi sampai jam 4 subuh!
๐จ ALERTA ๐จ
Kami baru saja mendapat info, bahwa ada salah satu massa aksi yang ditembak secara brutal oleh polisi biadab, di wilayah Jatinegara, Jakarta Timur. Setelah jatuh pun, korban masih dipukuli.
Polisi emang gak pernah bosan untuk mencoba membunuh warga sipil!