Guys ini berita yang kedengarannya membosankan tapi dampaknya ke kantong lo lebih nyata dari yang lo kira.
Menteri Keuangan kita baru bilang pemerintah sedang mempertimbangkan untuk melebarkan defisit APBN di atas 3 persen.
Gw jelasin dulu apa artinya buat lo yang gatau
Defisit APBN itu artinya pengeluaran pemerintah lebih besar dari pemasukannya.
Selisihnya ditutup dengan utang.
Selama ini batas defisit Indonesia adalah 3 persen dari PDB.
Itu aturan yang sudah lama jadi pegangan.
Semacam garis merah yang tidak boleh dilewati karena kalau dilewati lembaga pemeringkat internasional bisa kasih nilai negatif ke Indonesia.
Dan nilai negatif itu artinya investor kabur.
Rupiah melemah.
Bunga utang naik.
Yang ujungnya rakyat biasa yang bayar lewat inflasi.
Sekarang pemerintah sedang pikir pikir untuk lewatin garis itu.
Kenapa?
Karena harga minyak dunia sedang meledak akibat konflik Iran.
Senin lalu minyak Brent sempat menyentuh 119 dolar per barel tertinggi sejak 2022.
Kemarin naik lagi ke 100 dolar lebih.
Dan Indonesia adalah negara importir minyak.
Setiap kenaikan harga minyak APBN kita ikut terkena tekanan.
Subsidi energi membengkak.
Pengeluaran pemerintah naik.
Tapi pemasukannya tidak ikut naik secepat itu.
Jadi pemerintah butuh ruang fiskal lebih besar.
Dan salah satu caranya adalah dengan melebarkan defisit.
Tapi ini yang paling bikin gw geleng geleng dari pernyataan Pak Menkeu.
Tapi tunggu dulu.
Di saat yang sama program Makan Bergizi Gratis tetap jalan.
Bahkan diperluas.
Anggarannya 1.2triliun perhari.
Dan ada rencana naik lagi.
Gw tidak sedang bilang MBG itu salah.
Niat mulianya jelas anak anak Indonesia dapat gizi yang lebih baik.
Tapi ini yang perlu lo pertanyakan.
Di tengah APBN yang sudah tertekan karena harga minyak meledak.
Di tengah rupiah yang sudah 17 ribu per dolar.
Di tengah pemerintah yang sedang mempertimbangkan lewatin batas defisit
Program yang anggarannya puluhan triliun tetap jalan penuh.
Sementara yang sampai ke lapangan di beberapa daerah masih ada lele mentah.
Nugget beku.
Dapur miliaran yang ujungnya jadi tempat terima kiriman supplier.
Jadi uangnya keluar triliunan.
Defisit melebar.
Utang bertambah.
Dan yang sampai ke anak anaknya masih perlu banyak pertanyaan yang dijawab dengan jujur.
Ini yang paling bikin gw geleng geleng dari pernyataan Pak Menkeu.
Waktu ditanya soal defisit beliau bilang saya belum tahu masih dipikirin kali.
Dan waktu ditanya kalau Prabowo oke beliau bilang kalau perintah kan kita jalankan, saya kan cuma tangan presiden.
Jadi keputusan yang akan berdampak ke seluruh rakyat Indonesia masih nunggu lampu hijau dari satu orang.
Bukan keputusan kolektif yang sudah matang.
Bukan hasil kajian panjang yang sudah ada kesimpulannya.
Tapi masih dipikirin.
Di tengah situasi global yang sedang bergejolak.
Di tengah harga minyak yang naik turun tidak karuan. Di tengah rupiah yang sudah menyentuh 17 ribu per dolar.
Masih dipikirin.
Dan ini yang paling penting lo pahami sebagai rakyat biasa.
Kalau defisit melebar pemerintah butuh tambah utang.
Utang tambah bunga naik.
Rupiah tertekan lebih dalam.
Harga barang impor naik.
Inflasi naik.
Semua itu lo rasakan setiap kali belanja di pasar atau isi bensin.
Sementara program yang anggarannya triliunan tetap jalan.
Sementara yang memutuskan masih nunggu perintah.
Sumber: CNBC
1006 orang meninggal. Belum ada yang dipenjara. Belum ada status bencana nasional. Presidennya sibuk jalan ke luar negeri. Kabinetnya nolak bantuan luar. Menterinya sibuk mantau donasi. DPRnya iri ama influencer yang ke lapangan. Uda gila negara ini
Presiden megalomaniak. 12 hari kami mati lampu, gak ada jaringan internet, hidup dalam ketidakpedulian negara. Di kampung saya bahkan bantuan medis Malaysia datang jauh lebih cepat dari paket sembako berisi mi instan yang dikirimkan oleh negara ini.
🚨OH MY GOD: Trump and Indonesian President Prabowo Subianto have just been caught on a hot mic discussing a deal (?) (he asks to speak with Trump's sons Eric and Don Jr - who do NOT work in government).
Did we just hear a major crime happen?
Two State Solution kerap disebut jalan damai untuk Palestina-Israel.
Namun, di balik retorika itu, kenyataan di lapangan justru memperlihatkan ketidakadilan🚩
Buah karya terbesar Jokowi untuk Indonesia adalah perubahan masif dari Negara Korupsi menjadi sesuatu yang *lebih buruk*.
Di bawah Jokowi, Indonesia berubah jadi Negara Blackmail.
Untuk jadi pejabat, kamu *harus* korupsi.
Karena sudah korupsi, kamu bisa ditangkap kapanpun.
---
Kamu terjebak menjadi budak, jadi slave yang menjilat sol sepatu atasan.
Atasan kini bisa menyuruh kamu melakukan apapun.
Misal, kamu disuruh melakukan lebih banyak korupsi. Kalau kamu menolak, kamu ditangkap.
Ini sangat masif diterapkan dalam, misal, kudeta Golkar dan mobilisasi kades saat pemilu di Jawa Tengah.
---
"Sistemnya jelek banget. Hanya orang bodoh, jahat, atau gila yang mau masuk ke sistem semacam itu."
Memang.
Sistem pemerintahan Indonesia menjadi Seleksi Darwin Terbalik: semakin lama semakin jelek.
Yang bertahan adalah yang paling korup, paling preman, paling perampok dan pemalak buas tidak punya akhlak.
Dengan bangganya mereka tweet di Twitter, "saya adalah penjilat kaki rezim". Habis sepong mani dikumur.
Mereka pamerkan kebejatan, keserakahan, kebodohan, kemalasan, keparasitan, kesombongan, kebelaguan, dan kejahatan tanpa dasar mereka.
Semakin ke atas semakin parah.
Inilah kakistokrasi.
---
Kedahsyatan dampak buruk sistem ini terhadap ketatanegaraan tidak dapat dihitung.
Bisa saja berakhir konflik horizontal atau perang saudara, ketika pejabat korup serakah di daerah yang terpojok dan tak punya opsi lain berkoalisi dengan pejabat lain, lalu memberontak.
Hehe mohon maaf saya luruskan sedikit soal jilat menjilat ya.
yang saya jilat menang dan berkuasa.
Yang anda jilat kalah dan ga berkuasa
Sekadar jadi penjilat pun anda kurang kompeten
Tapi biasa itu, yg kurang marah2 sama yang lebih itu wajar.
Yang saya amati, negara ini jarang berpihak pada kepentingan golongan lemah, diantaranya anak-anak.
Kenapa ngotot menyetujui 335T buat MBG?
Perut siapa yang dibikin kenyang?
Kalo target utamanya anak, kenapa ribuan anak keracunan diabaikan, proyek tetap jalan terus?
Ahmad Sahroni
Uya Kuya
Eko Patrio
Nafa Urbach
Adies Kadir
Semua nonaktif
Semua tetap terima gaji dan tunjangan
A country full of bollocks, fuck you @DPR_RI