@qeezfikir Tepat dooh.
Ikut kefahaman netizen ni, mungkin firaun pun qawwam sebab confirmed provider, ada istana dan takhta.
Qawwam hanya pada hal dunia je.
Zaman sekarang istilah “qawwam” tu mostly describing suami provider diorang yang kaya dan loving, boleh beli apa sahaja yang dia nak dan biar isteri buat apa saja (dayus). Padahal qawwam termasuk tegur salah isteri. Kalau firaun hidup lagi, diorang akan label firaun tu qawwam 😂
Martin Lings menulis dalam bukunya bahwa sejak kecil, Nabi Muhammad tumbuh di tengah padang pasir bersama suku Badui. Bukan sebagai kutukan, tapi sebagai pembentukan.
Di sanalah ia belajar diam, belajar mendengar, dan belajar membaca alam jauh sebelum ada wahyu yang turun kepadanya.
.
Orang-orang Mekah memanggilnya al-Amin, si terpercaya, bahkan sebelum ia menjadi nabi. Bukan karena jabatan.
Bukan karena kekayaan. Reputasi itu tumbuh perlahan dari cara Nabi Muhammad berbicara, cara ia berdagang, cara ia memperlakukan orang yang tidak bisa memberinya apa-apa.
.
Di dalam gua Hira, seorang lelaki berumur empat puluh tahun menggigil ketakutan. Ia tidak merasa agung. Ia merasa hancur.
Lings menggambarkan momen wahyu pertama Nabi Muhammad itu bukan sebagai kemenangan, tapi sebagai beban yang luar biasa berat. Kebesaran sejati selalu dimulai dari rasa takut, bukan rasa pede.
.
Ketika Mekah menolaknya, ketika keluarganya diboikot, ketika sahabat-sahabatnya disiksa, Nabi Muhammad tidak membalas dengan kebencian.
Lings mencatat bahwa justru di titik paling gelap itulah karakternya paling terang. Kesabaran bukan kelemahan. Kadang itu adalah satu-satunya senjata yang benar-benar bekerja.
.
Buku ini bukan sekadar biografi. Martin Lings, seorang sarjana Barat yang memeluk Islam, menulisnya seperti seseorang yang jatuh cinta pada subjeknya.
Pesannya sederhana: hidup yang bermakna tidak diukur dari apa yang kamu capai, tapi dari siapa kamu tetap bertahan menjadi dirimu ketika segalanya runtuh.
@kosmo_online Kalau korang nak tau ada sesetengah rakyat kelantan ni suka murtadkan orang kelantan yang cakap bahasa luar. Padahal bahasa luar tu bahasa malaysia jugak, bahasa yang kau faham. Cuma tu lah jenis tak bertamadun, busuk hati dan panas telinga tak boleh terima cakap bahasa luar.
Imam as-Sa’di pernah menuturkan:
“Perkataan atau perbuatan buruk orang lain tidak akan membahayakanmu selama engkau tidak meladeninya dan tidak menganggapnya penting.
Namun sebaliknya, jika engkau memberinya ruang, maka hal itu akan menguasai perasaanmu dan itulah yang kemudian akan mencelakaimu.”
(al-Wasa’il al-Mufidah, hlm. 30)
memanusiakan manusia itu takes more than intelligence. karena jadi pintar itu mudah, but not everyone knows how to respect, to listen, and to treat others with dignity. ilmu bisa dicari, tapi adab lahir dari hati yg sadar akan nilai kemanusiaan. and not everyone can do that.
sebab, bentuk kemanusiaan tertinggi yang patut diupayakan adalah belajar untuk tidak menyakiti apa pun dan siapa pun. karena pada kenyatannya, tidak semua luka bisa disembuhkan
Sepertimana kita tak suka lelaki memandang rendah terhadap kesusahan kita menutup aurat dengan sempurna, begitu juga kita, jangan memandang rendah terhadap kesusahan mereka menundukkan pandangan.
Wanita takkan faham betapa beratnya fitnah yang kita boleh bawa kepada lelaki. Sehingga Nabi ﷺ bersabda: “Tidak aku tinggalkan selepas daripadaku yang lebih berbahaya ke atas kaum lelaki daripada wanita.” [Riwayat al-Bukhari (5096) dan Muslim (2740)]
Hadith ini bukan lesen untuk lelaki salahkan wanita atau taknak tundukkan pandangan. Dalam keadaan apa pun, mereka tetap wajib menjaga pandangan.
Tetapi dalam dunia yang maksiat di hujung jari, semakin mencabar untuk lelaki beriman menjaga diri.
Media sosial, tempat kerja, pasar, taman rekreasi, hampir semua tempat pasti ada wanita yang berpakaian tidak sopan.
Datang pula slogan kafir "wanita bebas berpakaian apa sahaja" dan seangkatan dengannya, yang mengangkat kebebasan melebihi perintah Ilahi. Sedangkan Islam meletakkan amanah pada kedua-duanya. Seorang Muslim itu melihat kebebasan itu tetap dipandu wahyu, bukan semata kehendak nafsu.
Usah datang kepada saya dengan label pikmi. Kerana saya ada anak lelaki. Ada adik beradik, suami dan anak buah lelaki.
Jalankan amanah kita dengan menutup aurat dan berpakaian sopan. Tabarruj itu bukan dosa peribadi. Kita bertabarruj, lelaki turut sama boleh berdosa. Kerana itulah hukum tabarruj ini bukan berdasarkan niat tetapi kepada zahirnya.
Jangan pentingkan diri. Jangan disebabkan kita, orang lain berdosa.
I am trying to be girl’s girl tapi ini macam borderline riak. DMA tu memang sengaja tulis benda merapu sebab nak gain attention tapi kita pun janganlah terlalu cepat melatah sampai dah jadi LinkedIn menulis resume dan achievement buat tatapan semua. Merinding bulu romaku.
Setiap hari kita buat pilihan
Bila dah tua, bila dah nak pergi ke dunia seterusnya, akan ada penyesalan
Selagi masih boleh ubah, ubah sekarang
Dalam Quran & hadith ada pelbagai penyesalan manusia bila dah lepas mati
Yang paling besar adalah tidak bertaubat
Masih ada peluang
Aku suka dengan statement ini:
Sebenarnya, pekerjaan yang kamu jalani sekarang adalah yang terbaik yang Allah hadiahkan untukmu.
Karena itu kamu ditakdirkan berada di pekerjaan yang kamu miliki saat ini, meskipun awalnya bukan di bidangmu sekalipun. Sebab Allah tahu kamu mampu menjalankan amanah tersebut.
Itulah mengapa kamu ditakdirkan dengan pekerjaan yang kamu punya sekarang.
Semuanya sudah tertulis di Lauhul Mahfuz 🤍
5. Belajar untuk kekal tenang dalam kekalutan.
6. Elak untuk terasa dalam semua hal.
7. Beredar daripada orang yang toksik.
8. Utamakan penyelesaian , bukan masalahnya.
9. Percaya diri, walaupon keseorangan kita masih ada Tuhan
Kalau Nak Jiwa Kental Mental Kuat, Cuba ni
1. Berhenti berharap pada Manusia, Berserah hanya pada Tuhan.
2. Terima ketidakadilan dalam dunia ini.
3. Jangan pernah merayu pada penghargaan atau perhatian.
4. Pastikan Emosi dan Perasaan senantiasa dalam kawalan.