Pelatnas renang dibubarkan di tengah jalan pada April 2026 akibat efisiensi anggaran pemerintah.
Ini membuat Jason Donovan Yusuf harus berlatih di klubnya, Nautilus, yg terletak di GOR Grogol dgn kedalaman kolam hanya 1–1,6 meter. Kondisi ini sangat tidak ideal dan jauh dari standar Olimpiade yakni 3 meter.
Jason dan keluarganya bahkan harus merogoh kocek pribadi utk mempertahankan ritme latihan dan persiapan jelang Asian Games 2026.
Usaha keras Jason ini membuat dia menjadi perenang terbaik tim Indonesia di Asian Games 2026. Jason, adalah satu2nya perenang Indonesia yg mampu menembus posisi enam besar Asia di babak final individu yakni 50 meter gaya punggung putra.
Dari tujuh rekor nasional yg pecah di AG 2026, 4 di antaranya melibatkan Jason.
Jason masih 19 tahun, berbakat besar, bermental tahan banting. Tetapi sayang dia ada di ekosistem yg tidak serius utk membantunya berprestasi lebih lebih hebat lagi.
https://t.co/ZBoEQ0rnjj
❌Tanpa fisioterapis
❌Tanpa masseur
❌Tanpa latihan dan aklimatisasi krn kedatangan mepet
❌Hanya didampingi satu pelatih
❌Keberangkatan sampai akhir Juni tdk jelas.
❌TIDAK DISUPPORT PEMERINTAH
Lalu dgn banyak keterbatasan bisa mendapatkan emas di World Climbing Series itu menunjukkan kualitas seorang Desak Made Rita.
Seorang yg terkenal di lingkungan Pelatnas sangat berkomitmen, fokus, pekerja keras, punya mental tahan banting.
Rita adl pahlawan bangsa.
Tp ironisnya ia bertarung dgn birokrasi yang ruwet, bertarung dgn ketidakjelasan prioritas anggaran, bertarung dgn politikus2 yg memanfaatkan namanya hanya ketika dia menang.
FINAL MD
Leo Rolly Carnando/Daniel Marthin (INA) vs Liang Wei Keng/Wang Chang (CHN/3)
19-21 21-13 21-18
Emas ketiga untuk Indonesia!! Terima kasih Leo/Daniel! 🙌🏻🥇🏸
#AsianGames2026