@noopiieeeeee Namanya admin itu harusnya tanggung jawab pemilik warung bukan konsumen,dan bisa jadi ini terjadi karena memang omongan yg kasar memicu amarah,tidak sepenuhnya oknum TNI yang salah,tidak akan ada asap tanpa ada api,harus bijak berkomentar
Main hp scroll sosmed doang lama lama bosen, kata gw mah mending main Ocean Buddy di DANA dah! Mainnya gampang banget cuma geser-geser ambil sampah buat selametin hiu paus, bisa dapet 6 juta per minggu untuk 20 teratas leaderbord! kalo kepo klik aja nih linknya😆 https://t.co/v7jY3odfnO
Aksi Premanisme Kayak Gini Kadang Harus di Kasih Salam Olahraga
Jadi pemuda ini marah-marag karena mobilnya membahayakan nyawanya saat berkendara dijalan.
Karna Emosi dia kejar mobil itu dan menghancurkan spion kanan bahkan memecahkan kaca depan dengan batu.
Sayangnya supirnya terlalu baik, harusnya kalau udah membahayakan kayak gini apalagi di dalam ada keluarganya bisa kok langsung di hajar aja.
Mau lewat harus bayar Rp 15 ribu
Aksi adu mulut terkait terkait dugaan pemungutan retribusi yang dialami seorang warga Kota Bengkulu saat melintas di wilayah Desa Pasar Seluma viral di sosial media.
Pemungutan uang tersebut dilakukan oleh warga di sebuah jembatan yang terletak di Desa Pasar Seluma, Kecamatan Seluma Selatan. Kejadian ini bermula saat korban hendak mengunjungi keluarganya di Kecamatan Ilir Talo.
Namun, ketika melewati jembatan di Desa Pasar Seluma, dekat wisata Pantai Seluma, korban dihentikan oleh beberapa warga. Korban menjelaskan hanya lewat tanpa memiliki keinginan untuk berkunjung ke Pantai Seluma, tapi tetap diminta uang. Saat korban tawarkan Rp 10 ribu, oknum tetap minta Rp 30 ribu hingga terjadi perdebatan. (*/rak)