#KecewaJokowi
Minggu pagi, jogging kecil di Car Free Day Slamet Riyadi Kota Solo. Melewati hiruk pikuk orang - orang yang berolahraga di pagi hari. Tiba tiba telinga saya mendengar obrolan kecil antara penjual makanan dan pembeli. Obrolan itu masih seputar langkah Mas Wali @gibran_tweet yang akhirnya melakukan manuver politik demi kekuasaannya, hal itu sebenarnya belum dipercayai 100% oleh Masyarakat Solo, karena anak muda yang memimpin Kota Solo itu dianggap sebagai orang yang menurununi sikap Bapaknya, dan tidak terpikir di benak mereka, seorang Gibran akan melakukan hal-hal seperti ini.
Saya kira obrolan seperti ini hanya di kalangan udara dan elite saja seperti di timeline media sosial saya, tetapi sudah menjadi obrolan umum di masyarakat akar rumput.
Saya tidak segan untuk mengingatkan Pak @jokowi dan Mas Wali @gibran_tweet bahwa masyarakat Kota Solo telah menitipkan kepercayaan, mereka yakin Mas Wali bisa membangun Kota Solo terlebih dahulu dan menyelesaikan 17+1 Prioritas Pembangunannya, tidak usah muluk-muluk melakukan manuver politik sedahsyat ini.
Mas, sudah banyak orang mengingatkan, memberikan pandangan dan pendapat. Tetapi apa boleh buat, langkah ini sudah Anda ambil, kekecewaan sudah mulai muncul dan terdengar di mana mana, baik itu #KecewaJokowi ataupun memandang #GibranMlencaMlence .
Statement Anda terkait akan tegak lurus PDIP, akan dukung PDIP, tidak akan bermanuver, tidak akan nyebrang partai sudah beredar dimana-mana. Penyesalan memang adanya di akhir, tapi itu tidak akan berarti.
Solo mulai diguyur hujan, bersama kesedihan dan kekecewaan rakyatnya.