MEMPERTANYAKAN JANJI.
(1). Alkisah Presiden @jokowi hadir dipabrik peralatan pertanian kami di Mlilir Madiun. Atas info Mentri Pertanian saat itu Amran, beliau mengatakan bahwa pemerintah memerlukan sekitar 60rb alsintan pemanen padi. Lalu menanyakan kemampuan produksi kami.
@MegaPKeliduan@ruhutsitompul Sy pikir sngt tdk tepat jika menyeret² partai pendukung khilafah, krn sejatinya isu khilafah itu sengaja di dengungkan bajer² pendukung rezim.
Coba anda perhatikan setiap narasi bajer² lucknut yg terus berusaha mengadu domba, dan ini baru terjadi di rezim skrg.
UAS adalah warga negara Indonesia terhormat, seorang ulama n intelektual. Kejadian ini penghinaan. Sangat tak pantas pihak Singapura memperlakukan UAS spt itu termasuk “deportasi” tanpa penjelasan. Dubes RI di Singapura harus menjelaskan peristiwa ini n tidak lepas tangan.
Untuk kalian yang membela sikap rasis @ruhutsitompul saya tantang anda semua untuk membuktikan 1 saja, kalau saya ada hubungannya dengan anies dan bukti 1 saja untuk memenuhi definisi “kadrun” yang kalian tuduhkan!
Kalian tak tahu kah Rakyat Papua sudah muak dengan rasisme?
Bahaya banget ini, stigma SARA dilontarkan oleh seorang akademisi yang seharusnya bisa berpikir jernih.
Apakah, misalnya, istri Wapres @Kiyai_MarufAmin yang menutup kepalanya juga manusia gurun?
https://t.co/Tt7EpPwIW6
Keliru @humas_jogja . Menteri Pertahanan ketika itu dirangkap Ketua Pemerintahan Darurat Republik Indonesia (PDRI) sbg Kepala Pemerintahan, Sjafroeddin Prawiranegara. Kabinet Hatta sdh berakhir dg penangkapan Soekarno-Hatta-Sjahrir-H Agus Salim. Dibentuklah Kabinet PDRI.