Kenapa lagi-lagi perempuan sasarannya? Sederhana, ibu adalah madrasah pertama. Kalau orangtuanya sukses terdoktrin, klp ini otomatis dapet akses VIP buat nanam bibit khilafah ala HTI ke anak-anaknya. Ini murni investasi ideologi.
Kenapa lagi-lagi perempuan sasarannya? Sederhana, ibu adalah madrasah pertama. Kalau orangtuanya sukses terdoktrin, klp ini otomatis dapet akses VIP buat nanam bibit khilafah ala HTI ke anak-anaknya. Ini murni investasi ideologi.
Nusantara ini berdiri kokoh krn rajutan tradisi yang saling melengkapi, bukan krn paksaan keseragaman yg membakar ego berapi-api. Warisan Bhinneka Tunggal Ika menuntut kita merawat ruang kolaborasi, makanya butuh komitmen nyata penguatan moderasi.
Nusantara ini berdiri kokoh krn rajutan tradisi yang saling melengkapi, bukan krn paksaan keseragaman yg membakar ego berapi-api. Warisan Bhinneka Tunggal Ika menuntut kita merawat ruang kolaborasi, makanya butuh komitmen nyata penguatan moderasi.
Ruang siber kita hari ini bergerak tanpa batas dan pagar, memaksa kita bertarung dng algoritma yg makin pintar. Pola indoktrinasi ndak cuma datang scr frontal dan kasar, tapi menyusup halus lewat tren digital yg berputar gencar.
Ruang siber kita hari ini bergerak tanpa batas dan pagar, memaksa kita bertarung dng algoritma yg makin pintar. Pola indoktrinasi ndak cuma datang scr frontal dan kasar, tapi menyusup halus lewat tren digital yg berputar gencar.
Komposisi multikultural kita dinilai sukses mengelola perbedaan. Apresiasi internasional tentu membanggakan, sekaligus jd tantangan. Pujian dari Ramos-Horta ini sejatinya cermin untuk evaluasi. Bukan sekadar obat tidur yg bikin kita larut dalam ilusi. #KritisTanpaMembenci
Komposisi multikultural kita dinilai sukses mengelola perbedaan. Apresiasi internasional tentu membanggakan, sekaligus jd tantangan. Pujian dari Ramos-Horta ini sejatinya cermin untuk evaluasi. Bukan sekadar obat tidur yg bikin kita larut dalam ilusi. #KritisTanpaMembenci
Seni teatrikal visualnya memang dikemas menawan, acara "Ittiba' Disconnect" Surabaya akan digelar 13 Juni pekan depan. Tapi di balik panggung glorifikasi khilafah diselundupkan perlahan. Ini bukan sekadar pertunjukan, melainkan infiltrasi ideologi gerakan.
Seni teatrikal visualnya memang dikemas menawan, acara "Ittiba' Disconnect" Surabaya akan digelar 13 Juni pekan depan. Tapi di balik panggung glorifikasi khilafah diselundupkan perlahan. Ini bukan sekadar pertunjukan, melainkan infiltrasi ideologi gerakan.
Insiden pembubaran ibadah di Bantul kembali bongkar akar masalah yg sistemik. Prinsip Bhinneka Tunggal Ika belum membumi jadi norma organik. Ormas intoleran masih bebas merespon perbedaan scr fanatik. Sultan HB X ingatkan kalau keberagaman itu kodrat yg otentik.
Insiden pembubaran ibadah di Bantul kembali bongkar akar masalah yg sistemik. Prinsip Bhinneka Tunggal Ika belum membumi jadi norma organik. Ormas intoleran masih bebas merespon perbedaan scr fanatik. Sultan HB X ingatkan kalau keberagaman itu kodrat yg otentik.
Jangan smp kita lupa, bahwa Indonesia ndak hanya dirawat melalui seremoni upacara, pidato para pejabat negara, atau bertempur di medan laga, namun juga lewat denyut nadi toleransi yg menghidupi keseharian masyarakatnya. #KritisTanpaMembenci
Jangan smp kita lupa, bahwa Indonesia ndak hanya dirawat melalui seremoni upacara, pidato para pejabat negara, atau bertempur di medan laga, namun juga lewat denyut nadi toleransi yg menghidupi keseharian masyarakatnya. #KritisTanpaMembenci