Dari awal selalu jatuh cinta sama suaramu bang. Terima kasih sudah hadir kembali dalam hidupku Juna, semoga sukses selalu untuk dirimu, Pandavva dan orang-orang di Jagat Maya juga. Ku akan menantikan karya-karya mu selajutnya ❤ Happy Anniversary Arjuna Arkana
#Arjuna1stAnniv
aku suka banget gen z dan gen a, jadi pewarta begini...
mereka itu suara hatinya murni dan jernih. mau dia diam, juga raut wajahnya akan memancarkan kebeneran 🤣🙏
Suku Bunga BI Naik Lagi. Kamu Ngerasa Nggak?
Kemarin, 18 Juni, Bank Indonesia resmi menaikkan BI Rate menjadi 5,75 persen. Angka ini naik 25 basis poin dari sebelumnya.
Kamu mungkin sempat baca berita itu lalu langsung scroll ke bawah karena merasa itu bukan urusanmu.
Padahal keputusan ini langsung menyentuh dompet kamu, cuma kamu belum sadar saja caranya. Aku coba jelasin pakai bahasa yang lebih mudah dimengerti ya.
Sebenarnya BI Rate itu apa sih?
Gampangnya, BI Rate itu kayak harga pokoknya uang di Indonesia. Kalau kamu punya warung dan harga bahan baku dari supplier naik, otomatis harga jual ke pelanggan ikut naik. Kamu tidak mungkin menjual lebih murah dari modal.
Bank Indonesia itu ibarat supplier uang untuk bank-bank di Indonesia. Kalau BI Rate naik, bank pasti bakal menaikkan bunga pinjaman ke kita karena modal mereka mengambil uang dari BI jadi lebih mahal.
Terus kamu kena dampaknya di mana?
Kalau kamu lagi punya atau mau ambil KPR, siap-siap saja cicilan kamu bakal naik. Bunga KPR variabel itu mengikuti BI Rate. Buat kamu yang bunganya masih fixed mungkin aman untuk sekarang, tapi begitu masa fixed habis nilainya bisa kena revisi.
Bagi pemilik usaha kecil yang butuh modal, bunga kredit usaha juga ikut naik sehingga cost bisnis jadi lebih besar.
Bahkan kamu yang tidak punya pinjaman pun bisa kena efeknya. Bisnis yang kena bunga tinggi bakal berpikir dua kali untuk ekspansi atau rekrut karyawan baru. Ujung-ujungnya hal ini memengaruhi lapangan kerja dan harga barang di pasar.
Singkatnya, BI Rate naik itu membuat ongkos ekonomi naik bareng-bareng.
Tapi kenapa Bank Indonesia tetap menaikkan suku bunga?
Kali ini kita tidak bisa cuma menyalahkan kondisi global. Masalah utamanya justru datang dari kebijakan pemerintah kita sendiri di dalam negeri. Kebijakan belanja pemerintah yang terlalu agresif membuat perputaran uang menjadi kurang efisien.
Kebijakan yang kurang tepat membuat inflasi otomatis melonjak naik. Selain itu, penambahan utang pemerintah yang besar bikin pasar keuangan domestik menjadi jenuh.
Bank Indonesia akhirnya terpaksa menaikkan bunga demi mengerem dampak tersebut. Kalau BI tidak bertindak, inflasi bisa semakin tidak terkendali dan nilai tukar rupiah kita bakal hancur.
BI Rate yang tinggi ini menjadi rem darurat sekaligus kompensasi agar investor asing tidak kabur melihat pengelolaan anggaran pemerintah yang terlalu ngegas.
Tapi ada harga mahal yang harus kita bayar.
Menaikkan bunga itu bukan obat gratis karena ada side effect-nya. Pertumbuhan ekonomi bisa melambat karena orang dan bisnis ragu untuk pinjam uang. Sektor properti dan otomotif biasanya jadi yang paling cepat terkena imbas.
Pemerintah sendiri juga ikut kena getahnya. Surat utang negara harus kasih yield lebih tinggi supaya laku di pasar. Artinya beban bunga utang membengkak dan mereka bakal bayar itu pakai uang pajak kita.
Jadi kenaikan BI Rate ini sebenarnya semacam sacrifice akibat ketidaksinkronan kebijakan. Kita mengorbankan laju pertumbuhan ekonomi demi menambal risiko dari kebijakan pemerintah.
Sampai kapan kondisi ini akan berlanjut?
Jujur saja semua ini tergantung pada kapan pemerintah mau mengevaluasi kebijakan belanja mereka. Kalau mereka mulai mengerem belanja yang kurang produktif, Bank Indonesia pasti punya ruang untuk menurunkan bunga lagi.
Yang perlu kamu pegang adalah Bank Indonesia sedang mencoba menyelamatkan stabilitas ekonomi kita. Mereka harus memilih pilihan pahit akibat dampak domino dari kebijakan penguasa.
pendapat Guru Gembul soal Prabowo:
- Pecundang yang hanya menang sekali karena curang
- Pengkhianat prinsip sendiri semua kritikannya dulu kini dilakukannya
- MBG bukan untuk rakyat, tapi untuk bagi-bagi kekuasaan ke lingkar dalam
- Kabinet paling gemuk sepanjang sejarah, padahal dulu kritik kabinet SBY gemuk
- Deforestasi naik 166% padahal dulu vokal kritik SBY soal penggundulan hutan
- Paling banyak kunjungan luar negeri, padahal dulu mau coret anggaran ke luar negeri
- Anggaran kesehatan dipotong 15%, pendidikan 44% padahal janji gratis
- Dinasti politik dipeluk, padahal dulu sebut nepotisme musuh demokrasi
- Rupiah anjlok karena kebijakannya sendiri, tapi bilang rakyat desa tidak pakai dolar
- Semua program ujungnya satu: melanggengkan kekuasaan yang susah payah didapat
- dadan disalahin korupsi MBG
- padahal dia yang ngangkat dadan harusnya dia udah tahu bibit,bebet,bobotnya
Tuh kan wkwkkww
Another PR Stunt...
Di saat Presiden belum menyerukan revisi kebijakan MBG hanya untuk 3T di depan publik
Dia sudah bersuara. Lebih awal. Dan langsung dari lokasi tempat MBG dibagikan. Di depan media dan disaksikan para pelajar.
Padahal ide MBG untuk 3T itu justru dari kelompok yang sangat kritis terhadap MBG.
Genderang perang demi elektabilitas telah bertabuh, kawan.
Apakah hambalang mau tetap diam soal ini?
Dan masyarakat sipil harus waspada, jangan biarkan narasi kritis teman-teman...
Ditunggangi oleh mereka yang mau ambil keuntungan di 2029
Jelas sih org2 marah, semua terlalu kebetulan. Ada waktu 3 tahun BTS istrahat grup dan semua kategori berjalan seperti biasa. Tbtb pas BTS comeback, albumnya meledak dan BTS kembali ngacak2 chart global. Duarrrrr gak ada angin gak ada hujan tbtb grammy bikin kategori baru udh gitu di kotakin “ASIAN” like what?!
Keliatan bgt gak mau nya BTS masuk dan take over award yg ada disana. Issue ini jg makin kesini udh makin banyak narik org2 di industri musik utk ikut konsen.
FORBES : “BTS akan terus tur dan merilis musik, dan fans akan terus mendukung mereka tanpa henti, terlepas dari pengakuan Grammy. Akademi mungkin akan mengakui grup K-pop itu suatu hari nanti. Tapi sementara BTS terus memecahkan rekor dan Grammy terus kehilangan relevansinya, siapa yang sebenarnya butuh siapa?”
BTS PAVED THE WAY
#BTS_ARİRANG
Jadi yang bisa disimpulkan adalah lens demen yang karismatik tapi agak-agak halu sementara sun pilih yang jago nyanyi pengocok handal tapi mulutnya ga ada filter nya kalo ngomong.
Pantesan temenan lu berdua