@rahmaut Ahahahha ngga sih, hipotesa eug aja. Karena ngga ada situasi berkala yang mengancam kehidupan sehingga harus planning dan setup rules supaya ngga mati satu komunitas.
Sebenernya salah 1 penyakit kronis banyak WNI itu adalah: oportunis level eksploitasi apapun untuk diri sendiri.
Ini mental koruptor.
✅ Pemotor pake trotoar (peduli setan ama hak pejalan kaki toh lagi kosong).
✅ Korupsi haji & penggelapan uang umroh (peduli setan udah nunggu ataupun nabung puluhan tahun).
✅Nimbun pembalut gratis di wc dan buat diambil sendiri (peduli setan kalo ada yg mendadak dapet).
✅ Jualan kelontong tabung gas di trotoar (peduli setan, toh orang pada pake motor).
✅ Hangout di cafe/di sebuah tempat tapi parkirnya di trotoar (gak ada pilihan, adanya itu)
Apalagi ketika kerugian orang lain gak “visible” atau “instan”, maka “gak berasa” dan akan dalih “gak merugikan orang lain” atau “mereka gak pake” atau “kapan lagi”.
Ini cross level ekonomi dan intelektual.
Ini penyakit kronis dan laten.
Pertanyaannya, ini rootnya dari mana karena kelakuan ini “masif”.