BTW, saya ingat persis ucapan Prabowo saat mendirikan Danantara; pengen kayak TEMASEK
Lalu 400 triliun uang APBN dipaksakan jadi modal Danantara. Ekonomi RI langsung anjlok
18 bulan kemudia, n fakta terungkap Danantara SANGAT BEDA DGN TEMASEK
Kayak langit dan Bumi
این یک سند تاریخی و پیامی از ایران مقتدر است: صلح در سایه احترام متقابل تحقق خواهد یافت.
جمهوری اسلامی ایران به صلح جهانی با حفظ عزت و استقلال، پیشرفت و همکاری منطقهای همواره متعهد و پایبند است.
Lah ini bisa pake telpon doang kontakan sama Presiden Palestina.
Kenapa kalo ke Perancis harus ketemu langsung sampe 4 kali?
Takut kena rudal mitra sesama BOP yaa kalo ke Palestina?
- Ga bisa menangani bencana Sumatra? Dibelain.
- Keluar negeri terus? Dibelain.
- Kurban pakai APBN? Dibelain.
- Rupiah melemah? Dibelain.
- BBM naik? Dibelain.
- Harga kebutuhan pokok naik? Dibelain.
- PHK massal terjadi? Dibelain.
- Daya beli masyarakat turun? Dibelain.
- Utang negara bertambah? Dibelain.
- Pajak dinaikkan? Dibelain.
- Defisit melebar? Dibelain.
- IHSG anjlok? Dibelain.
- Lapangan kerja seret? Dibelain.
- Investasi mandek? Dibelain.
- Harga beras naik? Dibelain.
- Harga listrik naik? Dibelain.
- Program kontroversial jalan terus? Dibelain.
- Pejabat bikin pernyataan blunder? Dibelain.
- Kritik publik diabaikan? Dibelain.
- Demonstrasi mahasiswa diremehkan? Dibelain.
- Janji kampanye belum terealisasi? Dibelain.
- Menteri bermasalah dipertahankan? Dibelain.
- Kabinet gemuk? Dibelain.
- Anggaran membengkak? Dibelain.
- Kepercayaan pasar turun? Dibelain.
- Rating pemerintah turun? Dibelain.
- Apa pun yang terjadi: Dibelain.
Siapa pun yang mengkritik:
Disalahin.
Sesuci itu kah sosok yg pernah ada ISU HAM ini di mata kalian?