Sedikit jelasin mas, ini tuh masalah kredit macet yang kompleks sebenarnya. Jadi kalo liat data dari OJK emang mengkhawatirkan, bersanding lurus dengan kekhawatiran "bankir" yang seharusnya lebih "terasa" disitu ada macet kredit.
Jadi secara total, kredit macet (NPL) bank itu ada di 2,17% an. Tapi kalau dibongkar, segmen UMKM itu naik tinggi banget ke 4,36% & multifinance (leasing) naik ke 2,87%.
Kok bisa?
Jawabannya karena efek "Bantalan" Hilang, jadi waktu Covid kemarin, ada relaksasi (kebijakan kredit rada dilonggarkan atau gampangnya saat itu, catat kredit telat sebagai 'lancar'). Begitu kebijakan ini selesai, borok aslinya langsung kelihatan.
Fenomena "Makan Tabungan", pasti tau kan berita belakangan, banyak PHK & harga barang pokok naik, nah ini buat kelas menengah kehabisan tabungan. Akhirnya, cicilan terpaksa dikorbankan atau dibiarin mandek.
Dampaknya? Bank jd super pelit kasih pinjaman baru (kredit UMKM cuma tumbuh 0,6%!). Kondisi riil di akar rumput lagi megap-megap, makanya bankir panik karena ini bukan siklus bisnis biasa. Ini efek domino dari kebijakan sebelumnya.
Maaf kalo salah, sedikit share pengetahuan aja.
get a haircut every 2 weeks to stay sharp, wait 5 secs before answering the phone to control the rhythm, always arrive 15 mins early, stay away from free lunches, never talk about people who aren't in the room and when anger rises, wait 10 mins before reacting. these habits may look rigid but they're the hidden discipline of the elite.