Guys, Felix Siauw baru ngomong sesuatu di podcast Helmy Yahya yang menurut gue paling jujur dan paling berani dari seorang ustaz Indonesia dalam waktu lama.
Dan intinya satu kalimat yang langsung dilontarkan:
"Orang Indonesia tidak pernah menjadi Islam."
Bukan karena KTP-nya.
Tapi karena cara berpikirnya.
Masalah pertama
kita salah paham soal tawakal:
Felix kasih contoh yang sangat konkret.
Ada pesantren roboh.
Respons orang Indonesia:
"Qadarullah, ini takdir Allah."
Felix langsung potong:
itu bukan tawakal.
Itu kebodohan yang dibungkus agama.
Karena setiap insinyur teknik sipil yang melihat bangunan tiga lantai dengan pondasi yang salah sudah bisa prediksi itu akan roboh.
Tidak perlu menunggu roboh untuk tahu.
Dan kalau kita sudah tahu sebabnya tapi tidak dikerjakan lalu ketika roboh bilang qadarullah itu bukan pasrah pada Allah.
Itu menyalahkan Allah atas kelalaian kita sendiri.
Rasulullah memakai baju besi
dua lapis di medan perang.
Seorang sahabat tanya kenapa.
Jawabannya sederhana:
karena sebab akibat adalah bentuk tawakal yang sesungguhnya.
Bekerja sekeras mungkin baru serahkan hasilnya.
Masalah kedua
"enggak apa-apa mereka ambil dunia,
yang penting kita akhirat"
Felix bilang dia ingin kritik keras kalimat ini.
Karena logikanya terbalik total.
Cara masuk surga menurut ulama ada empat:
dengan ilmu,
dengan kekuatan,
dengan harta,
atau dengan doa.
Kalau kamu tidak punya ilmu,
tidak punya kekuatan,
tidak punya harta kamu hanya tersisa doa.
Dan kalau kamu bilang "yang penting akhirat" sambil tidak mengerjakan satu pun dari empat jalan itu dengan serius kamu sedang tidak mengejar akhirat.
Kamu sedang memakai akhirat sebagai alasan untuk tidak berusaha.
Rasulullah miskin bukan karena tidak bisa kaya.
Beliau miskin karena memilih memberi semua yang dimiliki kepada yang membutuhkan.
Miskin by choice bukan miskin karena tidak punya pilihan.
"Kalau dunia aja kamu enggak bisa nguasain,
jangan ngomong akhirat.
Akhirat itu lebih susah dari dunia."
Masalah ketiga
tidak ada critical thinking:
Ini yang paling mendasar dan paling merusak menurut Felix.
Ayat pertama yang turun kepada Rasulullah adalah iqra baca, berpikir, analisa.
Di saat itu bahkan tidak ada buku.
Tidak ada perpustakaan.
Artinya perintah iqra bukan sekadar membaca teks tapi perintah untuk berpikir kritis terhadap segala sesuatu.
Tapi apa yang terjadi di Indonesia?
Pertanyaan dibungkam.
Otoritas tidak boleh diganggu gugat.
Santri yang dilecehkan menerima
karena percaya itu "ritual penyucian."
Orang tua yang anaknya diperlakukan tidak wajar diam karena takut melawan ulama.
Felix bilang ini adalah abuse of authority yang masif dan akarnya adalah ketidakmampuan berpikir kritis yang sudah ditanamkan sejak kecil.
Padahal bahkan Rasulullah sendiri melatih sahabat untuk tidak buta taat.
Ada sahabat yang diperintahkan pemimpinnya masuk ke dalam api sebagai hukuman.
Mereka ragu dan datang bertanya ke Rasulullah.
Jawaban Rasulullah:
"Untung kalian tanya aku.
Kalau kalian masuk,
kalian tidak akan keluar selamanya."
Dari situ keluar hadis:
taatlah kepada makhluk selama tidak bermaksiat kepada Allah.
Artinya Islam dari awal mengajarkan untuk mempertanyakan bahkan otoritas.
Masalah keempat faktor struktural yang sering dilupakan:
Felix tidak hanya menyalahkan internal.
Ada faktor eksternal yang sangat besar yang tidak boleh diabaikan.
Di zaman kolonial Belanda,
ada sistem pembagian kelas berdasarkan akta kelahiran STBL.
Kelas pertama orang Eropa.
Kelas kedua orang Arab, India, Cina.
Kelas ketiga pribumi dan pribumi Muslim ada di posisi paling bawah.
Akta kelahiran itu menentukan siapa yang boleh sekolah di mana, siapa yang boleh masuk restoran mana, siapa yang boleh masuk pemerintahan.
Bukan soal kemampuan tapi soal sistem yang dirancang untuk memastikan satu kelompok tidak bisa mengakses kekayaan dan pengetahuan.
Itulah mengapa sampai hari ini di daftar orang terkaya Indonesia dan dunia dominasi Muslim sangat kecil dibandingkan populasinya.
Ini bukan semata karena etos kerja.
Ini juga karena sistem yang dibangun ratusan tahun untuk menutup akses.
Korelasi yang menarik antara keyakinan dan peradaban:
Felix membawa temuan arkeologi di Gobeklitepe, Turki bangunan berusia 11.000 tahun yang mendahului rumah dan ladang pertanian.
Para arkeolog menyimpulkan bahwa manusia tidak membangun keyakinan setelah perutnya kenyang.
Justru sebaliknya keyakinan dibangun dulu,
baru peradaban lain mengikuti.
Ini membalik teori lama bahwa agama
adalah produk kemakmuran.
Ternyata keyakinan adalah fondasinya.
Tapi ada yang salah kaprah.
Felix memisahkan dengan jelas:
bukan agamanya yang menentukan maju atau mundur suatu bangsa tapi kepedulian.
Romawi maju bukan karena agama tertentu tapi karena mereka peduli pada kotanya,
pada infrastrukturnya, pada warganya.
Ketika kepedulian itu hilang Romawi hancur.
Bukan karena Tuhannya berubah.
Felix menyimpulkan dengan satu pertanyaan keras yang ditujukan kepada dirinya sendiri dan seluruh ulama Indonesia:
"Rasulullah bilang ilmu dicabut dengan wafatnya para ulama. Ketika ulama pergi tanpa meninggalkan warisan berpikir yang benar yang terpilih adalah pemimpin-pemimpin bodoh.
Dan pemimpin bodoh membuat kebijakan bodoh yang menghancurkan umatnya."
Artinya yang paling bertanggung jawab atas kondisi umat bukan politisinya. Bukan penjajahnya. Tapi mereka yang seharusnya mendidik cara berpikir dan memilih untuk tidak melakukannya.
⚠️ Disclaimer: Berdasarkan podcast Helmy Yahya bersama Felix Siauw. Semua pandangan adalah pendapat pribadi narasumber dalam konteks diskusi keagamaan dan peradaban. Pembaca dianjurkan untuk memverifikasi referensi sejarah dan hadis dari sumber primer.
Sering gw temuin dilapangan saat konsumen beli AC baru.
👩: Bang, saya nggak mau Midea, jelek katanya.
🧑🔧: Sekarang punya AC merk apa jadinya?"
👩: Electrolux bang.
🧑🔧: ??????????????
Midea itu salah satu produsen AC terbesar di dunia. Dan salah satu bisnis utama mereka itu justru jadi OEM, bikin AC untuk merk-merk lain.
OEM itu singkatan dari Original Equipment Manufacturer. Gampangnya adalah ada satu pabrik yang bikin produk, tapi produk itu dijual dengan berbagai nama merk yang berbeda. Jadi yang beda cuma labelnya, bukan isinya.
Sepengetahuan gw dari yang gw liat langsung di lapangan, bongkar unit dari berbagai merk yang ada di gambar ini ternyata part di dalemnya itu sama. Paling beda di display sensor dan remote. Karena memang berasal dari sumber yang sama yaitu Midea.
Jadi kalau kalian mau beli AC dan pertimbangannya adalah merk. Mending pelajari dulu, sebenernya AC yang dibeli pabrikan mana.
Yang lebih worth untuk dipertimbangin itu adalah:
Garansi berapa tahun?
After sales-nya gimana di daerah kita?
Spare part-nya gampang dicari nggak?
Itu yang beneran ngaruh jangka panjang. Bukan logonya.
Untuk panasonic, Samsung dan Sharp punya juga kok produk mereka sendiri.
Ada yang pernah kabur dari merk Midea tapi ujung-ujungnya dapet produk Midea juga?😅😅
Rumput ini sangat sering ditemukan di lahan kita. Selain bikin capek, karena susah nyabutnya sebenarnya rumput ini memberikan sinyal lain.
Ada yang sadar ?
Pajak di Indonesia adalah sistem pajak diatas pajak yg super ribet dan ngawor
Contoh hitungan sederhana (mobil sedan 1.500 cc):
•Harga pabrikan = Rp 200 juta
•PPnBM (15%) = Rp 30 juta
•PPN (11%) dari (200 + 30) juta = Rp 25,3 juta ← inilah pajak di atas pajak
•Total harga faktur = Rp 255,3 juta
•BBNKB (10%) = Rp 25,53 juta
•Harga on-the-road ≈ Rp 280–285 juta
Jadi benar, total pajaknya 85 juta sendiri buat pemerintah.
Lalu dengan pajak segitu apakah rakyat sejahtera?
Oh yg sejahtera pejabatnya dong 😂
Pelafalan resmi QRIS di Indonesia adalah "KRIS", seperti diucapkan oleh Bank Indonesia, sesuai dengan fonetik bahasa Indonesia dan mirip dengan kata "keris". Namun, beberapa orang mengucapkannya sebagai "kyu-ris" atau "ki-ris" karena pengaruh bahasa Inggris atau kurangnya kesadaran. Meski "KRIS" adalah yang benar, variasi ini umum di kalangan masyarakat. Penting untuk memahami konteks resmi agar komunikasi lebih jelas, terutama dalam transaksi sehari-hariPelafalan resmi QRIS di Indonesia adalah "KRIS", seperti diucapkan oleh Bank Indonesia, sesuai dengan fonetik bahasa Indonesia dan mirip dengan kata "keris". Namun, beberapa orang mengucapkannya sebagai "kyu-ris" atau "ki-ris" karena pengaruh bahasa Inggris atau kurangnya kesadaran. Meski "KRIS" adalah yang benar, variasi ini umum di kalangan masyarakat. Penting untuk memahami konteks resmi agar komunikasi lebih jelas, terutama dalam transaksi sehari-hariPelafalan resmi QRIS di Indonesia adalah "KRIS", seperti diucapkan oleh Bank Indonesia, sesuai dengan fonetik bahasa Indonesia dan mirip dengan kata "keris". Namun, beberapa orang mengucapkannya sebagai "kyu-ris" atau "ki-ris" karena pengaruh bahasa Inggris atau kurangnya kesadaran. Meski "KRIS" adalah yang benar, variasi ini umum di kalangan masyarakat. Penting untuk memahami konteks resmi agar komunikasi lebih jelas, terutama dalam transaksi sehari-hari.
“Orang miskin jangan ngelawan orang kaya.
Orang kaya jangan ngelawan negara “
Ini nasehat pertama papa saya waktu saya mulai berbisnis 21 tahun yang lalu. 👪
Orang kaya kalau main nggak kasar abangku, caranya lewat koridor hukum yang lebih sadis daripada lu dipukulin.
Bagi yang belum pernah merasakan . Proses peradilan itu sangat panjang, capek , makan mental dan biaya tinggi.
Pernah ada temen bisnis nggak mau ngukur dulu lawannya , pas di pengadilan sampe jual rumah , mobil . buat lawyer , dll . sampe tabungannya abis bis dan masih resiko dipenjara bertahun2 . 🥲
Sebelum kalian cari musuh, baiknya diliat dulu siapa lawannya jangan langsung disikat.
Berlaku juga bagi orang kaya, jangan pernah lawan negara. 🙌
Sementara itu di istana, mereka sibuk HURA-HURA
Lalu disudut gang sempit, ada ibu-ibu yang sedang cemas dengan masa depan anaknya
Dia melirik dompetnya yang lusuh, hanya tinggal 10 ribu padahal 3 anaknya akan pergi ke sekolah
Sang ibu dihadapkan pada dua pilihan. Membiayai ongkos anak-anaknya atau membeli kopi dan rokok suaminya karena sudah nganggur karena DIPECAT akibat efesiensi anggaran
Penderitaan ini tak dilihat oleh menteri yang sedang joget di istana hanya demi melayani tamu asing
Ya, mereka memang sengaja dibuat happy agar seolah2 negeri ini baik-baik saja. Tamu asing bertepuk tangan karena joget dan raut wajah sumringah manusia feodal
Sementara, sang ibu sedang teriris hatinya. Entah, bahkan nanti malampun belum tahu akan makan apa
@mgeka945@RWWReborn Kalau lihat video yg diambil dr lain angle di platform medsos lain pelaku sempat menembak dan si polisi yg kejar jg sempat berlindung/menghindar baru dibalas nembak lagi