semenjak tau gimana rasanya dunia kerja, ga pernah ngerendahin pekerjaan orang lain, justru terharu sama orang” yang berani kerja apa aja selagi halal.
aku dulu juga kaya gini bahkan lebih parah, dan menurut papa mama ku wajar aja, bahkan mereka ga marahin sama sekali dan malah nemenin sampe nangis ku emosi ku reda, karena menurut mereka itu cara aku buat validasi emosi ku, dan biar ga ngalamin emotional suppression.
Sorry to ask, dy ini ada kebutuhan khusus kah smpe management emosinya udh segede itu tapi terlihat tidak benar?
Apa gw aja yg merasa itu ga normal?
Krna eldest gw se-tantrum umur 9th pun sudah bisa dibilagin semua ada tata caranya termasuk sedang kesal.
ternyata setelah punya someone to talk aku lebay banget, apa apa ngadu, apa apa diobrolin, apa apa minta ditemenin, apa apa tantrum, kemana jiwa independenkuu dluuu
in another life, i hope i don't have to explain how i want to be loved or how to be treated right, i hope they understood without words, love that that u can feel in the way they choose u, respect u & treat right. i hope love feels natural not something i have to teach or beg for
when my best friend proudly introduced me to her family,her bf and her friends, which is weird because someone's else son would never and hide me like i don't even exist😃
Mulai sekarang gue menormalisasikan orang kebanyakan update story di ig, wa, yapping di x/twitter, bikin konten di tiktok gapapa. Yang penting lu hidup. Yang penting lu bahagia.
Jahat, gak sopan dan childish. Menurut gua no closure is closure tuh gak ada, itu mah lack of respect. Sesimple jelasin aja gak bisa? payah. Kalo emang merasa belum dewasa dan belum bisa berkomunikasi dengan baik, gak usah mulai hubungan sama orang. Mungkin sama kambing aja