Ini ada tulisan bagus dari orang Bali sebagai jawaban atas narasi di bawah.
“Sing Beling Sing Nganten”: Framing Jahat Terhadap Tradisi Bali
Pertama-tama, perlu ditegaskan pada bagian paling awal tulisan bahwa ini bukanlah usaha untuk denial. Bahwa ada beberapa laki-laki Bali yang punya pandangan “Sing Beling Sing Nganten” harus diakui itu adalah fakta. Masalahnya adalah generalisasi, seolah-olah pandangan tersebut mewakili Bali secara keseluruhan. Tulisan ini hanyalah usaha perlawanan atas framing dan generalisasi tersebut.
Kedua, secara “landasan sastra”, Hindu sebenarnya mengatur hubungan pria dan wanita yang belum terikat pernikahan dengan cukup ketat. Dalam kitab kompodium hukum Hindu, Manawadharmasastra VIII.357-358 dinyatakan sebagai berikut:
“Upācarakriya kelih, sparco bhusaṇa vasasan, saha khatvasanaṁ caiva sarvam saṁgrahanam smṛiam. Ṣṭriyam sprceda dece yah sprsto va marsayettaya parasparasyanumate sarvam saṁgrahanam smṛtam”. (Memberikan sesuatu yang merangsang wanita yang bukan istrinya, bercanda cabul denganya, memegang busana dan hiasannya, serta duduk di tempat tidur dengannya adalah perbuatan yang harus dianggap sama dengan berzinah. Bila seseorang menyentuh wanita yang bukan istrinya pada bagian yang terlarang, atau membiarkan menyentuh bagian itu, walaupun semua perbuatan itu dilakukan dengan persetujuan bersama, haruslah dianggap berzinah).
Ketentuan tersebut tegas, clear, tidak multi tafsir. Tidak ada umat Hindu yang menafsirkan ajaran tersebut secara berbeda dan kemudian merasa tindakannya dibenarkan oleh tafsir yang berbeda tersebut. Bahwa kemudian ada yang melakukan hal berbeda, itu adalah pilihan masing-masing. Dan karena tidak ada pihak lain yang dirugikan, masyarakat cenderung permisif dan menganggap hal tersebut urusan privat. Masyarakat biasanya memang tidak bergunjing. Menikah bulan Januari kemudian melahirkan di bulan Juni tahun yang sama, masyarakat tidak menjadikannya rumpian sinis penuh judgement dosa. Barangkali, inilah salah satu bedanya. Masyarakat Bali sangat menghormati wilayah privat sepanjang menyangkut urusan pribadi dan diberlakukan di wilayah pribadi. Karena itu pulalah Bali menjadi compatible untuk iklim pariwisata, dimana orang dengan berbagai budaya datang melancong. Dari yang berpakaian terbuka, setengah terbuka, setengah tertutup sampai yang tertutup, semua diterima, tanpa judgement.
Ketiga, Bali adalah wilayah yang kaya dengan perbedaan. Setiap wilayah bahkan sampai lingkup terkecil seperti banjar atau desa, memiliki kekhasan tradisi masing-masing. Pandangan dan tradisi di satu desa bisa jadi berbeda dengan pandangan dan tradisi desa tetangga terdekatnya, dan ini hal yang sangat biasa. Tidak ada tendensi untuk merasa paling benar sambil menghakimi yang berbeda sebagai pendosa. Penulis memiliki beberapa teman yang sudah menikah beberapa tahun dan belum memiliki anak. Keluarga-keluarga di desa penulis masih sangat tradisional dalam memandang pernikahan, bahwa pernikahan adalah sesuatu yang suci. Kesucian itu ditandai dengan ritual pernikahan yang khusuk dimana salah satu prosesinya adalah pengantin wanita memegang kain yang kemudian kain tersebut ditusuk dengan keris oleh pengantin pria. Jadi framing “Sing Beling Sing Nganten” tidak laku di desa penulis.
Keempat, peristiwa “hamil di luar nikah” bukanlah monopoli Bali. Penulis sudah mencoba melakukan searching berkali-kali dengan berbagai keyword yang netral, nama Bali bahkan tidak muncul di 2 halaman paling depan situs pencarian. Ada daerah-dareh yang mendominasi pemberitaan dengan kasus-kasus yang mencengangkan. Artinya, di jaman yang semakin terbuka dan modern ini, dimana para remaja memiliki daya jelajah pergaulan yang begitu luas, kasus hamil di luar nikah (bahkan di beberapa daerah menimpa anak-anak SMA/sederajat) sudah terjadi di banyak provinsi atau kabupaten/kota, dari berbagai etnis dan suku.
Con’t…
Romo Magnis hendak cerita kepada kami,
sembari ditemani air putih.
Silakan Romo kita ngobrolnya sembari makan siang, saya menawari beliau nasi kuning dan snack
"Sudah lama saya tidak makan siang", ujarnya.
Bagaimana kabarnya Romo? salah satu teman ngobrol bertanya.
"Ya puji syukur saya masih hidup"
Hahaha, tentu saja kami tertawa.
Lalu beliau bercerita. Siang itu romo mengnakan batik sederhana, lengan pendek. Arloji di tangan kirinya, dan tongkat yang diletakkan dekat dirinya.
"Falsafah Jawa itu mengutamakan keselarasan".
Bagaimana itu maksudnya Romo?
"Dalam pewayangan, misalnya ada kaum ksatria yang baik budi, seperti Pendowo. Juga ada kaum Kurowo yang dikisahkan memiliki sifat jahat. Dalam kisah lain ada juga kaum Raksasa. Rahwana itu buruk, tapi Kumbokarno yang selalu tidur, raksasa ini malah membela kebenaran. Padahal dia adik Rahwana."
Romo dengan perlahan, suaranya pelan, bicara soal pewayangan. Kami menyimak dengan seksama.
"Jangan lupakan dalam pewayangan Jawa, ada tokoh penting yang bukan dari kalangan ksatria maupun raksasa, atau dewa dewa. tokoh ini adalah wujud dari rakyat jelata. Namanya Punakawan."
Kami terus menyimak. Romo lebih senang jika yang bertanya ada di sisi kiri beliau. Telinganya masih mendengar dengan baik dibantu alat. Untuk telinga kanan, katanya sudah sama sekali tak mendengar.
"Jangan pakai loud speaker, saya justru sulit mencerna"
Kami pun akhirnya menggunakan lisan ala kadarnya yang volumenya kami besarkan, tanpa pelantang suara, ketika bertanya atau menanggapi beliau.
"Saya sedih. Dulu saya diberi wejangan oleh senior saya di Jesuit: tugas kamu sebagai pastor adalah: dengar, dengar, dan dengar jemaat kamu. Sekarang saya malah sulit dengar. Lebih mudah bicara, bicara, dan bicara."
Kembali ke soal punakawan, Romo meneruskan:
"Punakawan pun demikian, ada sisi gelap dan terang. Wujud rakyat yang lucu, kadang bicaranya ngelantur, tapi jujur. Gareng, Petruk, dan terutama Semar. Di sisi gelap ada togog, misalnya."
"Nah hebatnya punakawan adalah, para ksatria menganggap punakawan itu penting, Mereka selalu didengar keluh kesahnya, lontaran omongannya. bahkan Semar dianggap bagian dari Punakawan yang bisa memberikan nasehat kepada para Ksatria".
Kami angguk-angguk mendengar cerita beliau,
"Saya ingat, kalau tidak salah tahun 1997, saya diajak Aristides Katoppo, dari Sinar Harapan, menjenguk sahabat kami Pak Boediarto. Rumahnya hanya beberapa meter dari candi Borobudur. Saya berangkat ke Adisucipto, lalu naik taksi ke Magelang.
Malam itu ada acara ruwatan. Pak Boedi sakit keras dan kami berkumpul untuk menyaksikan acara ruwatan sekaligus pertunjukkan wayang dengan lakon Semar Kuning".
Lanjutnya,
"Saya kaget ternyata disana berkumpul lebih dari 30 tokoh yang berseberangan dengan Soeharto. Saya kenal betul sosok-sosok ini. Semuanya kok kumpul disini? Pak Boedi sendiri sakit dan terbaring di kamarnya. Saya hadir untuk menjenguk, ruwatan, melihat lakon Semar Kuning, dan tentu saja berkesempatan saling ngobrol membicarakan banyak hal, termasuk kondisi negara ini."
"Nah ini ada hal menarik..."
Kami pun terus mendengarkan beliau yang suaranya makin sayup sayup.
"Beberapa bulan kemudian, saya diberi tahu oleh Aristides. Tau tidak beberapa bulan lalu kita diundang ke Rumah Boedi? katanya. Ya tentu saja, kan bersama kamu, saya jawab. Tahu, siapa yang membiayai?
Untuk itu saya tidak tahu sama sekali
Lalu Aristides beritahu saya: Itu semua, kita kumpul di rumah Pak Boedi, kita makan malam, ada ruwatan, pertunjukkan wayang, semuanya dibiayai oleh Pak Harto..."
Wah tentu saja saya kaget. Bagaimana mungkin kami yang sering berseberangan dengan Pak Harto, lebih banyak mengkritik dia, apalagi kumpul semua yang oposisi ini, malah dibiayai.
itulah kompleknya manusia Jawa"
Saya yang takzim mendengarkan tentu saja ikut kaget.
Saya lalu bertanya, bagaimana dengan Prabowo Romo?
Singkat, padat dan jelas dijawab beliau.
"Dia sama dengan yang dialami saya"
Apa Romo?
"Sulit mendengar.."
Lo transfer uang ke nomor yang salah. Rp5 juta. Langsung panik. Hubungi bank. Bank bilang: "Maaf Pak, kami tidak bisa tarik paksa dana dari rekening penerima." Lo lemas. Padahal ada prosedur resmi yang hampir nggak ada yang kasih tau nasabah untuk situasi ini. Dan prosedur itu bisa selamatkan uang lo.
Yang pertama harus lo lakuin dalam 30 menit pertama: Hubungi call center bank lo segera. Minta pemblokiran rekening tujuan atas dasar salah transfer. Bank punya kewenangan untuk memblokir rekening penerima sementara sambil proses investigasi berjalan. Tapi ini hanya bisa dilakukan kalau lo lapor cepat. Makin lama lo tunggu, makin besar kemungkinan uangnya udah dipindah oleh penerima.
Yang jarang diketahui: ada dasar hukumnya. Salah transfer itu bukan kehilangan uang yang harus lo ikhlasin. Dasar hukumnya: KUH Perdata pasal 1359 tentang pembayaran yang tidak diwajibkan. Uang yang masuk ke rekening orang lain karena salah transfer itu bukan hak penerima. Penerima yang tidak mengembalikan uang salah transfer itu bisa dijerat pasal 85 UU Nomor 3 Tahun 2011 tentang Transfer Dana. Ancaman pidana: penjara maksimal 5 tahun atau denda maksimal Rp5 miliar.
Prosedur resmi yang bisa lo lakukan: Pertama: lapor ke bank lo dengan membawa bukti transfer. Minta surat konfirmasi salah transfer dari bank. Kedua: bank lo akan menghubungi bank penerima untuk koordinasi pemblokiran dan pengembalian dana. Ketiga: kalau penerima kooperatif, dana dikembalikan dalam 14 hari kerja. Keempat: kalau penerima tidak kooperatif, lo bisa lapor ke polisi dengan membawa surat konfirmasi dari bank sebagai bukti.
Yang perlu lo siapin sebagai bukti: Screenshot bukti transfer dengan nominal, waktu, dan nomor rekening tujuan. Mutasi rekening yang menunjukkan debet dari rekening lo. KTP lo sebagai pelapor. Semakin lengkap dokumen lo, semakin cepat proses penyelesaiannya. Jangan tunggu sampai besok. Kumpulkan semua bukti hari itu juga.
Yang juga jarang diketahui: transfer ke nomor yang salah lewat mobile banking itu ada perlindungannya. Bank Indonesia punya regulasi yang mewajibkan bank untuk membantu nasabah dalam kasus salah transfer. PBI Nomor 23/6/PBI/2021 tentang Penyedia Jasa Pembayaran itu mengatur kewajiban penyedia layanan untuk membantu penyelesaian transaksi yang bermasalah. Lo berhak minta bank untuk aktif membantu, bukan cuma bilang "kami tidak bisa."
Kalau transfer lo ke rekening penipu bukan salah transfer: Prosedurnya berbeda tapi tetap ada harapan. Lapor ke polisi dulu untuk dapat nomor laporan polisi. Lapor ke BPKN (Badan Perlindungan Konsumen Nasional) lewat https://t.co/4saBP7SuDE. Lapor ke OJK lewat https://t.co/ji2apoJgV0. Lapor ke Kominfo untuk pemblokiran nomor rekening penipu lewat https://t.co/3c6Qe1zI2k.
https://t.co/M0UxgLuJEH itu tools penting yang hampir nggak ada yang tau. Website resmi Kominfo: https://t.co/3c6Qe1zI2k. Lo bisa cek apakah nomor rekening yang mau lo transfer sudah pernah dilaporkan sebagai rekening penipu. Dan lo bisa laporkan rekening penipu di sana. Sebelum transfer ke rekening siapapun yang baru lo kenal, cek dulu di sana. 5 detik. Bisa selamatkan jutaan rupiah.
Modus salah transfer yang perlu lo waspadai: Ada modus di mana seseorang sengaja transfer ke rekening lo lalu minta dikembalikan ke nomor yang berbeda dengan dalih "itu nomor rekening saya yang baru." Jangan kembalikan ke nomor yang berbeda. Kembalikan hanya ke nomor rekening asal yang transfer ke lo. Modus ini sering dipakai untuk money laundering. Dan lo yang bisa tersangkut masalah hukum.
Kalau lo jadi penerima transfer yang salah dan nggak mau masalah: Jangan gunakan uangnya. Sama sekali. Hubungi bank lo dan beritahu bahwa ada dana masuk yang bukan hak lo. Minta bank untuk memfasilitasi pengembalian ke pemilik aslinya. Menggunakan uang salah transfer yang lo tau bukan hak lo itu bisa dijerat hukum yang sama dengan pencurian.
Satu hal yang paling penting dari semua ini: Simpan semua bukti transaksi digital lo. Bukan cuma screenshot yang bisa hilang kalau HP rusak. Bukti transfer itu dokumen yang lo butuhkan kalau ada sengketa finansial. Dan sengketa finansial itu nggak ada yang ngasih peringatan kapan datengnya.
cc : solusinyata_
Sudah mengirim somasi ke nomor yang mengancam, saya lampirkan juga somasinya secara terbuka melalui twit ini, agar bisa dijadikan periksa oleh pihak terkait.
Silahkan bagi warganet yg mau menggunakan substansi somasinya bila mengalami situasi serupa. Bisa dikirim secara pribadi.
Mengapa Negara Menzalimi Suami Saya, yang Tulus Berkorban Banyak Untuk Negara?
Sebagai istri, sakit hati rasanya. Enam belas tahun aku kenal Ibam, dia ngga money oriented. Niatnya tulus. Kalau sudah mau bantu, dia akan benar-benar bantu.
Ibam dituntut penjara 15 tahun dan harus bayar Rp16,9 miliar, kalau tidak maka pidananya ditambah 7,5 tahun.
Berarti, Ibam dituntut 22,5 tahun penjara.
Ibam, yang pernah menolak tawaran puluhan miliar karena merasa misi bantu negara lewat bangun teknologi masih belum selesai.
Sekarang ironisnya dituduh korupsi. Padahal sampai 57 saksi diperiksa, tidak ada satu pun bukti Ibam memperkaya diri. Tidak ada konflik kepentingan untuk memperkaya orang lain.
Dia hanya konsultan teknis, rela tolak tawaran asing, turun gaji demi negara, ngga punya jabatan dan kewenangan, selalu profesional dan netral dalam kasih masukan, tapi terjebak dalam pusaran para elite birokrasi.
Masukan teknis Ibam yang sudah terdokumentasi baik, transparan akan kelebihan dan kekurangan, diceritakan sepotong-sepotong saja oleh pejabat pengadaan. Sehingga seakan-akan Ibam memaksa hanya Chromebook.
Untungnya, Ibam punya banyak dokumentasi yang sudah jadi bukti di persidangan. Sudah terungkap di sidang bahwa:
1. Ibam bukan pejabat, tapi konsultan yayasan. Gaji Ibam sama sekali bukan dari APBN.
2. Ibam baru kenal Nadiem setelah dia jadi menteri. Ngga ada persekongkolan, dan ngga pernah ketemu personal.
3. Di banyak bukti chat & notulen rapat: Ibam tidak mengarahkan pengadaan, tidak buat kajian, bahkan Ibam minta kementerian untuk uji Chromebook dulu.
4. Pejabat Eselon I akhirnya mengakui: dia yang menolak masukan pengujian Ibam, dia yang memutuskan Chromebook lewat SK yang dia keluarkan.
5. Ahli IT telah menyatakan masukan Ibam sudah netral dan profesional, sesuai best practice keahlian, serta benar dalam menyerahkan keputusan ke kementerian.
Puncaknya, nama Ibam dicatut ke dalam SK pengadaan yang tidak pernah dia ketahui sebelumnya. Dalam pengesahan kajian Chromebook yang ditugaskan SK, tidak ada tanda tangan Ibam.
Terungkap juga di sidang, belasan pejabat, termasuk yang berupaya ‘menyalahkan’ Ibam, mengakui telah menerima ratusan juta rupiah suap dari vendor. Namun mereka semua bebas, tidak ada yang jadi tersangka.
Disaat mereka bebas, Ibam ditahan dan dituntut penjara. Bagiku perkara ini jelas. Suamiku bukan pelaku, tapi korban permainan elite birokrasi yang seenaknya melempar semua keputusan mereka pada Ibam.
Sekarang, kami hampir sampai di ujung jalan.
Ibam dituntut 22,5 tahun penjara.
Dua terdakwa lain, pejabat Eselon II di Kemendikbud, yang mengatur pengadaan dan sudah mengakui ada aliran dana sampai miliaran rupiah, dituntut 6 tahun saja.
Semakin kontras ketika surat tuntutan sendiri mengakui: tidak ada aliran dana ke Ibam.
Tuntutan bilang di laporan SPT 2021, kekayaan Ibam naik Rp16,9 miliar. Ibam sudah tunjukkan bukti di persidangan kalau itu dari saham Bukalapak yang didapat jauh sebelum Ibam menjadi konsultan Kemendikbud, tidak ada kaitannya sama sekali dengan Chromebook atau Gojek.
Bukti itu ditolak JPU dalam tuntutannya. Mereka bilang karena Ibam sudah resign, sahamnya hangus. Mereka tidak paham kata-kata dalam surat pemberian saham, bahwa yang hangus hanya “saham yang belum diberikan”. Padahal, sebelum resign juga ada sebagian saham yang sudah diberikan.
JPU menyatakan, karena mereka tolak bukti itu, Rp16,9 miliar Ibam diduga hasil korupsi, jadi mereka tuntut 15 tahun ditambah 7,5 tahun.
Bagi kami, ini puncak dari kezaliman. Ibam yang tidak pernah, sekali lagi, TIDAK PERNAH ADA ALIRAN DANA SAMA SEKALI, dikriminalisasi atas prestasinya bantu negara, yang tidak ada hubungannya dengan perkara.
Dua minggu lagi putusan Ibam akan dibacakan oleh Majelis Hakim, kami tetap berharap keadilan putusan bisa sesuai dengan fakta persidangan.
Karena, ini bukan sekedar perkara hukum, ini menyangkut nasib seseorang, masa depan keluarga kami, anak-anak kami, serta kemerdekaan kami sekeluarga.
Setahun terakhir ini adalah masa yang sangat berat bagi kami. Keluarga kami kehilangan penghasilan, kesehatan jantung Ibam kian memburuk, bahkan tabungan hidup kami terkuras habis untuk biaya medis dan biaya hukum.
Namun, aku bersaksi bahwa Ibam adalah seorang perintis. Hidupnya penuh perjuangan dari kecil, insya Allah kami siap bangun dari nol lagi.
Hanya saja, jika pengabdian untuk Indonesia harus dibayar semahal ini. Jika bukti persidangan sudah seterang ini, dan jika upaya mengkambinghitamkan Ibam sudah sekentara ini, dia tetap dipenjara puluhan tahun...
Ini adalah ketidakadilan yang teramat pahit.
Bukan hanya bagi Ibam, tapi bagi siapa pun yang pernah atau akan bantu bangsa ini dengan niat tulus.
Apa memang berbakti bagi merah putih seberbahaya ini?
Apa memang tidak ada keadilan bagi orang jujur yang sudah berkorban banyak bagi negara?
Tolong bantu kami mencari keadilan untuk Ibam selagi masih ada waktu. Mohon bantu bagikan tulisan ini, pada rekan atau kerabat, konsultan atau pejabat, siapapun yang bisa bantu menyuarakan keadilan dan memberi perhatian.
Agar tidak ada lagi profesional seperti Ibam yang jadi korban kriminalisasi.
Jakarta, 16 April 2026
Ririe - Istri dari Ibrahim Arief (Ibam)
BREAKING: WOW! A reporter bravely calls Trump out to his face after he falsely accused Iran of bombing the Iranian school that he destroyed: "Why are you the only person saying this?"
This is EXACTLY what we need from White House journalists!
"Footage shows that a Tomahawk missile likely destroyed that Iranian girls' school. So will the US accept any responsibility?" the first reporter asked.
"Well, I haven't seen it and I will say that the Tomahawk, which is one of the most powerful weapons around, is used by, you know is sold and used by other countries, you know that. And whether it's Iran, who also has some Tomahawks, they wish they had more, but uh... Whether it's Iran or somebody else. The fact that a Tomahawk— A Tomahawk is very generic. It's sold to other countries. But, uh, that's being investigated right now," Trump said.
In reality, the export of Tomahawk missiles is tightly controlled by the United States. Only America, the United Kingdom, Australia, and the Netherlands currently use the weapon. The suggestion that Iran has access to them is patently absurd.
The blatant falsehood from the president set up a knockout punch from another reporter—
"Mr. President, you just suggested that Iran somehow got its hands on a Tomahawk and bombed its own elementary school on the first day of the war, but you're the only person in your government saying this," said the reporter. "Even your Defense Secretary wouldn't say that when he was asked, standing over your shoulder on your plane on Saturday. Why are you the only person saying this?"
"Because I just don't know enough about it," said Trump. "I think it's something that I was told is under investigation, but Tomahawks are used by others, as you know... Numerous other nations have Tomahawks. They buy them from us, but I will certainly, whatever the report shows, I'm willing to live with that report."
Trump is lying because he doesn't want to own up to the fact that he murdered at least 165 people when a U.S. missile struck a school in Minab, Iran as part of a war of choice that he launched on behalf of Israel. The administration scrambled to claim that the horrific incident was caused by an Iranian rocket or missile misfiring, but new footage has emerged proving that it was an American Tomahawk.
It's now irrefutable that the United States killed those schoolchildren. This is the kind of evil that never washes out and no matter how much Trump lies about it, this will be a defining pillar of a legacy. He's the president who killed children in a pointless and illegal war and then refused to even admit to it.
Please ❤️ and share to demand that the United States take accountability!
Sebuah investigasi Al Jazeera Arabic mengungkap dugaan penggunaan senjata termal dan termobarik oleh Israel dalam perang di Gaza yang menyebabkan sedikitnya 2.842 warga Palestina lenyap tanpa meninggalkan jasad. Mereka tidak ditemukan sebagai jenazah utuh, melainkan hanya menyisakan percikan darah atau fragmen kecil jaringan tubuh.
Temuan tersebut disampaikan dalam laporan investigasi berjudul The Rest of the Story, yang mendokumentasikan pencatatan forensik Pertahanan Sipil Gaza sejak perang dimulai pada Oktober 2023. Hingga kini, Kementerian Kesehatan Palestina mencatat lebih dari 72.000 orang tewas akibat serangan Israel.
Salah satu korban adalah Saad, putra Yasmin Mahani, yang hilang setelah serangan udara Israel menghantam sekolah al-Tabin di Kota Gaza pada subuh 10 Agustus 2024. Mahani mengatakan ia menyusuri reruntuhan sekolah dan masjid di sekitarnya untuk mencari anaknya.
Juru bicara Pertahanan Sipil Gaza, Mahmoud Basal, mengatakan angka 2.842 warga yang dinyatakan lenyap bukanlah perkiraan, melainkan hasil pencatatan langsung di lokasi serangan. Timnya mencocokkan jumlah penghuni bangunan dengan jenazah yang ditemukan setelah serangan.
Para ahli yang diwawancarai Al Jazeera mengaitkan fenomena ini dengan penggunaan senjata termobarik dan amunisi termal, yang mampu menghasilkan suhu ekstrem hingga lebih dari 3.500 derajat Celcius. Senjata jenis ini bekerja dengan menyebarkan awan bahan bakar yang kemudian meledak, menciptakan bola api besar dan efek vakum.
SC https://t.co/wc8gqDcm8c
Ada anak kecil di kampung saya, Ngada, Flores, meninggal bunuh diri. Anaknya dikenal cerdas dan ramah di sekolah. Dia meninggal karena putus asa. Sebelum pergi, dia cuma minta satu ke mamanya.
'Mama, saya minta buku dan pena'
Mamanya ga bs kasi dua hal itu lantaran kondisi ekonomi memburuk.
Mungkin buat penguasa dan media massa, anak ini cuma satu angka di dalam statistik. Bahkan bs jadi mudah dilupakan.
Tapi buat saya, anak ini jadi bukti nyata bahwa kita semua gagal bukan karena pengaruh asing. Kebanyakan kita semua gagal karena kita ga mau berbenah. Kita tetap memilih pemimpin yg itu2 aja. Kita tetap mempertahankan institusi yg diisi oleh orang2 itu aja.
Kita sibuk mencari kesalahan org lain, tp kita ga pernah mau sama-sama berjuang sebagai anak bangsa.
Pak Presiden, bapak selalu bilang kalo Bapak adalah presiden semua orang. Saya gak minta Bapak jadi NABI.
Saya minta bapak tidak membiarkan sistem yg uda bobrok ini semakin bobrok.
Belum pernah sesakit hati ini nulis postingan di media sosial.
Gua Baru Tahu Minum Kopi Bisa Juga Bermanfaat untuk Ginjal Setelah Baca Jurnal Ini
Awalnya gua juga skeptis. Kopi selama ini sering dicap sebagai sesuatu yang “memberatkan ginjal”.
Tapi setelah baca penelitian kohort besar ini, pandangan gua berubah. Studi ini dipublikasikan di KI Reports (Kidney International Reports) dan menggunakan data dari Atherosclerosis Risk in Communities (ARIC) Study.
Penelitian ini melibatkan >14.000 orang dewasa untuk dinilai kebiasaan minum kopi, lalu dilihat hubungannya dengan kejadian gagal ginjal akut (acute kidney injury / AKI)
Nah hasilnya menarik nih, jadi dibandingkan orang yang hampir tidak pernah minum kopi, mereka yang mengonsumsi 2–3 cangkir kopi per hari ternyata memiliki risiko gagal ginjal akut lebih rendah sekitar 22–23%.
Nah mengapa kopi bisa bermanfaat untuk ginjal?
1. Komponen bioaktif dalam kopi, (seperti polifenol dan antioksidan) membantu memperbaiki oksigenasi jaringan ginjal, tanpa mengganggu aliran darah utama ke ginjal.
2. Efek protektif terhadap pembuluh darah, karena kopi dikaitkan dengan penurunan risiko disfungsi endotel, yang penting karena ginjal sangat sensitif terhadap gangguan vaskular.
3. Penurunan inflamasi sistemik, dengan inflamasi kronik derajat rendah adalah salah satu faktor risiko AKI.
4 Peningkatan sensitivitas insulin
budaya makan2 di tempat orang meninggal, dan keluarga yg ditinggal yg harus menyiapkan, membayar semua, ibarat sudah jatuh tertimpa tangga. lagi kena musibah harus keluar uang lagi
jadi ingat dulu ayah saya meninggal, di saat semua sedang kalut, menangis, berusaha berlapang dada, di saat yg sama harus menyiapkan sekian juta untuk tenda, orang melayat, makanan, dll.
seharusnya orang yg bertamu yg membawa makanan, memberikan uang, dan menghibur keluarga yg ditinggalkan.
just my opinion.
Dreams are easy. Doing is hard.
On the Christmas Special, I sat down with @ZBrownCEO, CEO of McLaren Racing, and this line stuck with me: “You’ve got to go get it.”
His point? Dreams only work if you do.
Watch now. Link in bio.