Ini isi suratnya,bikin terharu
Kepada Yth.
Bapak Prabowo Subianto
Presiden Republik Indonesia
di istana negara
Assalamu’alaikum Warahmatullahi Wabarakatuh
Dengan hormat,
Perkenalkan, nama saya Muhammad Rafif Arsya Maulidi, seorang pelajar kelas XI SMK NU Miftahul Falah Kudus. Saya berasal dari keluarga sederhana. Ayah saya bekerja sebagai buruh, dan ibu saya seorang ibu rumah tangga yang mendidik anak-anaknya di rumah. Sejak kecil, saya diajarkan untuk menghormati orang-orang yang berjasa dalam membentuk diri saya menjadi pribadi yang lebih baik, lebih cerdas, dan lebih beradab. Setelah orang tua, guru adalah sosok yang paling saya hormati. Guru di sekolah, ustadz yang mengajarkan mengaji, serta para kiai yang membimbing akhlak dan ilmu, memiliki peran besar dalam kehidupan saya.
Namun, saya melihat masih banyak guru, termasuk di SMK Miftahul Falah tempat saya belajar, yang mengabdi dengan penuh dedikasi tetapi belum memperoleh kesejahteraan yang layak. Di sisi lain, pemerintah mengalokasikan anggaran besar untuk Program Makan Bergizi Gratis (MBG).
Melalui surat ini, saya menyampaikan aspirasi pribadi. Saya menyatakan menolak untuk menerima MBG untuk diri saya. Jika memungkinkan, dana yang seharusnya dialokasikan untuk saya kiranya dapat dialihkan sebagai tambahan tunjangan bagi guru-guru saya.
Saat ini saya masih memiliki sekitar satu setengah tahun masa belajar di SMK. Jika dihitung secara sederhana (18 bulan x 25 hari x Rp15.000 = Rp6.750.000). Bagi saya pribadi, angka tersebut mungkin tidak mengubah banyak hal, tetapi dapat menjadi bentuk penghargaan atas dedikasi guru. Saya mohon alihkan jatah saya untuk kesejahteraan guru saja.
Saya mengajak teman-teman pelajar untuk tidak diam, sudah saatnya kita menyuarakan pentingnya kesejahteraan guru sebagai pilar utama kemajuan bangsa.
Surat ini bukan bentuk penolakan terhadap pemerintah, melainkan wujud kepedulian seorang pelajar terhadap kesejahteraan guru. Besar harapan saya agar aspirasi ini dapat menjadi bahan pertimbangan dalam kebijakan pendidikan ke depan.
Wassalamu’alaikum Warahmatullahi Wabarakatuh
Hormat saya,
Muhammad Rafif Arsya Maulidi
Pelajar SMK NU Miftahul Falah Kudus
Cc @prabowo
TERBONGKAR!
Kami sudah mengetahui siapa pemilik nomor HP +6281246030140 dimana Andi Azwan mengaku pemilik nomor ini adalah dr Tifa yang meminta RJ, padahal saya TIDAK PERNAH memiliki maupun menggunakan nomor tersebut, apalagi menghubungi Andi Azwan untuk minta RJ dan sebagainya.
Ternyata setelah kami cek nomor register, CDRI (Call Data Record Information), NIK, dan KK pemilik nomor ini ,adalah salah seorang Termul Senior!
Inilah kebodohan Gerombolan Termul, yang dengan ceroboh menggunakan nomor salah seorang dari mereka untuk membuat WA Palsu seakan-akan dari dr Tifa.
Nomor ini sudah kami laporkan, nama pemiliknya sudah tercatat, dan jika Termul-Termul macam-macam lagi kepada saya
Saya tidak akan segan melaporkan sebagai Tindak Kejahatan ITE yang sangat serius!
Peringatan lantang dari Syekh Maher Hamoud seakan mengguncang kesadaran dunia Islam membuka tabir ironi yang selama ini tersimpan rapat.
Seorang ulama Sunni (*bukan Salafi-Wahabi*) yang sepanjang hidupnya menyerukan persatuan umat dan keberanian melawan penjajahan, kini justru menyuarakan kritik paling jujur dan menyakitkan.
Ia menyingkap kenyataan pahit: mayoritas negara2 Muslim bermazhab Sunni memiliki segala yang dibutuhkan populasi besar, kekayaan melimpah, serta kekuatan politik yang luas.
*Namun ketika Palestina dihancurkan, yang lebih sering terdengar hanyalah kecaman tanpa tindakan, retorika tanpa keberanian, dan janji tanpa bukti nyata.*
Di saat sebagian hanya sibuk berbicara tentang hak Palestina “dari darat hingga laut”, lalu kembali diam tanpa langkah berarti, justru Iran yang tampil berbeda.
Dengan sikap tegas dan nyata, mereka berdiri, menentang, dan melawan.
Ironisnya, Iran yang merupakan negara Syiah, justru tampil paling keras dan konsisten dalam menghadapi Amerika serta proyek “Zionisme Israel Raya”.
*Fakta ini menjadi tamparan keras bagi banyak penguasa di dunia Islam—sebuah pengingat bahwa jumlah besar tanpa keberanian hanyalah angka tanpa makna.*
Hari ini, se-akan2 harapan dan keberanian dunia Islam bertumpu di pundak Republik Islam Iran.
Sebuah keyakinan sederhana namun kuat mengiringinya: bahwa Allah tidak akan pernah membiarkan hamba2-Nya yang berdiri membela agama-Nya berjalan sendirian.
Ini bukan sekadar tentang politik atau perbedaan mazhab. Ini tentang keberanian, keteguhan, dan pilihan untuk berdiri di sisi yang benar.
Lihat Qur'an Surah 47 ayat 7:
*"Hal itu (terjadi) karena mereka membenci (mengingkari/takut) apa yang diturunkan Allah (Al-Qur’an) sehingga Dia menggugurkan amal-amalnya.*