Father Fighter! • #SAHD! • Vivere con Ricordi • Both with you like barble. Fighter without slighter. • Come closer, ticker! • Jualan Jersey di @JerseyJerseyan
@matchayoghurtt ya emang bego kalo ini 🤧
Order itu standby di chat atau halaman ordernya.
Driver nunggu sampe 1 jam aja itu uda customer yang red flag parah!
@txtharihariWNI Dear para customer Ojol, aku sebagai driver, berilah rating kepada driver atas dasar REAL kualitas pelayanannya.
Jangan segan kasih rating jelek jika emang aslinya jelek.
Gak ada istilah mutus rejeki orang.
Yang bikin rejeki dia putus ya karena kualitas kerja dia sendiri.
Pengemudi Grab Pukul Pelanggan yang Menolak Batalkan Pesanan, Minta Bayaran Di Luar Tarif
Seorang pengemudi layanan pemesanan kendaraan dari Grab melakukan tindak kekerasan terhadap pelanggannya. Kejadian bermula ketika pengemudi bernama Subhiantara yang mengendarai kendaraan LCGC Calya berwarna oranye dengan pelat nomor F 1281 OS, meminta biaya perjalanan yang lebih tinggi di luar tarif resmi yang tertera pada aplikasi.
Saat pelanggan bersikeras menolak permintaan tersebut dan tidak mau membatalkan pesanan, pengemudi tersebut justru bertindak kasar hingga memukul pelanggan. Merasa diperlakukan tidak adil dan menjadi korban kekerasan, pelanggan segera melaporkan peristiwa ini ke layanan bantuan dan pengaduan konsumen @GrabID . Saat ini, korban masih menunggu kepastian serta tindak lanjut serius dari pihak penyedia aplikasi terkait kasus yang meresahkan ini.
HALLO DUNIA PENDIDIKAN, nih kepala sekolah dengan teman gurunya hohohihe.
Sudah gak kaget kalau teman sekantor seperti ini, walau mereka sudah sama2 berkeluarga. Apa Jantungnya tidak kuat yah langsung tumbang.
undip jember APBN
sc : ig kabarnegri
@Catatan_ali7 Lumajang!
Gak ada tempat se-slow living itu.
Bahkan Salatiga-pun kayaknya masih kurang slow kalo dibanding Lumajang.
Kotanya bener2 yang real kota.
Gak ada kendaraan besar yang lewat dalem kota.
Bahkan becak juga masih banyak seliweran. 🥹😍
Weekend gak pernah macet.
Ah sukaaa
Dalam video yang diunggah ke YouTube oleh seorang pria Jepang pada April 2026, terlihat para mucikari di Lokasari berulang kali meneriakkan kata “Seventeen” dan “Perawan” untuk mempromosikan prostitusi anak. Bukti nyata bahwa praktik prostitusi anak merajalela di Lokasari.