@grey_rainbow6 betul dong, karena dari awal emang gak ada penentangan. ngajak gue napak tanah berhadapan sama orang2 yg langgengin praktik ini ya ini gue lagi ngadepin betul gimana batunya mereka nurut sama praktik kolot dijalanin sama orang kolot dimuat sama pelajar lulusan kampus anti kolot
dia sampai kapanpun menolak utk kepikiran sampai sini. dulu taulebih pernah dikritis jadi enabler praktik konversi terapi, FGM dibilang goresan sedikit, narasi basi buat divide LGBTQ+ & SSA, & bawa gender unicorn ke platform edukasi seksual kek 🫨🫨
isu zhafira ini sesederhana "oh gini ya rasanya jd minoritas yg didiskriminasi? apa kabar minoritas di tanah air yg turut kusumbangi diskriminasi jg?" dan "knp aku mendukung diskriminasi sdgkan org yg kusukai malah inklusif?" loh
ngapain bawa2 politisi segala mata angin 🙂
@grey_rainbow6 seorang zhafira kita bereskpestasi blio menentang keras segala bentuk FGM bukan malah memadai bacaan yg abu abu kalo mereka ini edukator seks atau advokator. oh ya lupa berbasis islam ya
@QueenImaIsBack@hongmurr ini kalo zhafira backgroundnya lulusan madrasah yg masih cari titik temu utk ngambil beneficial dari FGM. blio lulusan harvard di mana WHO opposes segala bentuk FGM. platform terasa seperti advokator bukan melawan praktiknya. gak bisa disebut edu sex, wejangan agama iya
look how her people defending this practice in qrts & replies because it’s been passed down in the name of their religion for centuries. & orangnya langsung kabur jadi misionaris di jepang lagi
@hongmurr postingan tsb udah cukup lama, sekitar tahun 2024. tapi defendernya ada tuh yg malah ngasih gue link ✨khitan perempuan✨postingan pada bulan februari tahun ini
@imad_shinnyuki@kitcrab oh jadi bagian tubuh anak dimutilasi embel embel prosedur kosmetik. oh dari kecil udah disiapin bahkan tanpa consent si anak utk kebutuhan medis yg beneficial ya. gitu. semoga banyak muslim seperti kalian. seneng saya liatnya. @zhafiraqyla nih gambaran pasangan hidup lo
@heebanawal apasi victim complex. gak diminta menghargai juga udah kayak muscle memory utk tidak bereaksi terhadap apapun yg dilandasi keyakinan kalian karena simply kita takut sama kalian. gak perlu jadi queer, agama & suku minoritas aja takut sama kalian. cling to the power while still can
@bersuaraduka@zhafiraqyla kejauhan lo ke situ. ngapain minta support dari blio yg udah jelas pernah buat platform stigmatize queers? di sini kita g minta dukungan zhafira. di sini minta zhafira mengakui kesalahannya pernah diskriminasi terhadap queer selaku dirinya sekarang lg didiskrminasi di jepun
yang dimaksud menghargai ialah tidak bereaksi ataupun kritis atas landasan keyakinannya yg sudah menciderai banyak orang & ini gak cuma ngomongin queer saja. harmful bgt bisa kepikiran tweet gitu. kalian itu datang dari jumlah besar, terakui, apasih yg tidak dihargai??
@yellow_daisy22 iya. seingetku ya kritik pd waktu itu krn mrk g ada penantangan ataupun argumentasi tanding mengenai praktik itu surrounded their faith. malah kek tried utk cari titik tengah seolah “beneficial” simply bcs it had been passed down through their religion for centuries til feminism
@kitcrab iya. dia sendiri ada pernyataan seuprit atas penentangan FGM tapi kontradiktif sama postingan yg dibuat dari forum edu seks yg dia buat di instagram. gak tau bagaimana itu bisa approved utk dipublish but should tell you more how awful people who work in that forum are
@nazionists@imaamwhy ya terus??? OP imply kalimat tersebut seolah gak ada ruang utk muslim. jangankan ruang utk ketidaksetujuan terhadap LGBT, ruang yg gak ada relevansinga aja cari cocoklogi supaya selalu muat disegala hal. ruang utk kalian selalu ada.
there should be room for religious people to be disagree on LGBT through that lens while still treating lgbt people with dignity and respect and also supporting them in fighting the discrimination they face