Kasus perusakan rumah doa umat Kristen terus terjadi, dua anak terluka (27/7/2025)
📍Padang
Benarkah Situasi ini sengaja dipelihara demi menjaga suhu polarisasi?
agar ketika musim pilpres tercipta dua kelompok Fanatis
1. Toleran ( Besar) .
2. Intoleran ( kecil)
lalu kemudian di munculkanlah Capres Toleran dan Intoleran?
dan akhirnya kelompok besarlah yang menang?
INI BUKAN SOAL CEBONG KADRUN KAMPET!
TAPI SOAL SIAPA DI BALIK KEKUATAN YANG MEMELIHARA, MENCIPTAKAN SITUASI DAN KONDISI INI TERUS TERJADI!!
ZAMAN SOEHARTO GA ADA UMAT BERAGAMA BERTENGKAR SEPERTI INI!
REFORMASI TAI ANJING KELEN SEMUA!!
Perang Israel-Iran: Rekap Tiga Hari Pertempuran
Dalam tiga hari pertama konflik berskala besar antara Israel dan Iran, kedua pihak telah menunjukkan kekuatan militer mereka secara terbuka. Namun, dari sisi hasil dan dampaknya, Israel tampaknya memegang kendali strategis yang semakin dominan.
---
Serangan Iran: Skala Besar, Dampak Terbatas
Iran meluncurkan gelombang serangan langsung ke wilayah Israel:
Sekitar 380 rudal balistik ditembakkan ke arah Israel.
Sekitar 100 drone juga diluncurkan untuk menembus pertahanan udara Israel.
Serangan ini mengakibatkan 24 warga sipil Israel tewas, dan ratusan lainnya terluka, mayoritas luka ringan.
Sejumlah bangunan mengalami kerusakan berat, khususnya di lokasi jatuhnya pesawat atau pecahan rudal.
Meskipun serangan ini menciptakan kepanikan dan korban, secara strategis dampaknya terbatas dibandingkan dengan balasan Israel.
---
Respons Israel: Serangan Presisi dan Efektif
Israel tidak hanya bertahan. Mereka bergerak cepat, terorganisir, dan menghantam titik-titik vital Iran:
120 dari 360 peluncur rudal balistik Iran dihancurkan, melemahkan sepertiga kemampuan ofensif utama Iran.
15 ilmuwan nuklir senior tewas, merusak infrastruktur pengembangan senjata nuklir Iran.
Puluhan tokoh senior sistem keamanan Iran dieliminasi, termasuk:
Komandan Garda Revolusi
Kepala Staf Angkatan Bersenjata
Kepala intelijen, komandan udara, polisi Teheran, dan pimpinan milisi penting
Sistem pertahanan udara Iran lumpuh, memungkinkan Israel meraih superioritas udara penuh.
Fasilitas nuklir strategis dihancurkan:
Natanz dan Isfahan hancur total
Arak, pusat air berat, diserang
Fordow, yang berada 90 meter di bawah tanah, terkena dampak ringan di area sekitarnya
Kantor pemerintah di Teheran dan infrastruktur ekonomi juga menjadi sasaran:
Depot bahan bakar dan kilang minyak di Teheran
Kilang Fajr Jam di Bushehr
Fasilitas penyulingan minyak di Kermanshah
Jet tempur Israel menghancurkan hanggar militer dan pesawat pengisian bahan bakar Iran
Agen Mossad beroperasi di dalam wilayah Iran, melancarkan pembunuhan dan sabotase tingkat tinggi.
Warga Iran mengungsi, termasuk dari ibu kota Teheran.
Menurut data resmi Iran, 224 warga tewas dan 1.277 terluka dalam waktu tiga hari.
---
Momentum: Waktu Berpihak pada Israel
Israel membuka pertempuran dengan kejutan strategis dan segera merebut kontrol udara atas Iran. Hasilnya: serangan udara presisi tanpa hambatan berarti. Dalam 72 jam, Iran kehilangan sepertiga peluncur rudalnya—senjata utama yang mengancam wilayah Israel.
Setiap hari, dominasi Israel makin terlihat. Iran kehabisan waktu, sumber daya, dan kemampuan menyerang. Dalam dua minggu, dampaknya bisa jauh lebih besar.
Sementara itu, oposisi terhadap rezim Iran, baik dari dalam maupun luar negeri, mulai menunjukkan tanda-tanda bergerak. Tekanan terhadap pemerintahan Iran semakin besar.
---
Kesimpulan: Pergeseran Kekuatan di Timur Tengah
Israel bukan hanya menahan gempuran, tapi juga membalikkan keadaan. Dengan dukungan penuh dari Amerika Serikat dan legitimasi internasional, IDF berhasil menekan Iran secara militer dan psikologis.
Momentum jelas berada di tangan Israel. Dalam konflik ini, mereka tidak hanya bertahan—mereka menang. Dan kemenangan ini bisa menjadi titik balik dalam lanskap kekuatan Timur Tengah.
“Virgin female prisoners should be raped before execution so that they do not go to heaven.”
-Ayatollah Khomeini
(founding leader of the Islamic regime in Iran).
Just a reminder that this is the evil that Israel is fighting.
Jadi
Memang ada mahasiswa bernama itu.
Kuliah di Fakultas itu. Universitas itu.
Orangnya agak tinggi kurus, kacamata, kumisan, hidung mancung, gigi rapi, kulit gelap, rambut tebal agak ikal.
Suka naik gunung, karena buat kompensasi ternyata dia susah mengikuti perkuliahan di fakultas itu universitas itu.
Nilainya standar, banyak C juga banyak D, ada beberapa nilai A dan B, tapi ya persakom atau perdua koma mepet lah.
Suatu ketika mahasiswa itu ngilang, lenyap tak berbekas. Entah kemana, teman-temannya ngga kecarian juga karena dia tidak menonjol, tidak popular, dan biasa banget lah kehidupan kampus.
Lalu
Beberapa tahun kemudian, ada orang bernama sama, mengaku lulusan fakultas itu universitas itu
Orangnya agak tinggi kurus, botak atau rambut tipis, tanpa kumis tanpa kacamata, hidung sedang, gigi berantakan.
Dan pada satu momentum, terjadi sesuatu yang tidak disangka dan tidak diduga.
............
Brenti dulu cape nulis.
Lanjut yuk