Seminimalnya kita yg bukan siapa-siapa, kita perlu sebarkan keindahan dalam gambar ini. Siapa tau dapet atsarnya mencintai ulama dan bisa buat nyangkal pitakon kubur nanti .
Tadi pagi pas di kampus, dosen tanya saya.
Dosen:Mas Faiz dulu S1nya ambil apa?
Me:Hukum Keluarga Islam pak.
Dosen: oh, skrng S2 ambil kelas saya brrti mau konsen Hukum Ekonomi Islam ya
Me:Nggeh pak leres
Dosen:Lah ini, sangat linier kemarin mikirin keluarganya skrg ekonominya ya
pak faiz tadi ditanya audiens: โapa kalimat yang tepat, yang pengin didengerin orang2 yang lagi berduka?โ
dijawab: โgak ada. gak perlu. mereka gak butuh itu. diam saja. kalau mau membantunya, pastikan aja kalau kamu selalu ada.โ
Yg membawa hidup kita menjadi tenang itu mental yg kuat sama mindset yg bagus.
Orang bisa punya uang banyak tapi mindsetnya buruk, gajadi apa apa tuh uang. Begitupun kalo mentalnya lemah, ia akan tdk akan siap bila kehilangan uang tersebut.
Kabeh ono mangsane, badai pasti berlalu. Jangan bersuka ria dalam kelalaian,. Jangan bersedih betlarit-larut. Semua ada masanya. โNudawiluha bainannasโ. Lagian tak ada bahagia tanpa ada kesedihan. Semua adalah nikmat Ilahi yang harus kita syukuri. Alkhamdulillahi ala kulli khalin.
Foto; dengan tokoh-tokoh yang aku banggakan. Khuddam NU desa Deres kec. Kedungjati. Adem bahagia bersama beliau-beliau. Barakallohu lahum.
Tahun yg paling krasa lama dan capek ya 2025. Masa-masa yg banyak saya berfikir panjang.
Semoga segala upaya baik di 2025 menjadi titik baik untuk seterusnya.
Tulisan adalah penyambung antara maksud hati penulis dan pemahaman pembaca. Maka tulisan itu perantara hal yang gaib dengan gaib yang lain. Sejauh mana penulis dapat mengungkapkan isi hati yang gaib itu dan sejauh mana pembaca memahami pikiran/hatinya dalam ruang yang gaib itu. Tentu ketepatan pesan yang ditangkap pembaca dari penulis membutuhkan kedekatan frekwensi kegaiban anta penulis dan pembaca. Demikian kira-kira yang dimaksud Syaikh al-Akbar.
Makanya jangan tergesa-gesa menilai penulis atau memvonisnya dengan ini itu, membenci atau menyukai. Tulisan berbeda dengan lafal yg diucapkan yang maknanya dibantu dengan mimik dan ekspresi pembicara. Memahami tulisan lebih rumit karena butuh memahami karakter penulis dan situasi waktu menulis. Kita butuh bantuan orang yang lebih memahaminya. Karena itulah kita perlu guru untuk memahami al-Qurโan atau al-Hadits.
Saya pun mohon maaf apabila tulisan saya di platform x ini yang tuan-tuan pahami sebagai hal yang menyakitkan. Namun maksud saya semestinya bukanlah begitu.