kalian slalu beralasan anies dan ganjar memangnya kalau kepilih bisa apa?
FAKTA : ganjar dan anies bisa ngurus keluarga dgn baik dan benar
FAKTA2 LAIN:
1. Keduanya pernah mimpin kota sbg walkot & gubernur. Anies bahkan pernah jd menteri.
2. Keduanya dr ranah sipil
3. Keduanya ga ada track record pelanggaran HAM or dipecat.
4. Keduanya taat konstitusi
5. Program2nya lebih makes sense & invest ke otak, bukan cm ngenyangin perut.
Istrinya Anies dan Ganjar ibu2 beneran, Bukan ibu2 jadi2an.
Ust. Fatih Karim yg podcast sama Nikita Willy dan Indra : Rasulullah itu jadi suami dulu baru jadi nabi. Kenapa? Karena jadi suami itu laboratorium paling berat bagi laki-laki ya dirumah (tangga)
Baru Cincha Laura Kiehl artis yg brani nyenggol kebijakan pemerintah yg morat-marit ky ranjang Teddy.
Dia tegas menyuarakan kesejahteraan & keadilan rakyat yg TIDAK merata sejak kepemimpinan badut gemoy
Artis lainnya masih aman dan tenang berlindung dibalik lagu ok gas.. ok gas...
Kalau rupiah benar-benar tembus Rp20.000 per dolar, ada satu kelompok yang bisa sangat tertekan.
Bukan orang miskin.
Bukan juga orang kaya.
Tapi kelas menengah.
Kelompok yang "terlalu kaya" untuk dibantu tapi "belum cukup kaya" untuk terlindungi.
Mereka terlihat baik-baik saja dari luar.
Padahal sedang menopang semua bebannya sendiri.
Cicilan rumah, sekolah anak, orangtua yang mulai menua, dan standar hidup yang harus terus dipertahankan.
Masalahnya, selama bertahun-tahun banyak yang mengira mereka sedang membangun kekayaan.
Padahal yang dibangun baru kehidupan yang lebih mahal.
Penghasilan naik, tapi cicilan ikut naik.
Penghasilan naik, tapi kebutuhan ikut naik.
Penghasilan naik tapi rasa aman tidak ikut naik
Itulah mengapa banyak keluarga merasa:
“Gaji saya jauh lebih besar dibanding beberapa tahun lalu, tapi kenapa hidup terasa lebih berat?”
Kalau dolar benar-benar menuju Rp. 20.000, yang perlu dikhawatirkan bukan cuma kursnya, tapi kenyataan bahwa banyak keluarga akan baru sadar:
selama ini mereka hidup nyaman bukan karena keuangannya yg kuat, melainkan karena kondisi ekonomi masih cukup baik untuk menopangnya.
dan ketika kondisi itu berubah…
yang bertahan bukan siapa yang bergaji besar tapi siapa yang punya bantalan finansial.
Btw kunjungan dia ke Roma "ditolak" karena gak ada petinggi negara yang mau nyambutnya karena kunjungannya terlalu dibuat2.
Dan bukannya balik ke Indo, belio malah nambah destinasi kunjungan nya ke Austria dan Hungaria.
Ibarat anak2, makin dilarang makin dia kerjakan. Makin dikritik tentang kunjungan luar negerinya, makin berlama2 dia di luar negeri 🙄
INDONESIA SEDANG CARUT MARUT,
SUMATERA GELAP, PAPUA MERANA, RUPIAH TERBURUK SEPANJANG SEJARAH, EL NINO MENGANCAM, IHSG CETAK LOWER LOW, BANYAK LAGI !!
PRESIDEN ???
MEMILIH KE PARIS !!
Selasa, 26 Mei 2026. Sementara Presiden Prabowo Subianto mendarat dengan karpet merah di Bandara Orly, Paris, setelah 16 jam penerbangan diiringi musik "Sous le ciel de Paris" negeri yang beliau pimpin tengah dilanda badai berlapis-lapis.
RUPIAH HANCUR
Hari ini rupiah dibuka di level Rp17.855 per dolar AS. Melemah terus sejak awal tahun, sudah anjlok lebih dari 6% dan kini masuk daftar mata uang terlemah di Asia. Mata uang negara tetangga justru kompak menguat. Hanya kita yang terus turun.
SUMATERA GELAP TOTAL
Jumat malam, 22 Mei 2026, pukul 18.44 WIB. Seluruh jaringan listrik Sumatera lumpuh total. Blackout massal melanda Aceh, Sumatera Utara, Sumatera Barat, Riau, Jambi, hingga sebagian Sumatera Selatan. Warga panik. Sinyal putus. BBM genset langka. Ada korban jiwa. PLN minta maaf, menyebut penyebab awal gangguan transmisi 275 kV di Jambi akibat cuaca buruk.
Namun pengamat seperti Said Didu menuding akar masalahnya jauh lebih dalam: berkurangnya pembangunan infrastruktur kelistrikan secara drastis selama 10 tahun terakhir.
Listrik baru pulih total Minggu pagi, 24 Mei.
Tiga hari rakyat Sumatera hidup dalam kegelapan.
PESTA BABI: KETIKA FILM DILARANG LEBIH KERAS DARI MASALAHNYA
Film dokumenter "Pesta Babi: Kolonialisme di Zaman Kita" karya Dandhy Laksono mengungkap bagaimana 2,5 juta hektar hutan Papua Selatan akan dikonversi untuk perkebunan industri PSN yang mengancam kehidupan masyarakat adat suku Marind, Yei, Awyu, dan Muyu. Sejak April hingga Mei 2026, sedikitnya 21 kali intimidasi serius terjadi saat pemutaran film ini di berbagai daerah pembubaran paksa, telepon dari aparat, hingga pengawasan intelijen. Amnesty International Indonesia menyebut ini sebagai kegagalan terang-terangan negara melindungi kebebasan berekspresi.
Yang ironis: negara lebih gesit membubarkan nobar film daripada menyelesaikan perampasan tanah yang menjadi isi filmnya.
Banyak yang bertanya: kalau terjadi kerusuhan, bencana, atau krisis mendadak saat Prabowo di Paris apakah Gibran bisa langsung bertindak?
Apakah Gibran otomatis jadi Presiden?
Jawabannya:
TIDAK OTOMATIS, tapi ada mekanismenya.
Secara hukum, ketika Presiden melakukan kunjungan ke luar negeri, Presiden menerbitkan Keputusan Presiden (Keppres) yang menugaskan Wakil Presiden untuk menjalankan tugas-tugas presiden selama kunjungan tersebut.
Ini bukan pelimpahan kekuasaan penuh, bukan Plt. Presiden, dan bukan pergantian jabatan.
Gibran menjalankan tugas teknis pemerintahan harian atas nama Presiden semua keputusan strategis besar tetap menjadi tanggung jawab Prabowo.
Artinya: jika ada kerusuhan, Gibran bisa koordinasikan Polri dan TNI dalam kapasitas tugas harian. Tapi untuk menetapkan keadaan darurat nasional, misalnya, itu tetap wewenang Presiden yang bisa dilakukan dari mana pun, termasuk dari Paris, karena teknologi komunikasi tidak mengenal jarak.
Dan bagaimana jika keduanya Presiden dan Wapres berhalangan secara bersamaan?
Barulah berlaku mekanisme Triumvirat: Menteri Dalam Negeri, Menteri Luar Negeri, dan Menteri Pertahanan secara bersama-sama menjadi pelaksana tugas kepresidenan, berdasarkan Pasal 8 Ayat 3 UUD 1945.
Dalam Kabinet Merah Putih saat ini, ketiganya adalah Tito Karnavian, Sugiono, dan Sjafrie Sjamsoeddin.
Rupiah di Rp17.768.
Sumatera baru saja keluar dari kegelapan tiga hari.
Papua dibungkam lewat film dokumenter.
Dan pemimpin negara ada di Paris.
Pertanyaannya bukan siapa yang secara teknis memegang stempel kekuasaan hari ini.
Pertanyaannya adalah:
apakah kekuasaan itu benar-benar hadir untuk rakyatnya?