MENOLAK LUPA. KAMIS, 28 AGUSTUS 2025
AFFAN KURNIAWAN, SEORANG PENGEMUDI OJEK ONLINE KEHILANGAN NYAWANYA SETELAH DITABRAK DAN DILINDAS KENDARAAN TAKTIS BRIMOB DI KAWASAN PEJOMPONGAN, JAKARTA PUSAT
Saat masih kuliah di UGM, saya mendengar kabar seorang diplomat muda Indonesia di London berani tampil di BBC World Debate, berhadapan dgn diplomat senior Ramos Horta, di saat atmosfer internasional sedang menyudutkan Indonesia. Diplomat muda Indonesia itu tampil gemilang menjaga nama Indonesia tegak berwibawa. Di situlah pertama kali saya mendengar namanya: @dinopattidjalal.
Beberapa tahun kemudian, saat sedang menempuh progam PhD di Illinois, kami berjumpa langsung. Dino datang ke Chicago menjelaskan keadaan mahasiswa dan diaspora Indonesia pasca-9/11. Yg kami temui adalah diplomat muda yg cerdas, artikulatif, dan mampu menangani persoalan rumit dgn ketenangan diplomatik yg sulit ditiru.
Tahun 2012, sebagai Dubes di AS, Dino menggagas Kongres Diaspora Indonesia pertama di Los Angeles, mempertemukan diaspora dari seluruh dunia. Saya termasuk yg ia undang. Ia lalu mendirikan FPCI, komunitas kebijakan luar negeri terbesar dan berpengaruh, yg ikut melahirkan generasi diplomat baru, ujung tombak kita di panggung global.
Menguasai substansi, rekam jejaknya teruji, dan pengalaman memimpinnya luas. Itulah Dino. Karier diplomatiknya panjang dan ajeg, kecintaannya pada politik luar negeri Indonesia begitu dalam. Dino Patti Djalal, bukan karbitan jadi diplomat, bukan pula karbitan jadi pejabat.
Innalillahi wa inna ilaihi raji'un.
Berduka mendalam mendengar kabar kecelakaan kereta di Stasiun Bekasi Timur. Menurut informasi terakhir, peristiwa ini telah merenggut 14 nyawa dan melukai puluhan korban lainnya. Sesak rasanya mendengar keterangan Basarnas bahwa seluruh korban yang dievakuasi adalah perempuan, terlebih saat membaca kesaksian dari mereka yang mengenal para korban.
Semoga para korban yang gugur diterima di sisi terbaik Allah SWT, keluarga yang ditinggalkan diberi ketabahan, serta para korban luka segera dipulihkan kesehatannya.
Dalam situasi seperti ini, prioritas pertama tentu evakuasi, penyelamatan, serta penanganan para korban. Mari kita berikan apresiasi dan dukungan kepada para petugas yang bekerja di lokasi kejadian, mulai dari tim SAR gabungan, kepolisian, petugas KAI, aparat Pemda setempat, hingga tenaga kesehatan di rumah sakit yang menangani para korban. Semoga mereka semua diberi kekuatan untuk bekerja lugas dan tuntas, sehingga beban para korban beserta keluarga bisa terus berkurang.
Prioritas berikutnya, operasional stasiun dan lintasan perlu segera berangsur normal agar warga lain yang harus menjalani aktivitas hariannya tidak ikut terganggu. Apresiasi dan dukungan kembali kita sampaikan kepada semua pihak yang bekerja keras memulihkan layanan publik, baik jajaran KAI, aparat Pemkot Bekasi dan pemerintah pusat yang turun menangani.
Juga Pemda sekitar dan pihak-pihak lain yang ikut membantu, seperti TransJakarta yang telah menyediakan shuttle tambahan sebagai pengganti layanan kereta yang terhambat pun patut mendapat apresiasi yang sama.
Terakhir, mungkin yang terpenting, semoga peristiwa ini bisa diinvestigasi dan dievaluasi secara menyeluruh. Bukan untuk mencari siapa yang paling salah, karena tidak ada satu pun pihak yang menghendaki kecelakaan ini terjadi. Evaluasi menyeluruh diperlukan agar peristiwa serupa tidak terulang di kemudian hari, baik di Bekasi maupun di daerah lain.
Banyak hal yang masih bisa diperbaiki, mulai dari praktik internal armada taksi, pengelolaan perlintasan tidak resmi oleh Pemda, hingga sistem peringatan dini yang lebih efektif bagi kereta terhadap gangguan pada lintasan. Kita bisa belajar dari industri penerbangan dunia yang konsisten melakukan evaluasi menyeluruh terhadap setiap kecelakaan, lalu menjadikan hasilnya sebagai bahan perbaikan standar yang berlaku global.
Kecelakaan ini terlalu mahal harganya untuk tidak menjadi pelajaran bagi perbaikan ke depan.
Mari sama-sama mendoakan para korban beserta keluarganya, sekaligus memberi dukungan kepada para aparat yang sedang menuntaskan penanganan. Semoga kita semua selalu berada dalam lindungan Allah SWT.
Abu Janda sudah seharusnya di-blacklist dari semua panggung diskusi.
Firdaus Oiwobo, Pitra, dan sejenisnya yang berperan sebagai badut diskusi memanglah menyebalkan,
tapi Abu Janda ini bukan menyebalkan, tapi menjadikan diskusi rusak sepenuhnya dan menjadi penyakit bagi demokrasi kita.
"Gua ga ada urusan sama perasaan lo Anj!ng," Abu Janda.
Ini part paling menyedihkan sih. Mau kata "anj!r" atau "anj!ng" artinya benar2 merendahkan keilmuan seorang profesor Ikrar Nusa Bhakti.
Prof Ikrar santai saja, tapi kelakuan Abu Janda benar2 BIADAB.
RT For Good Luck ๐๐๐๐๐๐๐๐๐๐๐๐๐๐๐๐๐๐๐๐๐๐๐๐๐๐ ๐๐๐๐๐๐๐๐๐๐๐๐๐๐๐๐๐๐๐๐๐๐๐๐๐๐ ๐๐๐๐๐๐๐๐๐๐๐๐๐๐๐๐๐๐๐๐๐๐๐๐๐ ๐๐๐๐๐๐๐๐๐๐๐๐๐๐๐๐๐๐๐๐๐๐๐๐๐๐ ๐๐๐๐๐๐๐๐๐๐๐๐๐๐๐๐๐๐๐๐๐๐๐๐๐๐
RT For Good Luck ๐๐๐๐๐๐๐๐๐๐๐๐๐๐๐๐๐๐๐๐๐๐๐๐๐๐ ๐๐๐๐๐๐๐๐๐๐๐๐๐๐๐๐๐๐๐๐๐๐๐๐๐๐ ๐๐๐๐๐๐๐๐๐๐๐๐๐๐๐๐๐๐๐๐๐๐๐๐๐ ๐๐๐๐๐๐๐๐๐๐๐๐๐๐๐๐๐๐๐๐๐๐๐๐๐๐ ๐๐๐๐๐๐๐๐๐๐๐๐๐๐๐๐๐๐๐๐๐๐๐๐๐๐
Rt for good luck ๐๐๐๐๐๐๐๐๐๐๐๐๐๐๐๐๐๐๐๐๐๐๐๐๐๐ ๐๐๐๐๐๐๐๐๐๐๐๐๐๐๐๐๐๐๐๐๐๐๐๐๐๐ ๐๐๐๐๐๐๐๐๐๐๐๐๐๐๐๐๐๐๐๐๐๐๐๐๐ ๐๐๐๐๐๐๐๐๐๐๐๐๐๐๐๐๐๐๐๐๐๐๐๐๐๐ ๐๐๐๐๐๐๐๐๐๐๐๐๐๐๐๐๐๐๐๐๐๐๐๐๐๐