BREAKING NEWS !!!
HARGA PERTAMAX MELEDAK!
NAIK RP 3.950 DALAM SEMALAM
ATAU SEKITAR 32.1% CUY !!!
ESTIMASI 25-35 JUTA ORANG TERDAMPAK !!!
DITENGAH HARGA MINYAK DUNIA YANG MULAI TREND TURUN?
ADA APA SEBENARNYA?
Pertamax RON 92 naik Rp 3.950 per liter dari Rp 12.300 menjadi Rp 16.250 per liter.
Sementara Pertamax Green 95 RON 95 naik Rp 4.100 per liter dari Rp 12.900 menjadi Rp 17.000 per liter.
Dalam persentase:
Pertamax RON 92 naik 32,1 persen
Pertamax Green RON 95 naik 31,8 persen
Ini bukan kenaikan kecil-kecilan. Naik sepertiga harga dalam semalam adalah sesuatu yang langsung terasa di kantong.
Untuk BBM bersubsidi seperti Pertalite RON 90 dan Solar bersubsidi, harganya tetap tidak berubah, masing-masing Rp 10.000 dan Rp 6.800 per liter.
Pertamax Turbo RON 98, Dexlite, dan Pertamina Dex juga tidak mengalami perubahan harga.
KENAPA HARGA NAIK SECARA MENDADAK?
Ini merupakan kenaikan harga Pertamax perdana setelah lonjakan harga minyak dunia akibat perang Israel-Iran yang pecah sejak 28 Februari 2026 lalu.
Ketika harga BBM non-subsidi lainnya sudah mengalami kenaikan sejak 18 April 2026, harga Pertamax masih belum mengalami penyesuaian.
Artinya, Pertamina sudah menanggung selisih harga cukup lama sebelum akhirnya menyesuaikan harga hari ini.
Ada tiga faktor utama di balik keputusan ini:
Pertama, harga minyak dunia melonjak akibat konflik geopolitik Timur Tengah yang belum mereda. Harga minyak mentah dunia sudah jauh melampaui asumsi APBN.
Kedua, penyesuaian harga dilakukan setelah melalui serangkaian evaluasi menyeluruh sesuai formula harga yang ditetapkan pemerintah, sebagai upaya menjaga keberlanjutan pasokan energi nasional.
Ketiga, pelemahan Rupiah yang signifikan. Karena minyak dibeli dalam dolar AS, sementara Rupiah melemah akibat gejolak global, biaya impor minyak untuk diolah menjadi BBM otomatis membengkak.
KONSUMSI PERTAMAX 5 TAHUN TERAKHIR
Konsumsi BBM Pertamax RON 92 di Indonesia mencapai 5,77 juta kiloliter sepanjang 2022, tidak jauh berbeda dengan 2021.
Data dari berbagai sumber menunjukkan tren konsumsi Pertamax dalam 5 tahun terakhir sebagai berikut:
2021: sekitar 5,7 juta kiloliter per tahun
2022: 5,77 juta kiloliter (naik 1 persen)
2023: estimasi 6,0โ6,3 juta kiloliter (pascapandemi pulih penuh)
2024: estimasi 6,5โ7,0 juta kiloliter (pertumbuhan ekonomi dan kendaraan)
2025: estimasi 7,0โ7,5 juta kiloliter (konsumsi Pertamax harian normal sekitar 18.000โ21.000 KL/hari)
Data Pertamina menunjukkan penjualan Pertamax pada periode normal rata-rata mencapai sekitar 18.606 kiloliter per hari, sementara pada momen puncak seperti Ramadhan dan Lebaran bisa melonjak hingga 21.713 kiloliter per hari atau naik 16,7 persen.
BERAPA ORANG YANG TERDAMPAK?
Pengguna Pertamax adalah segmen kendaraan menengah ke atas pemilik mobil mesin 1.500 cc ke atas, kendaraan LCGC yang memilih premium fuel, dan pengendara motor kelas premium.
Berdasarkan data kendaraan bermotor Indonesia yang menembus 147 juta unit, dan proporsi pengguna Pertamax yang diperkirakan sekitar 15โ20 persen dari total pengguna BBM bensin, maka estimasi pengguna yang terdampak langsung:
Pengguna Pertamax aktif: 20โ30 juta orang
Pengguna Pertamax Green: 3โ5 juta orang
Total terdampak langsung: estimasi 25โ35 juta orang Indonesia
POTENSI KENAIKAN PENDAPATAN PERTAMINA
Asumsi konsumsi Pertamax saat ini sekitar 7,0 juta kiloliter per tahun atau sekitar 7 miliar liter per tahun.
Kenaikan harga Pertamax: Rp 3.950 per liter
Kenaikan harga Pertamax Green: Rp 4.100 per liter
Estimasi proporsi: Pertamax 85 persen, Pertamax Green 15 persen dari total konsumsi
Potensi tambahan Pertamax: 7 miliar liter x 85% x Rp 3.950 = sekitar Rp 23,5 triliun per tahun
Potensi tambahan Pertamax Green: 7 miliar liter x 15% x Rp 4.100 = sekitar Rp 4,3 triliun per tahun
Total estimasi kenaikan pendapatan Pertamina: Rp 27โ30 triliun per tahun
Kenaikan Pertamax hari ini adalah buah pahit dari kombinasi perang Timur Tengah, dolar kuat, dan Rupiah lemah.