Hidupmu cerminan sholatmu :
1. Hidupmu se-berantakan Subuh mu
2. Gelisahmu se-berantakan Dzuhur mu
3. Marahmu se-berantakan Ashar mu
4. Sedihmu se-berantakan Maghrib mu
5. Dan Lelahmu se-berantakan Isya mu
“Pada kenyataannya semua hal yang terjadi dalam kehidupanmu adalah tentang bagaimana sholatmu”
Wedding dream kamu apa?
“Nikah untuk tidak bercerai, nikah untuk tidak dianggap beban, nikah untuk tidak main kasar, tidak ada issue curang, dunia akhirat dicari bersama, jadi tempat dan perlindungan terbaik bersama hingga akhir hayat” 🥹🥹
gue lumayan setuju. atau, bisa karena they just settle for less and i let him be. kita ga nuntut apa2 dan terlalu nerima mereka. jadi mereka sendiri gapunya goals untuk pasangannya.
jadi menurut gue, nuntut sesuatu itu perlu sih sih ke pasangan. supaya berkembang dan tau satu sama lain maunya apa.
kaya lagu tulus “jangan cintai aku apa adanya, tuntutlah sesuatu biar kita jalan ke depan”.
Jahat, gak sopan dan childish. Menurut gua no closure is closure tuh gak ada, itu mah lack of respect. Sesimple jelasin aja gak bisa? payah. Kalo emang merasa belum dewasa dan belum bisa berkomunikasi dengan baik, gak usah mulai hubungan sama orang. Mungkin sama kambing aja
Gua tuh juga pengen:
Jalan di gandeng
Makan disuapin
Ada yg foto saat cantik
Ada yg elus kepala
Ada yg peluk saat sedih
Ada yg di pegang saat takut
Ada yg bisa jadi senderan pas lelah
Ada yg hapus air mata pas nangis
Ada yg nyemangatin
Pokoknya semua itu aku pengen 😭
Tambahin:(
It's about choosing to stay. Choosing to try.
Choosing each other, again and again.
It might not look like a movie. It might not be Instagram-worthy every day. But if it feels like home, even on the hard days, then you are right where you are meant to be.
Gak tau ya apakah ini unpopular opinion, tapi: gw tidak pernah melarang pasangan.
Mau chat sama siapapun: silakan
Mau punya sahabat cewe: silakan
Mau merokok: silakan
Mau beli mainan: silakan
Mau pulang jam berapapun: silakan
Karena prinsipnya satu: