@khemjyra pay back. aku habis nonton hari ini, seru wkwk. subnya ngga menye menye, domnya juga bukan yang toxic gitu. sex scene-nya juga mantep banget ๐คฃ๐ญ
Merinding denger SBY bilang, kalo Indonesia menyatakan sedikit saja keinginan atas kepemilikan nuklir, sejak saat itu pula semua negara akan menjadikan kita target. Deyymmm, takut banget ๐ฅฒ TAMATLAHH SUDAH ALKISAH KAMII๐ญ
260730 renjun instagram post
โmy precious childhood friend, moomin!!
my moomin who went to dreamland with me, shared meals with me, hugged me, and gifted me so many happy memories ๐ฅณ๐ค๐ค๐โ
(4/11)
Pernah baca bahkan firaun aja mulutnya sampai disumpal pake tanah sama malaikat Jibril krn dia mau ngucap tauhid pas tenggelam. Gara2 malaikat Jibril takut nanti firaun diampuni Allah kalo beneran ngucap tauhid krn pengampunan Allah gede ๐ญ
padahal norenst kalau mau nonton fn sama wind up jg gpp, tapi gausah bawa renjun bisa? hargain jaemin, itu jatuhnya salah lapak loh, yg syuting siapa yg dibawa siapa
tiap kali denger wacana "kurikulum pencegahan LGBT" buat anak SD, gua selalu kepikiran film Monster (2023) karya Koreeda
banyak org selesai nonton film itu terus nanya "emang monster-nya siapa?"
and that's the point, monster-nya bukan Minato, bukan juga Yori. mereka cuma dua anak kecil yang bahkan belum sepenuhnya ngerti apa yang mereka rasain
buat gua, monster-nya adalah masyarakat yang bikin anak-anak ini percaya kalo ada sesuatu yang salah dalam diri mereka, sampe mereka harus tumbuh dengan rasa takut, rasa malu, bahkan nganggep diri mereka "berotak babi" cuma karena ngerasa beda
anak queer itu exist, and will always be.
mereka bukan jadi queer karena diajarin di sekolah, nonton film, atau ketemu orang LGBT. tapi kalo dari kecil mereka terus diajarin LGBT adalah sesuatu yang harus "dicegah", then once they fully understand themselves, hal pertama yang ikut tumbuh bukan penerimaan diri, melainkan rasa takut, rasa malu, dan keyakinan bahwa mereka adalah barang rusak
kalau dari kecil negara mulai menanamkan bahwa keberadaan mereka adalah sesuatu yang harus "dicegah", yang lahir bukan generasi yang "straight", yang lahir justru anak anak yang ngabisin masa kecilnya dengan "kenapa gua salah?"
that's the real tragedy, dan menurut gua, itulah monster yang sebenarnya, I hope no other Minato or Yori ever has to grow up believing they're the monster