Psikologi bilang, ada orang yang nggak terlalu suka bersosialisasi bukan karena sombong atau benci orang.
Mereka cuma terlalu peka. Cepat menangkap energi, membaca ketulusan, dan sadar saat sesuatu terasa nggak tulus.
Makanya, basa-basi sering terasa melelahkan.
Mereka lebih memilih hubungan yang sedikit, tapi jujur, tenang, dan tanpa topeng.
Itu bukan antisosial.
Itu cara mereka menjaga energi dan kesehatan emosional
tapi biasa aja jujur liat wedding client2ku yang crazy rich Chindo atau dari WO Surabaya lebih cantik secara konsep ada yang bikin di Sumba ma kuda2nya, wedding di Bromo sampe wedding di castle Eropa 🤙
cuma emang karena bukan kalangan artis ga terlalu gembar gembor 🙃
Gamau muji gimana juga since dia pendukung 02 🤣
Liat IG nya Alyssa yang ga ada berhentinya acara dari pernikahan sampe sekarang mau lahiran, Dirayakan terus. Lanjut ke Syifa Hadju yang isi feednya begitu juga, dirayakan. MasyaAllah bgt ya kalau dapat pasangan tepat, keluarga tepat, keuangan yg ada. Kedatangan kita dirayakan.
Suami gue mau ganti popok anak di family room-nya BXC Bintaro ga boleh, alesannya ada ibu2 lagi nyusuin. Terus suami minta mereka masuk ke bilik menyusui ke penjaganya tp dia ga mau, alasannya emang laki ga boleh masuk family room. Ya pantesan orang indo banyak yg fatherless
Gak semua orang yang ninggalin duluan dia yang jahat. Kadang ada yang pergi gara² gak dihargai, slalu disepelein atau udah difase bener² capek ngadepin kelakuan yang gak pernah berubah. Buat yang lagi di fase itu, you deserve better buat ngelepasin sesuatu yang cuma bikin sakit.
Saking rusaknya mental health, dinasehati saja serasa dicaci maki, mendengar nada bicara tinggi jd takut, kalau dibentak bawaannya emosi, pengen nangis, sakit dada, pikiran kemana-mana. Terkadang orang terdekat pun gapeduli dgn rusaknya mental dan bathinmu, yg mereka tau hanya kesalahanmu saja.