"ini wilayah saya..." 😃😂
Mukanya konyol (pake Y - boleh pake T)
Kegiatan nobar "Pesta babi" awalnya berjalan kondusif. Panitia sudah menyiapkan lokasi dan melakukan berbagai bentuk pemberitahuan sebelum acara dimulai, mulai dari menyampaikan surat ke Polres Tarakan, memberi informasi ke RT, hingga memberitahu warga sekitar.
Namun meski koordinasi sudah dilakukan, pihak kelurahan tetap menolak kegiatan tersebut
Sebenarnya saya gak sedang menjawab KSAD. Saya menjawab Pemimpin Redaksi Tribun Pekanbaru, Erwin Adrian.
Beliau jurnalis pertama yang tiba di lokasi pembunuhan tokoh sipil Papua, Theys Eluay oleh Kopassus (2001).
Sejak itu, perdamaian yang diusahakan Presiden Gus Dur, hancur.
Masyarakat Papua menolak..
Kini PGI juga menolak PSN di Papua..
Sangat jarang mreka ini berbicara tentang urusan negara, mungkin sekarang sudah saatnya..
Tiga kampus di Mataram (NTB) membubarkan nobar Pesta Babi: Undikma, Unram, dan UIN.
Ruang pertukaran gagasan pun pindah ke warung-warung kopi, yang dalam sejarah revolusi kesadaran di Eropa disebut "penny universities".
Anda benar pak, kita pikir2 orang kayak kita ini bayar pajak kendaraan, pajak PBB, pajak bila makan di resto, pajak cukai rokok, masak masih kurang? kemudian uang dibuat bancaan, lak jancokan kan iku.
Andi F. Noya menyuarakan isi hatinya. Ia marah dengan Pemerintah. Sebab, pemerintah tidak mencarikan pekerjaan untuknya, namun ketika sudah dapat kerja, tiba-tiba pajaknya begitu besar. Dan, apesnya lagi, pajak dari keringat rakyat ini banyak yang dikorupsi.
Awalnya cuma curiga…
tetangga itu sering keluar malam, tanpa suara, tanpa jejak. Gak pernah ada yang berani tanya.
Sampai akhirnya dipasang kamera diam-diam di belakang rumah.
Malam pertama… gak ada apa-apa.
Malam kedua… masih sepi. Sampai di malam berikutnya, rekaman itu berubah jadi sesuatu yang gak masuk akal.
Di depan kamera, terlihat sosok duduk diam. Tubuhnya seperti manusia… tapi ada yang salah.
Pelan-pelan… kepalanya terangkat.
Lehernya memanjang… jauh lebih panjang dari yang seharusnya. Gerakannya kaku, tapi pasti.
Seolah sedang “melepas” sesuatu dari tubuhnya sendiri.
Suasana di rekaman itu tiba-tiba terasa berat, bahkan cuma nonton ulangnya aja bikin merinding.
Yang paling bikin gelisah…
sebelum rekaman berhenti,
kepala itu perlahan menghadap ke arah kamera. Seolah sadar… ada yang mengintip. Sejak malam itu, kamera langsung dicabut. Dan gak ada yang berani ngomong lagi soal kejadian itu.
Tapi satu hal yang masih kepikiran sampai sekarang… kalau dia benar-benar tahu sedang direkam,
kenapa dia tetap lanjut… dan tidak menghentikannya?
Seperti AI ?