Ada alasan kenapa banyak orang tidak pernah benar-benar bisa meninggalkan tribun. Karena sebagian hidup mereka tertinggal di sana.
“Sleman, kota kecil kebanggaan”
Bagi banyak orang, itu bukan cuma lirik chant, tapi tentang rumah yang selalu berhasil membuat rindu.
Tentang kota kecil yang membesarkan begitu banyak kenangan. Tentang perjalanan menuju stadion yang rasanya tidak pernah membosankan. Tentang ribuan suara yang selalu terdengar lebih tulus ketika dinyanyikan bersama-sama.
“Di sudut kaki Merapi, kutanam harapan”
Dan benar, di bawah kaki Merapi ini banyak harapan tumbuh bersama PSS.
Harapan dari mereka yang sejak kecil hidup bersama suara tribun. Harapan dari orang-orang yang tetap datang walau timnya jatuh berkali-kali. Karena bagi mereka, mendukung PSS bukan soal hasil akhir.
Tapi soal menjaga rasa memiliki yang sudah terlalu dalam untuk ditinggalkan.
“Kutuliskan tawa, tangis, dan kenangan”
Sebab di tribun ini, banyak hidup pernah singgah.
Ada tawa setelah kemenangan yang tak terlupakan. Ada tangis saat keadaan tidak berjalan sesuai harapan. Ada kenangan tentang orang-orang yang dulu berdiri dan bernyanyi bersama, lalu hari ini hanya bisa dikenang.
Dan mungkin itu alasan kenapa chant ini selalu terasa begitu emosional, karena setiap baitnya seperti menyimpan potongan hidup banyak orang.
“Di gang dan di ujung jalan, kita rayakan”
Karena PSS tidak hidup cuma di stadion.
Ia hidup di jalanan kota ini. Di gang-gang kecil yang penuh cerita. Di obrolan larut malam selepas pertandingan. Di setiap orang yang diam-diam menjadikan Sleman sebagai bagian dari hidupnya.
Dan mungkin itu alasan kenapa banyak orang tidak pernah benar-benar bisa meninggalkan Sleman, karena sebagian hatinya sudah tinggal di tribun itu.
#PSS #BCSxPSS
Kita sambut dengan flare dan roman candle ke atas bukan ke arah rombongan hehe, masa pahit dahulu pernah sama sama merasakan karna sejatinya sepak bola untuk mempersatukan
Selamat malam, saudaraku✊🏻
Apa yang kita perjuangkan sedari awal akhirnya akan tiba pekan ini. Perjuangan bersama para pemain kita tuntaskan di 2X45 menit dengan suara lantang dan penuh keyakinan.