Untuk rumah tangga & individu
- Tampung air mulai sekarang.
Simpan air hujan (rainwater harvesting) kalau memungkinkan. Isi tangki, ember, atau sumur cadangan.
- Berlatih menghemat air mulai sekarang.
- Stok kebutuhan dasar makan dan minum 2–4 minggu. Jika mau habis, stok ulang
- Siapkan masker & obat pernapasan kalau asap karhutla datang.
Untuk petani & pekebun
- Sesuaikan jadwal tanam
maju atau mundur sesuai prakiraan BMKG daerahmu.
- Pilih varietas padi/ tanaman tahan kekeringan.
- Bangun/ perbaiki irigasi cadangan, sumur bor, atau embung kecil.
- Mulai bersihkan lahan & buat sekat bakar untuk cegah karhutla.
Pernah liat di thread. Berita internasional, kunjungan presiden RI yg maraton, multi negara.
Ada org luar komen dlm english. Intinya krg lbh dia blg:
"Percuma gencar promosiin investasi di negerimu. itu bos gojek yg konsepnya revolusioner, buka jutaan lap kerja, idenya ditiru bnyk negara, malah masuk pengadilan krn tuduhan berbau kriminalisasi,
pdhl dia asli bangsamu sndri.
Mana ada investor mau percaya naruh duit di negerimu dg kondisi hukum yg tdk pasti. Mending ke SG, MY, atau vietnam"
cc:alrogritm
Negara kolaps ya begini. Nggak ada kerusuhan besar, nggak ada kehancuran sistemik yg tiba tiba.
Jalan pelan pelan bolong. Resource di tarik melewati ambang batas aman. Kecelakaan makin sering. Welfare system pelan pelan di cabut untuk bbrp orang. Semua kelihatan understaffed, angka kejahatan naik pelan pelan tapi stabil.
Semuanya akan jadi lebih buruk pelan pelan disaat mereka yg di atas itu scr desperate nambel lobang lobang yg ada dari korupsi yg mereka buat.
Controlled demolition
Di suatu negara yang aneh
Negara tropis = buah mahal
Negara maritim = ikan mahal
Negara CPO = migor mahal
Negara SDA = listrik dan BBM mahal
Negara hukum = tunggu viral
Swasembada pangan = beras mahal
Bebas aktif = ikut BOP
Negara religius = korupsi nya banyak, sampai kitab Tuhannya dikorupsi
Semuanya karena sistem yang buruk dan political will yang tidak berpihak rakyat tapi berpihak cepat balik modal dan nambah kekayaan pribadi hehe
Guru saya pernah bilang...
"Saat kamu di luar jam kerjamu, tinggalkan posisimu, jabatanmu, dan gajimu.”
Dulu aku cuma manggut-manggut. Tapi makin kesini, aku ngerti maksudnya.
Di luar kerja, orang gak butuh tau kamu manager, supervisor, atau punya gaji dua digit.
Bergaullah tanpa seragam. Bersikaplah tanpa pangkat.
Justru di situ kerendahan hati diuji.
Kadang yang bikin orang nyaman bukan ilmu kita, tapi rendahnya nada bicara. Tidak menggurui, tidak pula meninggi.
Saya rasa saya perlu menanggapi ini dari POV dokter anak.
Satu hal penting yg perlu dipahami: Menangis adalah satu-satunya "bahasa" bayi. Jika ia menangis, itu adalah panggilan darurat. Jangan pernah membiarkan bayi menangis sendirian tanpa pengawasan, terutama dalam durasi yang sangat lama.
Kejadian tragis ini menjadi pengingat keras bagi kita semua bahwa bayi tidak memiliki kemampuan untuk menenangkan dirinya sendiri (self-regulation). Ketika bayi menangis dalam waktu lama tanpa respon, yang terjadi bukanlah mereka "belajar mandiri", melainkan mereka mengalami kelelahan ekstrem atau kondisi medis yang tidak terdeteksi karena tangisannya diabaikan.
Tidak ada yang salah dengan keinginan orangtua untuk selalu dekat dengan anak. Menempel dengan anak saat tidur atau segera merespons tangisannya saat sedang memasak bukanlah tanda "memanjakan", melainkan pemenuhan hak dasar bayi untuk merasa aman.
Tidur adalah proses perkembangan (milestone), bukan perlombaan. Setiap anak punya waktunya masing-masing untuk bisa tidur lebih tenang tanpa harus dipaksa dengan metode yang mengabaikan keselamatan dan kesejahteraan emosionalnya.
Di satu kecamatan di Malang, produksi kopi bisa beda jauh banget.
Dari 0,3 sampai 2,5 ton/ha.
Padahal lahannya mirip. Tanamannya juga sama-sama kopi.
Yang menarik, penyebabnya bukan cuma soal pupuk.
Dari data lapangan, yang paling ngaruh justru kondisi tanamannya sendiri terutama tajuk.
Luas daun, jumlah cabang produktif, panjang cabang.
Intinya: seberapa besar “mesin fotosintesis” yang dimiliki tanaman.
Logikanya sederhana.
Kalau tajuknya kecil, energi yang diproduksi juga kecil.
Dan kalau energinya kecil, buahnya ya ikut kecil.
Menariknya lagi, kondisi ini bisa “dibaca” dari satelit.
Pakai NDVI (tingkat kehijauan tanaman), produksi kopi bisa diprediksi dengan akurasi sekitar 77%.
Artinya, sebelum panen pun sebenarnya kita sudah bisa tahu:
ini kebun bakal jadi atau tidak.
Tapi di lapangan, kita masih sering nunggu panen dulu baru sadar ada masalah.
Dan di situ biasanya sudah telat.
Mungkin pertanyaannya memang perlu digeser.
Bukan lagi “pupuk apa yang kurang?”
Tapi: tanamannya sudah siap produksi belum?
Pemilu 2029, pemilihnya:
1) Anak-anak yang baru pertama punya hak pilih, dikasih makan MBG selama tahunan.
2) Ortunya anak-anak kelas menengah ke bawah yang dapat MBG setiap hari, gak perlu repot nyiapin makanan dan budget buat anaknya.
3) Masyarakat grassroot yang dapet kontrak kerjaan dari SPPG, buat masak MBG, nyopirin mobil nganterin makan ke sekolah, dapet kerjaan tetap dari situ.
4) Para pedagang dan petani yang hasil bumi dan jualannya diborong oleh ribuan SPPG setiap hari.
5) Sarjana baru yang keterima jadi ribuan PPPK di bawah BGN, jadi ahli gizi dan pelaksana lapangan.
6) Para pejabat dan aparat yang buka yayasan jadi SPPG meski dengan segala konflik kepentingan.
7) Para elit yang dukung kekuasaan supaya mereka tetap bisa dapat konsesi HGU atau IUP buat buka hutan, nanam sawit, dan tambang.
8) Anggota ormas yang nurut buta sama pemimpin dan elitnya, sementara elitnya dikasih konsesi tambang.
9) Para grassroot yang menerima bantuan sosial bertuliskan "istana" setiap ada pejabat blusukan.
10) Para pejabat yang tunjangannya 10-20 kali lipat gaji rata-rata rakyat di kotanya sendiri ditambah segala fasilitas yang ada.
***
Mereka akan memilih siapa lagi kalau bukan petahana atau penerusnya?
Kalian masih percaya politik elektoral?
Ada calon yang cukup kuat yang bisa melawan itu semua?
Buat orang Bodetabek yang kerja di Jakarta itu seharusnya jangan dikasih masuk Jam 09.00 pagi terus pulang jam 18.00.
Mending masuk jam 06.00 atau 07.00 dan pulang jam 15.00 atau jam 16.00.
Karena masuk jam 9 pun mereka tetap harus berangkat subuh jadi mending sekalian masuk pagi. Masih ada ruang lebih banyak saat pulang kerja.
Wait…
Dapur MBG si GembuL Joget 6jt yg Bersih aja disidak Lanjut kena Suspend gara2 GAK SESUAI SOP,..
Lalu Apa Kabar Dapur2 MBG yg Lokasi nya kek Kandang Babi⁉️
🧐
Coba Gaez.. drop foto2 Penampakan Dapur MBG yg bentukan nya “Ajaib”,..
biar Pak Bian @prabowo melek 👀
Ini satu lagi, pengawasan semacam ini, kedepannya berpotensi pemalakan oleh oknum di BGN sendiri. Karena dari awal sistemnya memang dirancang bermasalah, asumsi yg dipakai manusia = malaikat.
Memang sistem yg dibuat BGN ini berbahaya, potensi BOCOR nya luar biasa, ujungnya malah fatal sekali, dimana beban fiskal negara makin besar setiap tahun, tapi kedaulatan negara pada programnya malah makin mengecil.
Ini laporan keuangan BAZNAS, yg menarik dari laporan ini adalah pos penyaluran zakat untuk Amil ( pengurus ) lebih besar dari pos untuk Fakir dan Ghorimin, salah satu pos yg sangat besar di bagian Fisabilillah, kira2 yang masuk kategori Fisabilillah itu apa saja?
🙂
Lucian Despoiu, Pencipta Gimik Gemoy
Lucian Despoiu, orang Rumania, kerap mendampingi Presiden Prabowo Subianto. Membantu pemenangan di pilpres.
Simak selengkapnya Program Bocor Alus Politik di Channel Youtube Tempodotco dan Spotify
#BocorAlusPolitik#PodcastBAP#PodcastTempo
Podcast siapa yang dimaksud?
❌ SALAH
“Morgan Stanley lewat MSCI itu perusahaan investasi besar. Mereka berinvestasi di banyak negara, termasuk Indonesia. Jadi kalau saham Indonesia masuk MSCI, artinya Morgan Stanley menanamkan uangnya ke Indonesia.”
✅ BENAR
MSCI bukan perusahaan yang menanamkan uang.
MSCI hanya membuat daftar saham.
Yang membeli saham Indonesia adalah investor besar lain di seluruh dunia, bukan MSCI.
❌ SALAH
“MSCI itu seperti aplikasi reviewer, mirip Zomato, yang menilai perusahaan mana yang bagus dan layak.”
✅ BENAR
MSCI tidak menilai bagus atau jelek.
MSCI cuma mengecek syarat teknis, seperti:
• ukuran perusahaan
• seberapa ramai sahamnya diperdagangkan
• jumlah saham yang bisa dibeli publik
Kalau memenuhi syarat → masuk daftar.
Kalau tidak → keluar.
❌ SALAH
“Masuk MSCI berarti dana asing masuk karena MSCI membawa uang ke pasar saham Indonesia.”
✅ BENAR
Dana asing masuk bukan karena MSCI bawa uang,
tapi karena investor global mengikuti daftar MSCI dan wajib membeli saham yang ada di daftar itu.
kalau narasi ini benar,
maka,
fenomena konyol ini adalah bukti nyata kegagalan birokrasi yang lebih haus pujian di media sosial daripada akurasi data,
dimana ambisi untuk "pamer kerja" justru mengacak-acak mekanisme pasar dan mencekik petani lokal demi sebuah konten pencitraan yang nirfaedah.
ga ssebanding, sm omong kosong teddy kemarin.