Manusia kecil ini masih sibuk meyelam. Mencari setiap jawaban atas pertanyaan yang justru mengapung di permukaan.
Lucu ya? Alih-alih mencari pelangi, aku hanya inginkan putih.
a.r
Aku tetap bahagia sejauh waktu berjalan, zar
Aku berdiri tanpa sedikitpun penyesalan
Namun kali ini aku menolak atas kehilangan.
Aku sudah menyerahkan diri, dan aku masih mencintai.
a.r
Terlepas untuk siapa warna itu tercipta. Aku sudah jatuh cinta pada penciptanya. Mungkin hitamku yang sangat pekat ini ada karena aku terlalu lama menutup mata.
Lagi dan lagi, maaf yaa. Aku terlalu buta dalam melihatmu yang sebenarnya sangat indah.
Aku tetap melangitkan amin paling serius tentang kita. Sekalipun nantinya jatuh bukan pada kita, aku harap segala yang aku panjatkan akan kembali padamu.
Cemara itu,
Ayo kita tanam bersama, kita rawat, dan kita bentuk sesuai batasnya. Sekalipun cemara yang kita dapatkan sebelumnya tidak tumbuh sebagaimana mestinya.
a.r
Karena tuan yang saat ini ada terlalu indah untuk aku lewati keberadaannya.
Dan mungkin yang akan aku tuliskan nantinya, hanya 5% keindahan dari bentuknya yang hampir sempurna.
Yaaa dalam hal kepemilikan, aku cukup serakah bukan?
a.r
Tunggu ya, aku akan berbalik memutar arah dan berada pada tempat yang seharusnya.
Lalu selanjutnya bagaimana, kita atur bersama kemana kita harus melangkah.
a.r
Aku memang abadi, namun sudah terlalu jauh aku pergi melewati tiap-tiap batas yang aku tetapkan saat waktu permulaan.
Aku menyerahkan diri. dan aku tetap mencintai.
a.r
Jikalau nanti tanpa sengaja aku melewati batas yang memang sudah ada, hingga membuatmu tertahan tanpa arah.
Tolong ingatkan ya?
Karena aku bisa dengan mudah kembali pada posisi semula, tanpa kau pergi secara tiba-tiba.
a.r