Menlu barusan klarifikasi, guys!
Alasan kenapa ga ada pejabat setingkat menteri, tidak bisa hadir untuk melayat ke Iran
Karena adanya pertimbangan teknis dan kesibukan pejabat.
Tapi akibatnya..
Dubes Indonesia yang melayat Alm. Ayatollah Ali Khamenei TIDAK DIKASIH AKSES ke area persemayaman beliau.
Soalnya, Iran hanya memperbolehkan pejabat setingkat menteri dan di atasnya untuk bisa masuk dan memberi penghormatan terakhir.
===
Padahal… kita punya 48 menteri dan 56 wakil menteri.
Wamenlu sendiri ada 3 orang. Salah satunya punya spesialisasi di Timur Tengah.
Bahkan kita bisa kirim Ketua DPR/MPR dan Utusan Khusus.
Masa sih semuanya pada ga bisa? Undangannya sudah diberikan oleh Iran sendiri loh.
Negara lain aja bisa kirim delegasi selevel menteri kok.
Wajar banyak yang bertanya-tanya, termasuk Dino Patti Djalal, soal keputusan pemerintah yang hanya mengirim dubes.
Padahal, ini Iran loh. Ini regional power di Timteng loh. Sayang banget kalau kita ga bisa berteman dengan Iran.
FOTO: KEMENLU, Khamenei (dot) ir
TEMAN-TEMAN LIHAT INI!!
Ada anak menteri ikut bapaknya dinas ke New York.
@.Dody Hanggodo hello pak 🙃
WNI tanya WNI...
Boleh sih begini?? Kunjungan kerja bawa anak istri??
Mau tanya juga, nama anaknya masuk list SK delegasi berarti ngikut pake duit negara gitu kah?? @.KemenPU
Beneran Nanya ini😌
Mumpung Kegiatan Masih 6-7 hari, masih bisa itu revisi😉
HIGH-LEVEL MEETTING ON THE MIDTERM REVIEW OF THE NEW URBAN AGENDA NEW YORK
(13-19 Juli 2026)
Miris banget liat foto ini…
Foto yang seharusnya jadi kebanggaan, malah jadi bahan tertawaan sekaligus sedih mendalam.
Seorang pria asing, Gaurav Srivastava, berpakaian biasa, tersenyum lebar sambil “memberi penghargaan” ke Presiden Prabowo Subianto. Senyumnya lebar, tangannya mantap. Sementara Prabowo terima dengan serius.
Tapi kenyataannya?
Pria itu penipu kelas internasional yang pura-pura jadi agen CIA.
Dia sukses menyusup ke lingkaran elite pertahanan Indonesia, mendekati Presiden dan adiknya Hashim, lalu mengalirkan puluhan juta dollar ke perusahaannya.
Investigasi Tempo + jurnalis India ungkap semuanya.
Jari tengah untuk so-called Badan Gizi Nasional yang jajarannya sama sekali gak ada yang ahli gizi, dan anggarannya hasil dari menggarong 20% pos anggaran pendidikan.
Jari tengah untuk kabinetmu! @prabowo
warga blak-blakan ga rela lagi bayar pajak ke pemerintah
"tahun ini saya ga bayar pajak. uangnya dialihkan iuran benerin jalan, saya belikan semen"
"nunggu dari pemerintah lama, udh rusak parah. inisiatif dari masyarakat, jadi bangun sendiri ajalah"
Ada kenalan lulusan S3 dari luar, di bidang kesehatan yang 🇮🇩 butuh banget (Tuberculosis, Malaria).
Pas ngobrol tahun lalu, dia bilang setelah lulus, mau balik karena mau berbakti ke negara, padahal bukan LPDP.
Wisuda Februari berlalu, aku tanya, ”balik tanggal berapa?”
Dia bilang ga jadi wkwkwk. Alasannya karena ditawar gaji UMR, sedangkan di luar (kalau lanjut post doc), dapat sekian kali lipat gajinya.
Kek apa ga brain drain kalau kayak gini 😭😭
indonesia go internasional lagi nih via ginka ginting komisaris yang viral
Bahkan Martyn Terpilowski, seorang pelaku bisnis dan tech founder, ikut mengkritik penunjukan komisaris tersebut.
Menurutnya, ini seperti "sirkus" dan menunjukkan pemerintah sudah tak peduli lagi dengan pandangan investor global.
Subuh, Yogyakarta, 9 Februari 2008
Lambang Babar Purnomo, seorang PNS arkeolog senior, alumni FIB UGM, ditemukan tewas di selokan di jalan lingkar luar utara Yogyakarta.
Dia baru pulang sekitar jam 4 pagi setelah bertemu dengan sejumlah teman arkeolognya.
Harusnya di hari itu, siangnya, dia menjadi saksi ahli dalam persidangan perkara kehilangan dan pemalsuan beberapa benda berupa arca, koleksi Museum Radya Pustaka, Solo.
***
Beberapa waktu sebelum kejadian, dia ditugaskan kantornya untuk pengambilan dan pengembalian benda pusaka ke tempat seharusnya.
Benda-benda itu akhirnya Pak Lambang temukan di bangunan rumah pribadi di Jakarta.
Milik siapa rumah itu?
Hashim Djojohadikusumo, adik Presiden Prabowo Subianto.
Setelah menjemput arca di rumah itu, Pak Lambang juga bilang bahwa ada fosil gading dan arca-arca lain tanpa dokumen.
Pak Lambang dijadwalkan menjadi saksi ahli di pengadilan untuk kasus ini.
***
Polisi menyatakan kematian Pak Lambang adalah karena kecelakaan tunggal sepeda motor.
Tidak ada yang janggal kata Polisi.
Tapi, ini janggal karena jenazahnya tidak menunjukkan kalau itu kecelakaan tunggal.
Setelah diotopsi, laporan medisnya bilang, ini tidak seperti biasanya kecelakaan tunggal sepeda motor
Dokter yang melakukan otopsi bilang kalau ini tidak seperti kecelakaan, tapi bisa jadi karena: kepalanya dipukul atau dipuntir.
"Seperti di film-film itu, lo, sampai bunyi krek."
Kutipan dokter itu dimuat di laporan Tempo tanggal 29 September 2008.
Tapi polisi tetap menyatakan itu kecelakaan tunggal.
Kematiannya tidak pernah dibawa ke pengadilan.
Kebetulan Tempo, beberapa bulan lalu mengangkat kasus ini sebagai kilas balik. Menarik disimak.
Kamu tau gk?
Di Singapura, AQUA (600 ml) harganya 15 ribu 💀
terlihat lebih mahal tapi kalau kita lihat lebih detail:
🇸🇬 Singapura
- Gaji rata" = 70 juta
- Harga AQUA = 15 ribu
Maka, dengan gaji di Singapura bisa beli 4.785 botol
🇮🇩 Indonesia
- Gaji rata" = 3,3 juta
- Harga AQUA = 4 ribu
Maka, dengan gaji di Indonesia CUMAN bisa membeli 825 botol
Banyak yang bilang,
"Gaji di Singapura memang tinggi, tapi biaya hidupnya juga tinggi."
Padahal, di Indonesia malah lebih lucu
Biaya hidupnya tetap terasa mahal, tapi pendapatan masyarakatnya jauh lebih rendah
Lulusan S3 Australia.
Belasan tahun jadi dosen. Bersaksi di MK.
Gaji pokok: Rp 2,6 juta/bulan.
Kampusnya buru-buru klarifikasi:
"tapi kalau ditambah honor ngajar, insentif penelitian, honor KKN, honor penguji... total Rp 9–16 juta!"
Nah itu dia masalahnya.
Dosen pendidik bangsa ini hidupnya bergantung pada honor yang tidak tetap, bukan gaji pokok yang layak.
Sakit satu bulan, nggak bisa ngajar ,honornya hangus.
Kita bicara orang yang mendidik dokter, hakim, insinyur masa depan bangsa.
Kelayakan hidup mereka harusnya dijamin negara , bukan diserahkan ke mekanisme honor yang fluktuatif.
🙄
⚠️ Perhatian!
Meski botak biadab dadan hindayana udah diringkus sama Kejagung satu bulan silam, kebiadaban dan tindakan keji BGN ternyata masih belum berhenti.
Silakan tengok temuan kami, pelbagai kubangan lumpur (espepege) telah bebas melanggang melakukan PENCURIAN DATA PRIBADI agar mereka memiliki angka penerima manfaat yang proper demi bisa beroperasi dan melanjutkan tradisi korupsi mereka.
Ini jelas pelanggaran hukum berat. Tolong ditindak! @DivHumas_Polri
Denny: "Kopdes arahnya ke mana sih? Saya juga bingung"
Purbaya: "Saya juga bingung jujur"
Denny: "Dibangun di tengah hutan pengawasannya gimana?"
Purbaya: "Penyelewengan pasti ada, yang penting dikendalikan dan dihukum"
Denny: "Manajer Kopdes latihan militer, masuk akal enggak?"
Purbaya: "Saya cuma bayar cicilannya, kalau berhasil 50% sudah untung"
gimana ini ceritanya coba purbaya aja gatau kemana arahnya kopdes lohhh
Tapir di Register 45 lari ke jalan karena hutannya udah habis digerus konsesi perusahaan.
Warga yang ngebunuh?
Mereka hidup di lahan konflik agraria puluhan tahun , tanahnya direbut korporasi, haknya diabaikan negara.
Lalu negara muncul buat ngancam 15 tahun penjara.
Jadi biar gue paham:
hutan dikasih ke perusahaan = legal.
Satwa kehilangan habitat = dibiarkan.
Warga miskin ngebunuh satwa yang masuk permukimannya = 15 tahun.
Yang ngerusak ekosistem sampai tapir stres lari ke jalan, dapet izin dari siapa?
🤔