@cesarinae@thenamesisk@stockmapping sebagai kepala daerah yg menjadi perwakilan masyarakat daerah beliau, kunjungannya menjadi simbolis bahwa rakyat Jawa Barat hadir mendukung masyarakat NTT.
@cesarinae@thenamesisk@stockmapping analogi yg sama adalah:
ketika tetangga kena musibah hingga meninggal dunia, daripada berkunjung dan memberikan belasungkawa ke tetangga, dirimu memilih utk tidak melalukan itu karena itu adalah urusan keluarga orang lain dan lebih memilih urusan sendiri.
Quick question: why is it mostly only Manchester United legends that still move like brothers even after retirement?
You rarely see that bond at other clubs. Even Bastian Schweinsteiger, a Bayern Munich legend, doesn’t vibe with ex-teammates the way he does with United legends.
Underrated life advice: Have more hobbies and fewer opinions. Learn an instrument. Plant a garden. Build something with your hands. Cook. Paint. Run. The happiest people I know spend less time debating life and more time actually living it.
@mingdinkiw@jckiee__@KamisatoKazee not a fan of nadiem, but objectively speaking, masa jabatan nadiem dimulai dari tahun 2019-2024, dimana disitu kondisinya langsung dihantam covid. i don’t think it’s fair to simplify the problem that way.
@airplanestar_ @sadachbina not the translation, it’s the punctuation i think. i personally catch it this way “Halo Singapore, company ane lagi nyari kerjaan…” 😂
You're in a backend interview.
They ask: "Design a secure login system that can handle 1 million users."
How would you approach this?
Here's what to do👇👇
Ringkasan poin-poin penting dari Ibrahim Arief yang dijebak dicatut dikambinghitamkan jadi tersangka Chromebook padahal JUSTRU MENOLAK Chromebook yang tidak sesuai untuk daerah dengan kelangkaan koneksi internet:
Berikut adalah poin-poin penting dari video podcast Forum Keadilan TV yang menghadirkan Ibrahim Arif (Ibam), seorang konsultan IT yang menjadi tersangka dalam kasus pengadaan Chromebook di Kemendikbud:
1. Latar Belakang Ibrahim Arif (Ibam)
* Ibam adalah seorang ahli teknologi dengan pengalaman bekerja sebagai software engineer di Eropa dan mantan karyawan awal di Bukalapak (Unicorn) [35:33].
* Ia menolak tawaran pekerjaan bergengsi di London demi kembali ke Indonesia untuk membantu membangun teknologi pendidikan ("Merah Putih") dengan kompensasi yang jauh lebih kecil [41:25].
2. Peran Awal dan Tugas Sebenarnya
* Ibam dikontrak sebagai konsultan eksternal melalui sebuah yayasan untuk merancang teknis Super App Pendidikan (integrasi aplikasi seperti Asesmen Nasional, Rapor Pendidikan, dan Merdeka Mengajar) [07:04].
* Ia menegaskan bahwa kontrak kerjanya murni untuk desain Super App dan tidak ada hubungannya dengan pengurusan pengadaan barang atau Chromebook [12:16].
3. Keterlibatan dalam Isu Chromebook
* Di tengah pekerjaannya, ia diminta memberi masukan teknis terkait bantuan TIK (laptop) untuk sekolah.
* Menolak Chromebook: Dalam presentasinya, Ibam justru merekomendasikan agar tidak hanya menggunakan Chromebook. Ia menyoroti masalah konektivitas internet di daerah dan inkompatibilitas aplikasi kementerian yang berbasis Windows (seperti Dapodik dan ARCAS) [13:35].
* Saran yang Diabaikan: Ia menyarankan opsi Windows tetap ada dan meminta kementerian melakukan uji coba (pengujian emulator) sebelum memutuskan. Namun, pejabat kementerian memutuskan untuk menggunakan "Chromebook saja" tanpa melakukan pengujian yang disarankan [22:22].
* Setelah memprotes keputusan "full Chromebook" tersebut, Ibam tidak lagi dilibatkan dalam rapat-rapat selanjutnya [29:08].
4. Menjadi Tersangka karena Pencatutan Nama
* Ibam ditetapkan sebagai tersangka karena namanya tercantum dalam sebuah Surat Keputusan (SK) yang menugasinya mengawasi pengadaan [30:13].
* Tanpa Sepengetahuan: Ia mengaku namanya dicatut. Ia tidak pernah melihat SK tersebut, tidak pernah menandatanganinya, dan tidak pernah menyetujui tugas pengawasan pengadaan tersebut [30:33].
* Tidak Ada Aliran Dana: Ia menegaskan tidak menerima honor atau kompensasi sepeser pun dari tugas fiktif dalam SK tersebut maupun dari proyek pengadaan Chromebook [31:28].
5. Dampak Pribadi dan Pesan untuk Profesional
* Akibat kasus ini, Ibam diminta mundur dari startup tempatnya bekerja, kehilangan saham, timnya dibubarkan, dan kondisi kesehatan jantungnya memburuk [01:02:07].
* Ia merasa "ditinggalkan" oleh negara padahal berniat membantu, dan dijadikan kambing hitam atas keputusan pejabat [59:28].
* Ia memperingatkan rekan-rekan profesional/konsultan lain bahwa bekerja membantu pemerintah memiliki risiko hukum tinggi, di mana konsultan bisa disalahkan atas keputusan pejabat meskipun konsultan tidak memiliki wewenang eksekusi (hanya pemberi rekomendasi) [48:15].
Video ini menyoroti ironi seorang profesional yang ingin berkontribusi bagi negara namun justru terjerat masalah hukum akibat dugaan maladministrasi yang dilakukan pihak lain.
@Igharehon@lukeowen87@UTDKIE how can you say finished at the end of the league 3rd and 2nd as a terrible football? if that is terrible, what are we now then? must be worse than “terrible”