JANGAN DIBACA KALO GA MAU TERSINGGUNG!
Anak itu jangan dianggap seperti tanaman padi yang dari kecil dirawat lalu tinggal dipanen, anggap seperti bunga yang makin dirawat makin berkembang dan berguna bagi banyak orang.
Eittss… atmin sepertinya terlalu lembut 🤭
Anak itu bukan investasi ya, dasar ortu anj. Alat untuk investasi itu adalah emas dan penanaman modal untuk suatu bisnis.
Tiap anak perlu baju, makan minum, sekolah dan tempat itupun untuk satu anak. Kalo nambah lagi udah pasti double dan juga rentan berantem kalo barang anak lainnya disuruh berbagi wkwkwk.
Sebelum beranak, kumpulin dulu anggaran agar gizinya terpenuhi dan belum lagi beli mainan dan juga biaya sekolahnya nanti. Kalo belum mampu kumpulin uang untuk itu sebaiknya jangan dulu, childfree sementara juga ga papa daripada melihat anak sendiri menderita karena ketidakmampuan orang tuannya.
Kalian repot dengan omongan tetangga?? Sejak kapan anda berpikiran bahwa omongan tetangga itu selalu benar? Mereka kan juga manusia 🤭
KASUS DEMO DI PATI HANYA PUNCAK GUNUNG ES DAMPAK UTANG UGAL-UGALAN YG DIBUAT OLEH DUET JOKOWI-SRIMULYANI
Oleh : Muhammad Said Didu
Kenaikan PBB dan berbagai jenis pajak serta harga-harga adalah muara dari utang ugal-ugalan yang dibuat oleh Rezim Jokowidodo yg dirancang oleh Menkeu Sri Mulyani selama 10 tahun.
Dari olahan data Bright Institut, dapat diuraikan sebagai berikut :
1) 2014, utang pemerintah sktr Rp 2.600 trilyun, akhir pemerintahan Jokowi naik menjadi sktr Rp 9.000 trilyun. Jika ditambahkan dg kewajiban blm dibayar, utang ke BUMN, dan yg tertunda, maka beban negara (utang publik) menjadi sktr Rp 14.000 trilyun. Jika ditambahkan dg utang BUMN sktr Rp 8.000 trilyun, maka total kewajiban pemerintah yg diwariskan oleh rezim Jokowi sktr Rp 22.000 trilyun !!!
Mendekati 100 % dari PDB
2) akibat tingginya utang tersebut, maka beban pembayaran utang makin meningkat. Tahun 2025 beban pembayaran pokok dan bunga utang pemerintah (hanya yg tercantum dlm APBN) diperkirakan sktr Rp 1.352 trilyun. Saat awal rezim Jokowi (2014) pembayaran utang baru sktr Rp 300 trilyun. Ada tambahan beban sktr Rp 1.000 trilyun !!!
3) Akibat kenaikan beban pembayaran utang tersebut, maka dana transfer ke daerah berkurang, akibatnya daerah kekurangan dana sehingga mereka mencari pemasukan dg memeras rakyat lewat kenaikan PBB dan lain- lain
4) untuk membayar utang yg dibuat oleh duet maut Mulyono-Mulyani tersebut, maka Rezim Prabowo menaikkan pajak dan berbagai kebijakan yg memeras rakyat demi.
5) Sri Mulyani atas kebijakan Jokowi selama 10 tahun menambah utang ugal-ugalan dan saat ini membuat kebijakan di bawah rezim Prabowo memeras rakyat untuk menutupi kesalahan rezim Jokowidodo.
Jadi hulu persoalan ekonomi dan fiskal saat ini adalah utang ugal-ugalan yg dibuat oleh Rezim Jokowidodo yg dilaksanakan oleh duel maut Mulyono-Mulyani
Pengelolaan data pribadi masyarakat Indonesia oleh perusahaan AS masuk ke dalam langkah untuk menghapus hambatan perdagangan digital antara dua negara.