Kepada para "Bajingan Tolol" kaum radikalis, ekstremis dan teroris, segera hentikan melakukan aksi-aksi biadab atas nama Islam. Memakai simbol-simbol Islam untuk aksi jahanam demi ambisi politik sepihak kelompok kalian. Demi tampuk kekuasaan yang seolah-olah telah mendapat mandat dari Tuhan.
Hentikan memakai atribusi: Negara Islam, Khilafah Islam, Daulah Islam, Jama'ah Islamiyah, dan berbagai titel "Islam" lainnya hanya untuk mendapat dukungan atas aksi-aksi kebencian dan kekerasan. Sejatinya kalian lah kaum "Bajingan Tolol" radikalis yang hanya membajak Islam tapi sejatinya semakin merusak nama Islam.
Untuk saudara-saudaraku sesama rakyat jelata yang masih berakal sehat, daripada menghasut dan mencaci maki sesama anak bangsa demi orientasi politik receh, lebih baik habiskan energi kita untuk memerangi para "Bajingan Tolol" radikalis, ekstremis dan teroris.
Ingat! Terorisme tidak ada agamanya. Mereka lah yang secara hakikat adalah orang-orang kafir, sekafir-kafirnya. Mereka yang berbuat biadab dengan atas nama agama agar kejahatannya berkesan terhormat!
.
.
Kenapa cuma Loyalis Ganjar yang mengecam Rocky Gerung ?!! Kenapa bukan Loyalis @prabowo ?!!
Karena memang Loyalis Ganjar ini yang murni perduli kepada Presiden Jokowi - sejak 2014
Loyalis @prabowo HANYA PENDOMPLENG Nama Jokowi untuk kepentingan POLITIS Mereka saja !!!
.
.
Inilah orang yang dihina sebagai tukang andong itu (penghinanya skrg nempel kek perangko) dikatain planga plongo @fadlizon
Di sejarah NKRI beliaulah sosok presiden paling banyak dihina, difinah, dihujat dan dicaci maki😢😢
Ternyata Tuhan meninggikan derajat beliau🤲
Dari Bandara Internasional Tianfu, saya dan Ibu Negara menuju Hotel Jinniu, Chengdu, sore ini. Di sana, Presiden Xi Jinping dan Madam Peng telah datang dan menyambut kami. Terima kasih, Yang Mulia.
Saya dan Presiden Xi Jinping kemudian menggelar pertemuan bilateral di hotel ini.
Lucu...sungguh lucu 🤣🤣
Kemarin dengan percaya diri mentersangkakan Kabasarnas. Sekarang, begitu rombongan TNI datang malah KEOK MINTA MAAF
Kalo begini UU penanganan pimpinan lembaga sipil dari MILITER perlu DIREVISI, atau tdk boleh lagi Militer memimpin lembaga sipil