Percaya gak?
Makin pelit kamu sama diri sendiri, makin segitu-gitu aja hidup kamu.
Makin kamu berani "manjain diri" dengan hal-hal yang emang kamu mampu, justru hidup terasa makin luas.
Bukan berarti harus boros atau ngehamburin uang.
Tapi jangan sampe kamu kerja keras setiap hari, punya penghasilan, tapi buat diri sendiri selalu ngerasa "gak boleh", "sayang uangnya", "nanti aja", "kebanyakan."
Plot twistnya:
Semoga kamu dipertemukan dengan pasangan yang secure, sefrekuensi, sekufu, emotionally stable, act of service, good attitude, good communication.
bagi seseorang yang udah terlalu jauh memikirkan masa depan, family, financial situation, dan segala responsibilities dalam hidupnya, falling in love can be scary. karena jatuh cinta buat dia bukan cuma tentang “i love u" tapi juga tentang, “can u accept my life, my family, and everything that comes with me?”
Thisia Halijam (istri Gubernur Kalteng) disorot karena podcast lama. Isi obrolannya dinilai tidak pantas untuk figur publik yang mewakili negara. 🫣🫣
PERMASALAHAN GEN Z SEKARANG. which one are you?
1. kehilangan spark dalam hidup
2. quarter-life crisis
3. pengen sukses tapi gatau harus mulai dari mana
4. ngerasa ketinggalan dari teman sebaya
5. overthinking soal masa depan
6. burnout padahal merasa belum mencapai apa-apa
7. susah fokus & gampang terdistraksi
8. terlalu sering membandingkan diri di media sosial
9. pengen istirahat tapi merasa bersalah karena gak produktif
10. gak tahu sebenarnya mau hidup seperti apa😭
please, buat siapapun kalian perempuan yang udah menikah atau yang sebentar lagi menikah, jangan pernah KB, terutama KB suntik atau obat-obatan hormonal.
istri gue bahkan gue larang keras buat KB karena gue tahu risikonya. ibu gue bisa dibilang jadi korban ganasnya kanker payudara yang gue percaya dipicu oleh KB hormonal. sekarang ibu gue lagi berjuang melawan kanker stadium 4 yang udah menyebar ke liver dan kelenjar getah bening.
please jangan KB karena menurut gue risikonya besar. mending pasangan atau suami kalian yang vasektomi deh.
*vasectomi
dari kecil aku nggak pernah diajarin gimana cara ngungkapin emosi, jadi sampai sekarang apa pun yang aku rasain seneng, sedih, ataupun marah semuanya lebih sering aku pendem sendiri. alhasil banyak banget unspoken feelings yang numpuk dan ujung-ujungnya malah nyalahin diri sendiri, even buat hal yang sebenernya bukan salahku. kadang aku juga bingung, kalau lagi seneng harus gimana, kalau sedih harus gimana, kalau marah harus ngapain. kayak… I genuinely don’t know how to express what I feel.
sekarang aku udah ga punya wedding dream, cuma ada dream after marriage. semoga nanti diberi suami yg baik, bisa jadi imam, ga gila perempuan, bertanggung jawab, setia, bisa memuliakan istri, diterima dengan baik oleh keluarganya.