BREAKING NEWS
Malaysia dan Brunai sepakat melaporkan asap kalimantan Indonesia ke tingkat ASEAN
Perdana Menteri Malaysia Datuk Seri Anwar Ibrahim mengatakan isu tersebut menjadi salah satu topik pembahasan dengan Sultan Brunei Darussalam Sultan Hassanal Bolkiah
Lagi berdiri di kereta, sama sekali nggak minta duduk dan anteng aja berdiri melihat pemandangan lewat jendela.
3 ibu-ibu kasak-kusuk di depanku sambil buang muka. Aku nggak ngeh, ya diem aja.
Tiba-tiba salah satu nyeletuk, “Mba hamil?”
Aku jawab, “Enggak, Bu.”
Terus salah satu dari mereka turun dan tempatnya yang kosong ditempatin ibu-ibu lainnya.
Ibu yang baru itu nyolek aku, “Mbanya cacat, apa?”
Aku baru ngeh di tas aku ada tag disabilitas. 😆
Aku jawab, “Saya disabilitas mental, Bu. Tapi saya sudah minum obat, aman.”
Si ibu nyeletuk, “Cacat mental dia.”
Beberapa orang jadi ngelihat ke arah aku.
“Padahal cacat mental nggak usah pakai kartu gitu, kita jadi bingung. Kecuali kakinya atau tangannya nggak ada.”
Aku cuma senyum, nggak menanggapi. Maklum, nggak semua orang paham.
Kemudian ibu satu lagi kepo, “Mba kok bisa dapat kartu itu? Mba-nya kenal orang KAI?”
Aku jawab, “Enggak, Bu. Ini bisa daftar di stasiun mana aja, tapi pengambilannya di stasiun besar.”
Ibu kepo lagi, “Tapi kan mentalnya yang kena, bukan kakinya?”
Aku mulai hela napas. Okey... 😭
“Saya izin menjelaskan ya, Bu. Saya pakai kartu ini bukan untuk biar dikasih duduk. Ini saya pakai kalau saya lagi kambuh di luar, supaya petugas keamanan paham harus bawa saya ke mana, harus ngapain, dan harus berbuat apa.
Tapi kalau ada yang kasih saya duduk, ya Alhamdulillah. Saya nggak perlu menahan rasa sakit kepala saya.”
Ibunya ngangguk-ngangguk, mungkin mulai paham. Yang lainnya juga nyimak.
Aku udah kayak lagi bikin kuliah pagi. 😭
“Mba sakit apa?” kata si bapak yang berdiri.
“Saya bipolar disorder.”
Ibu pertama tadi kaget, “Mba-nya ODGJ gitu?”
Aku ketawa, “ODMK, Bu. Orang dengan gangguan mental. Belum sampai jiwa sih, semoga enggak.”
“Ohhh...” hampir bersamaan dua ibu itu bereaksi.
Terus mereka bisik-bisik, “Tapi sakit begitu ngamuk-ngamuk gitu, nggak?”
Aku nyengir lagi, “Bisa jadi, Bu. Tapi saya kan kontrol psikiater, jadi aman.”
Mereka berdua angguk-angguk lagi.
Berhubung sudah sampai Stasiun Angke, aku izin bye-bye.
Sekian cerita pagi ini. 😭
P.S. Istilah sebenarnya ODMK (Orang dengan Masalah Kejiwaan), bukan ODGM. 🤣 Ya ampun, maaf ya, Bu... semoga Ibu nggak googling. 😭😭
Menurut kalian, masih banyak nggak sih orang yang belum paham kalau disabilitas itu nggak selalu kelihatan secara fisik?
Wah, izin nambahin fun fact yang agak nyesek soal anggur sultan ini ya bang😅
Shine Muscat ini aslinya murni hasil riset ilmuwan Jepang selama lebih dari 30 tahun. Tapi ada plot twist tragis sih menurutku , jadi Jepang telat mendaftarkan hak paten internasionalnya.
Akibat kelalaian ini, bibitnya secara legal melenggang bebas ke Korea Selatan dan China. Kedua negara itu langsung gaspol budidaya massal dan ekspor ugal-ugalan ke seluruh dunia dengan harga yang jauh lebih murah.
Hasilnya? Jepang cuma bisa gigit jari kehilangan potensi royalti triliunan rupiah karena varietas masterpiece-nya 'dirampok' secara legal wkwkwk. Ilmuwan yang neliti 30 tahun pasti nangis di pojokan sih ini😭😭
gw takut soalnya kdm pinter bgt ngambil hati ibu2. dia specifically blusukan ke desa2 di jabar dan ngonten disana biar keliatan "oh ini pemimpin yg ga lupa sama rakyat diluar kota loh" 😬😬😬 gw as warga jabar ga merasakan apa manfaat dari dia selama menjabat #ijinnn