kayaknya definisi sukses Gen Z mulai berubah.
dulu: jabatan tinggi, rumah besar, mobil mahal.
sekarang:
- kerja yang gak bikin burnout
- penghasilan cukup
- punya waktu buat orang yg disayang
- bisa traveling
- tidur tanpa overthinking
kita cuma pengen hidup yang tenang.
tadi dengar bapak bapak bilang "untuk semua orang orang di desa, jangan pergi belanja ke kopdes merah putih, belanja aja ke warung depan rumah. emangnya kalau kalian lagi susah siapa yang lebih dulu tolong kalian? tetangga atau negara?"
yeay antistatisme semakin relevan 🤭
Kakak iparku udah 14 tahun menikah tapi belum dikaruniai anak. Dan aku nggak pernah sekalipun ngebahas soal anak di depan beliau.
Kakak kandungku juga usianya udah 35+, belum menikah, dan aku nggak pernah nanya soal jodoh.
Bukan karena nggak peduli. Justru itu caraku menjaga perasaan dan menghargai mereka.
Aku sadar, setiap orang lagi berjuang dengan ceritanya masing-masing yang nggak semua orang tahu. Bisa jadi di balik senyum kakak iparku saat gendong keponakan, ada doa yang setiap hari dia panjatkan.
Dan di balik kakakku yang kelihatan baik-baik aja, mungkin ada rasa lelah yang dia simpan sendiri.
Buatku, diam juga bisa jadi bentuk kasih ruang.
Aku pengen saat mereka lagi bareng aku, mereka tetap merasa utuh. Bukan merasa ada yang kurang cuma karena hidup mereka belum sesuai standar orang lain.
Aku pengen kehadiranku jadi tempat mereka bisa bernapas lega, tanpa harus lagi jawab pertanyaan "kapan?" yang mungkin udah terlalu sering mereka dengar.
Peduli nggak harus selalu lewat pertanyaan atau nasihat. Kadang bentuk empati yang paling tulus adalah tahu kapan harus memilih untuk nggak bertanya.
Dunia udah cukup berisik sama standar orang lain. Jadi nggak ada salahnya kalau kita jadi tempat yang tenang buat keluarga sendiri. Karena setiap orang punya waktunya masing-masing, dan berempati adalah bentuk menghargai yang paling indah.
temenku pernah bilang: “saya tau kalau saya punya tempat buat bersujud. tapi saya juga ingin dipeluk.”
kalimat itu bikin aku langsung mewek, manusiawi banget. iman kuat, tapi tetap butuh pelukan & kehangatan manusia. keduanya penting.
“politik ga ngaruh ke hidup gue”
tapi kopi lu naik 2.000
tapi bensin lu naik jadi 16.250
tapi rumah lu kebagian pemadaman bergilir
heran, padahal itu nyata bgt depan mata mereka
- Ga bisa menangani bencana Sumatra? Dibelain.
- Keluar negeri terus? Dibelain.
- Kurban pakai APBN? Dibelain.
- Rupiah melemah? Dibelain.
- BBM naik? Dibelain.
- Harga kebutuhan pokok naik? Dibelain.
- PHK massal terjadi? Dibelain.
- Daya beli masyarakat turun? Dibelain.
- Utang negara bertambah? Dibelain.
- Pajak dinaikkan? Dibelain.
- Defisit melebar? Dibelain.
- IHSG anjlok? Dibelain.
- Lapangan kerja seret? Dibelain.
- Investasi mandek? Dibelain.
- Harga beras naik? Dibelain.
- Harga listrik naik? Dibelain.
- Program kontroversial jalan terus? Dibelain.
- Pejabat bikin pernyataan blunder? Dibelain.
- Kritik publik diabaikan? Dibelain.
- Demonstrasi mahasiswa diremehkan? Dibelain.
- Janji kampanye belum terealisasi? Dibelain.
- Menteri bermasalah dipertahankan? Dibelain.
- Kabinet gemuk? Dibelain.
- Anggaran membengkak? Dibelain.
- Kepercayaan pasar turun? Dibelain.
- Rating pemerintah turun? Dibelain.
- Apa pun yang terjadi: Dibelain.
Siapa pun yang mengkritik:
Disalahin.
Sesuci itu kah sosok yg pernah ada ISU HAM ini di mata kalian?
YA ALLAH TERNYATA MASIH ADA TETANGGA MODELAN GINI
Sore tadi bayiku ditengok sama :
👵🏻: tetangga
👩🏻👧🏻: adik tetangga & anak
👩🏻🦰🧒🏻: menantu tetangga & anak
Pas mereka dateng seperti biasa excited liat bayi. TAPII, GAADA SATUPUN YANG MINTA GENDONG BAHKAN GA NYENTUH BAYIKU. Buibu pasti tau gimana rasanya
JELAS HAPPY LAH
👵🏻 : lucu banget bayimu, gembul. Asi yah?
Jago ya kamu urus bayi"
Wow. Dari sekian banyak yg nengok bayiku, kayanya baru tetanggaku ini yang apresiasi usaha aku
Adik sama menantu tetangga pun fokus jaga anaknya (usia 2 & 4 tahunan). Gaada yang lari lari atau teriak teriak. Bahkan pas minjem buku bayi anakku mereka izin dan tetep kondusif.
Singkat cerita pas mereka mau pulang mereka bertiga ngasih kado buat anakku. Satu orang satu kado.
Happy banget pada sayang sama anakku
Dan yang bikin aku makin respect ke mereka adalaaahhhh
👵🏻 : pamitan dulu sama ade bayinya yuuuk (bilang ke 2 cucunya)
👵🏻 : jangan sentuh jangan cium mukanya yah
Aduh suka banget sama parenting mereka
dan cucunya memang seanteng itu.
Malah mereka nunjukin ekspresi happy dan gemes banget ketemu bayiku
Tetanggaku lanjut bilang ke aku sama mamahku
👵🏻 : sama bayi mah memang ga boleh sembarangan yahh. Apalagi cium sama sentuh mukanya.
Langka ini langka. Sungkem
Perbanyak orang-orang modelan begini ya Allah
cc:threadzaraysm05
"Listrik padam di sebagian wilayah Sumatera 3 hari lebih"
Media: 🤐🤐🤐🤐🤐
"prabowo pake APBN 100M untuk beli sapi qurban"
Media: PRABOWO MEMBELI SAPI QURBAN SEJUMLAH 1000 EKOR UNTUK DISEBAR KE SELURUH INDONESIA
alias
MEDIA K*NTOL!!! 🖕🏻🖕🏻🖕🏻
Kenapa pemimpin negara boleh lansia, tapi kerja corporate 30an dianggap ngga produktif?
Dan kenapa ngelamar kerja harus pake SKCK? sedangkan banyak pejabat negara aja mantan napi
"Rakyat kita tidak bermimpi kehidupan yang kaya-raya."
JARE SOPO PAKKKKK????????????? NGUAWUR AE SAMPEAN
AKU PENGEN KELILING DUNIAAA
PENGEN WORLD TOUR KE KONSER2 IDOL GW
PENGEN CEPET2 NAIK HAJI
PENGEN BELI SEMUA MERCH KIPOP
PENGEN NIKAH
PENGENKU BANYAKKKK
STOP ASBUN PLS 🫵🏻
Kalian ngerasa ga sih, mall masih rame, antrian kopi masih panjang, restoran masih penuh.
Padahal rupiah lagi di titik terlemah sepanjang sejarah dan ekonomi lagi susah.
Nama fenomena ini adalah Lipstick Effect.
Dan ini justru sinyal bahaya loh!🧵