Anjloknya rupiah bukan salah gubernur BI tapi salah prabowo. kenapa?
> prabowo bikin kebijakan (MBG & KOPDES) ugal-ugalan dan boros yang bikin kondisi fiskal ancur
> mata uang adalah harga kepercayaan suatu negara. mata uang bagus berarti kepercayaan terhadap negara tersebut tinggi
> prabowo serung pidato ngawur sehingga sering digoreng oleh media luar yang memperparah outflow asing
> tidak tegas hukum terutama pengesahan RUU perampasan aset. meskipun harus diketok DPR, 80% Parlemen adalah koalisi dia. kalau RUU perampasan aset disahkan bisa menarik inflow asing untuk penyehatan iklim investasi
> menunjuk menkeu yang iya iya aja nurut kata bos. dan kurang pengawasan kepada program. sehingga terjadi kebocoran fiskal yang parah. (meskipun urusan moneter dan fiskal itu berbeda tapi dalam kondisi Indonesia sekarang ini saling berkaitan dan harus berjalan beriringan)
intinya ruang gerak BI itu terbatas dan kebijakan moneter itu pada dasarnya lebih banyak mengikuti siklus ekonomi daripada menciptakan siklus itu
kebijakan moneter nggak akan bisa menyelamatkan negara kalau kebijakan fiskal terus bikin masalah baru.
-hanya opini pribadi sebagai pelaku pasar IHSG, tanpa background lulusan ekonomi-
Coba bayangken, saking gak becusnya para penyelenggara negara dalam menjalanken amanah, bahkan sampai memengaruhi pola hajatan tujuhbelasan antar RT.
Al-fatihah untuk semua founding fathers NKRI, semoga mereka tak menangis tersedu di liang kubur. 🥀
JIKA TERJADI DI 2029 MAKA SKEMANYA:
Si Adek (Kaesang) main di LEGISLATIF,
Si Kakak (Gibran) di EKSEKUTIF,
Sisa nunggu aktor yang kontrol di YUDIKATIF 😹😹
Maka 'Trias Politica' hanyalah tinggal nama 😹😹🫵🫵
Tengah malam di Jembatan Enang-Enang. Jembatan ini milik negara. Tapi yang menegakkannya kembali adalah warga yang patungan. Keikhlasan satu orang menular ke ratusan yang lain. Belum tuntas, mari kita rampungkan bersama.
WN(Lain):
Jarak antara kamu dan mimpimu adalah usaha dan do'amu.
WNI:
Jarak antara kamu dan mimpimu ada pemerintah korup, pajak yang merampok, kemiskinan struktural, ketimpangan literasi, ketimpangan kesempatan antar kelas, kebijakan publik kontra rakyat, usaha, baru do'a.
Untuk duit rakyat, selalu ada sumber daya manusia dan energi. Untuk melayani masyarakat selalu ada alasan "keterbatasan personil".
Anyway, yg dimaksud "Bersama Membangun Negeri" adalah "Bersama Membiayai Hidup Keluarga Pejabat".
Mahasiswa Gen Z Akhir Zaman Ini siap Amar makruf nahi mungkar‼️
Mereka Mencintai Negeri ini tapi tidak mencintai pemerintah yg ugal-ugalan dgn program yg penuh manipulatif minim transparansi
Menuju Indonesia Bangkrut 12.06.2026 Bundaran HI
#DemoJakarta#BeritaViral #BeritaTerkini #KabarHariIni #IsuNasional