Cerita dr tirta bahas klaim soal ejakulasi yang ternyata nggak sesederhana kelihatannya:
- awalnya ada anggapan kalau seseorang bisa mencapai ejakulasi cuma dengan melatih atau menggunakan otot tubuh tertentu
- bahkan ada klaim kalau latihan sekitar 15 menit bisa bikin seseorang ejakulasi
- dr tirta kemudian menjelaskan kalau tubuh memang melibatkan banyak kelompok otot saat seseorang mengalami respons seksual
- mulai dari otot panggul, paha, perut, sampai otot lain yang ikut berkontraksi
- tapi bukan berarti melatih satu otot tertentu otomatis bisa menyebabkan ejakulasi
- di sini mulai kelihatan kalau banyak orang mencampuradukkan dua hal yang berbeda
- yaitu kemampuan tubuh mempertahankan stamina dengan mekanisme ejakulasi itu sendiri
- stamina seseorang memang bisa dilatih
- tapi proses ejakulasi tetap melibatkan sistem saraf, respons seksual, hormon, dan kontraksi otot tertentu
- jadi kalau ada orang bilang latihan tertentu pasti bisa bikin ejakulasi, klaimnya perlu dilihat lagi konteksnya
- apalagi kalau pengalaman seseorang dijadikan bukti bahwa semua orang bisa mengalami hal yang sama
- dr tirta juga membahas bagaimana rangsangan seksual dan kondisi psikologis bisa ikut memengaruhi respons tubuh
- artinya bukan cuma soal seberapa kuat otot seseorang
- karena tubuh manusia nggak bekerja sesederhana “otot dilatih → ejakulasi terjadi”
- bahkan dalam konteks hubungan seksual pun respons setiap orang bisa berbeda
- jadi masalahnya bukan sekadar apakah klaim tersebut benar atau salah
- tapi bagaimana kita memahami mekanisme tubuh sebelum percaya pada klaim kesehatan yang terdengar meyakinkan
- karena sesuatu yang pernah dialami satu orang belum tentu otomatis menjadi aturan biologis untuk semua orang