๐จโ๏ธ๐ฎ๐ชTHE DEAL IS SEALED! Troy Parrot is joining #WestHam from AZ Alkamar, agreement in place๐ฃ
Total fee agreed is worth up to ยฃ30 million๐ฐ
Parrot wanted the move back to England and has given his yes to #WHUFC โ๏ธ
West Hamโs first summer signing, through the door โ
We can confirm Freddie Potts has joined Club Brugge on a permanent transfer for an undisclosed fee.
Everyone at West Ham United would like to sincerely thank Freddie for his hard work, commitment and all-round contribution and wish him every success in the future. โ
Jujur, selebrasi gol ini rasanya kayak tamparan keras buat ego kita yang sudah keburu ngerasa jadi raja ASEAN, padahal lemari trofi AFF masih kosong.
Selebrasi pemain Vietnam ini seolah mau menyampaikan pesan kalo Indonesia itu sama aja seperti Timor-Leste, Kamboja, Laos, atau Brunei, sama-sama 0 gelar juara AFF.
๐ญ
Ini namanya strawman fallacy.
Poin kritik warga ada di urgensi dan prioritas kebijakan, besaran aliran kas negara, dasar aturan hukum, dan kegagalan sistem yg diterapkan.
Tapi sama dia, argumen diarahkan jadi "this or that" situation agar terdengar logis dan gampang dipatahin.
West Ham has an agreement with Chelsea to sign Axel Disasi on a permanent basis.
Disasi has agreed terms with the club, including a buyout clause should the club not get promoted.
Deal is on hold for 1-2 weeks to see if a better offer comes in.
[@siphillipssport] #WHUFC#COYI
Buku yang dibaca pak Anies berjudul "Why Do So Many Incompetent Men Become Leaders? (and how to fix it)" atau Kenapa banyak laki-laki inkompeten menjadi pemimpin? (dan bagaimana cara memperbaikinya)
Apa sih isinya secara umum?
Jadi gini... Buku itu ditulis oleh Tomas Chamorro-Premuzic, Profesor Psikologi Bisnis di University College London dan Columbia University
Pertanyaan awalnya: Kenapa banyak laki-laki inkompeten yang jadi pemimpin?
Jawabannya gini... Karena kita sebenarnya tidak terlalu baik dalam mendeteksi inkompetensi. Kita justru tergoda oleh sifat-sifat yang membuat para pemimpin menjadi semakin tidak kompeten. Kita cenderung terbuai
- kepercayaan diri (confidence) alih-alih kompetensi
- karisma alih-alih kerendahan hati (humility), dan
- narsisme alih-alih integritas.
Jadi, sifat-sifat yang memikat kita pada sosok pemimpin adalah sifat yang sama yang membuat banyak laki-laki (inkompeten) dipromosikan ke peran kepemimpinan, yang pada akhirnya berkontribusi pada buruknya rata-rata kinerja mereka.
Nah, pertanyaan berikutnya: Bagaimana cara kita mendapatkan pemimpin yang lebih baik?
Jawabannya... Jika ingin meningkatkan kualitas para pemimpin, kita perlu mulai dengan tidak memercayai naluri kita. Sebagian besar dari kita menyukai intuisi masing-masing, tetapi sebenarnya kita tidak se-intuitif yang kita bayangkan.
Beberapa orang memiliki intuisi yang tajam karena mereka mengasah intuisinya berbasis data melalui pengalaman. Namun, sebagian besar dari kita hanya mengandalkan insting saat melihat seseorang dan berkata, "Oke, dia pemimpin hebat, karismatik, narsis." Nah, anggapan itu adalah resep menuju bencana.
Ada tiga poin penting yang disoroti oleh sang penulis buku sebagai solusi atas isu ini, yaitu
1. Mulai dengan melihat data, metrik kinerja, dan gunakan asesmen berbasis sains.
2. Fokus pada sifat/karakter yang tepat. Jika kita sangat ahli dalam menilai sifat yang salah/keliru, kita tetunya tidak akan melangkah jauh.
3. Jika kita ingin membantu perempuan yang kompeten menjadi pemimpin, mulailah dengan memersulit laki-laki yang tidak kompeten untuk menjadi pemimpin. Hal ini juga akan membantu banyak pria kompeten, yang saat ini terabaikan dari posisi kepemimpinan, hanya karena mereka tidak memiliki sifat-sifat yang sebenarnya membuat seseorang menjadi pemimpin yang tidak efektif.
Sumber: Akun YouTube DAWN - Realize the Future of Business