Ada-ada aja dosen cenblu monet.
Wajar aja orang nanya selain gaji pokok, terima tunjangan lain berapa.
Ini beneran ngga paham upah itu terdiri gaji pokok dan tunjangan, atau ngga paham U dalam UMR itu Upah?
Koplak.
Orang diangkat jadi komisaris di perusahaan sendiri ya bagus.
Maunya pake figur? Pake nama office boy macam perusahaan Nazarudin gitu?
Gini amat dosen kampus asing cari rezeki tambahan di X...
Gak usah ke mana2. Kebijakan buruk tidak lantas bisa dibilang korupsi. Fokus di pengadaan Chromebook aja. Kalau mmg ada info/bukti korupsi, sampaikan. Tidak perlu ditarik ke konteks kebijakan dan kinerja secara keseluruhan.
NB: Sy juga tdk pernah anggap Nadiem bagus sbg menteri.
Walah edan, keluar lagi data buruk !!
Selain Neraca perdagangan defisit, setelah 72 bulan selalu surplus, kini PMI Manufaktur Indonesia juga mlorot ke titik terendah, LEBIH RENDAH dari Myanmar.
Yok opo iki Presiden pilihan ku. Kapan sadar? 😭
Amsiong tenan !!
Ya hitung aja berapa biaya kampanye dan persiapan nyapres. Terus hitung berapa yg keluar dari kantong pribadi sang capres. Terus sisanya siapa yg danai? Duit apa atau dari mana yg digunakan untuk mendanai?
Niscaya akan ketemu jawabannya.
Datang lagi berita buruk, berbasis data, bukan berbasis klaim di pidato heroik.
Setelah 72 bulan Indonesia selalu surplus neraca perdaganganya, bahkan di bulan-bulan masa Covid 2020, tibalah era DEFISIT di masa Pemerintahan amatir.
Amsiong tenan 😭
Banyak sekali yg salah paham dgn penggunaan kata "Kita" dipernyataan Opung LBP ini.
Ini gaya bahasa beberapa daerah di Sumatera, terutama Medan. "Kita" maksudnya di sini bukan termasuk "kalian semua", tapi "kita pemerintah"
perhatikan pernyataan "kita berikan masukan", maksudnya bukan termasuk "kalian beri masukan", hanya "Kita opung dan DEN".