Jika dengan beragama lantas membuatmu merasa lebih suci dan lebih tinggi derajatnya dari orang lain, sosok siapa yang kamu teladani selama ini? siapa yang kamu sembah selama ini?
Motivasi yang dapat mengubah hidup:
Berhenti menunggu waktu yang sempurna, karna waktu yang sempurna gaakan pernah bener" bisa datang, mulai aja dulu belajar sambil jalan, karena banyak mimpi mati bukan karna gabisa tapi karena terlalu lama menunggu berani
Seperti tak tahu malu
Aku kembali mendatangi tuhan-ku dengan tergesa, menuntut permintaan yang telah lama kunanti jawaban nya.
Setelah semua larangan nya telah kucicip dengan bersendawa
Beberapa orang tidak pandai merayu dan bermanja,
Karena terbiasa tumbuh tanpa banyak dipeluk sampai akhirnya mereka mencintai dalam bentuk kaku.
Dan berharap itu cukup.
Namun biarlah, meski tanpa sorak, tanpa nama yang dielu-elukan, aku masih ingin tumbuh-walau perlahan, walau sendirian.
Sebab bukankah bertahan juga bentuk kemenangan, meski tak ada panggung yang menamainya begitu?
Usiaku bertambah, namun tak satu pun piala kemenangan mampu kubawa pulang, yang ku punya hanyalah nafas yang tersengal, langkah yang masih memaksa, dan hati yang tetap mencoba, meski kerap disalahpahami semesta.
Maaf atas kalah-kalahku, atas sisa-sisa tepuk tangan yang perlahan merampas keyakinan. Kadang aku iri pada mereka yang tahu ke mana harus melangkah, sementara aku masih diam di persimpangan antara ragu dan keinginan untuk menyerah.
Sifat seperti ini menunjukkan adanya standar ganda, dan orang yang memilikinya cenderung kehilangan empati serta belas kasih terhadap sesama, dengan menyadari kita semua adalah pendosa kita akan terdorong untuk lebih banyak instrospeksi diri dan mendukung perubahan ke arah baik.
Kita semua adalah pendosa yang pilih-pilih, kita memilih dosa yang nyaman bagi kita lalu menghakimi orang lain yang juga melakukan dosa, tetapi dosa orang lain itu tidak kita sukai, ini adalah fenomena tentang kemunafikan manusia -
Manusia kadang mentoleransi keburukan dari dirinya sendiri karena merasa nyaman namun selalu menghakimi orang lain yang melakukan kesalahan diluar dari kebiasaan atau nilai yang mereka terima, hal ini merupakan bentuk ego dan kesombongan yang terselimuti dalam hidup manusia -
Dewasa itu kadang kita gampang marah, padahal yang sebenarnya kita rasa adalah sedih. Lebih sering menutupi rasa sedih dengan amarah karena ingin terlihat kuat. Kita lupa dewasa ini juga boleh bersedih kok, gak harus selalu kuat.