「It is my belief that reaching out to the moon is my goal. Even if it does not arrive.」| Local HPMI RP Acc | @14thmoonknight 👍 | HWN// penulisnya hobi mlyt
@petalsnows “Selagi menunggu, totalnya jadi 39 Galleons. Uangnya bisa taruh di nampan kayu kecil dekat kasir.”
Tuan memberi jeda pada tuturnya, menoleh sebentar pada pelanggannya. “Atau Anda ada tambahan dari luar daftar itu?”
—Bel yang menggantung berdenting nyaring tatkala suara pintu menderit terbuka. 𝘼𝙣𝙙𝙖/𝙆𝙖𝙡𝙞𝙖𝙣 masuk dan mengedarkan pandangan; entah untuk mengamati interior toko sejenak atau mencari keberadaan sang penjaga toko.
[ BALAS KELANJUTANNYA DI KOLOM REPLY ]
@petalsnows Melihat surat yang ditunjukkan, Tuan mengangguk. “Baik, tunggu sebentar.”
Mengingat itu daftar yang biasanya tertulis di surat penerimaan, jadi Tuan sudah mengingatnya tanpa perlu lihat catatan lagi. Pun Tuan melangkah pergi untuk mengambil barang yang dibutuhkan.
→
@petalsnows Tuan mengamati pelanggannya sekilas, lalu tersenyum tipis. “Kalau hendak membeli buku dan peralatan untuk masuk nanti, saya sarankan membeli apa yang tertulis dalam surat penerimaan murid saja.”
“Toko kami sudah tutup! Kami tidak menerima pelanggan lagi, kecuali untuk yang masih ada transaksi di toko kami.
Terima kasih untuk seluruh pelanggan yang sempat mampir ke toko kami.”
⠀⠀ ⠀⠀⠀⠀⠀ - h&h's house — ROCK A BILLY -
— Sebuah toko FIKSI untuk menyediakan buku dan perlengkapan sebagai pelengkap suasana Diagon Alley di event HE15.
@gray2814ub “Semuanya jadi 48 Galleons. Silakan taruh uangnya di sana,” ujarnya sambil menunjuk pada nampan kayu kecil di dekat kasir.
Sambil menunggu, Tuan merapal Accio secara non verbal—mengambil barang pesanan pelanggan ke atas meja kasir.
@aonohanasaku Memastikan uang yang dibayar sesuai, lantas dengan cekatan Tuan merapikan belanjaan sang pelanggan. Lalu menyerahkan kantung belanja.
Tersenyum. “Terima kasih sudah mampir ke toko kami. Semoga hari Anda menyenangkan.”
@gray2814ub “Baik. Apakah itu berarti semuanya masing-masing satu item, Tuan?” Bertanya untuk konfirmasi, demi tak ada miskomunikasi di antara Tuan Penjaga dan pelanggannya.
@kironohanasaku Ah, pelanggan baru. Tak kuasa bagi Tuan untuk menyambut ramah kedatangannya dengan senyum tipis. “Selamat datang. Silakan, barang di toko kami sangat lengkap. Anda butuh apa saja? Dan berapa banyak?”
@gray2814ub “Selamat datang, Tuan.” Senyum tipis mengembang di rupawan, menyambut pengunjung barunya. “Hm, ada. Anda butuh berapa banyak? Dan hanya dua itu saja kah?”
@aonohanasaku Lantas tongkat Tuan diayunkan, mengambil pesanan sang pelanggan dengan mantra non verbal. Menaruhnya di meja kasir.
“Kalau tidak ada tambahan, total ya 4 Galleons 9 Sickles. Silakan taruh uangnya di sini.” Menunjuk pada nampan kayu kecil.
@aonohanasaku Mendapati pelanggan lain hadir dalam tokonya, Tuan tersenyum. “Oh, halo juga.” Pun netra mengikuti arah yang ditunjukkan sang pelanggan. “Tentu, Anda butuh berapa banyak?”
@eleganciest@cadencreef Mendapati uang telah ditaruh di atas nampan, lantas Tuan menyerah seluruh belanjaan mereka yang sudah dikemas ke dalam kantung belanja.
“Terima kasih sudah berbelanja di toko kami. Semoga hari kalian menyenangkan.” Tersenyum.
@fidelisperpetum Sebelum sang pelanggan benar-benar pergi, Tuan 𝘣𝘦𝘳𝘶𝘴𝘢𝘩𝘢 mengembang senyum saat mata mereka saling bertemu.
“Terima kasih sudah berbelanja di toko kami. Semoga hari Nona menyenangkan.” —𝙢𝙪𝙣𝙜𝙠𝙞𝙣.
@Sanschoir Memastikan pelanggan membayar dengan jumlah uang yang sesuai, lantas sang Tuan memasukkan seluruh barang yang telah dibeli ke dalam kantung belanja. Kemudian menyerahkannya pada pelanggan
Tersenyum. “Terima kasih sudah berbelanja di tempat kami. Semoga hari Anda menyenangkan.”