Ada seorang anak perempuan yang terbiasa sakit tanpa disembuhkan, terbiasa kecewa tanpa ditenangkan, terbiasa sedih tanpa pelukan. Berbagai episode menyakitkan telah ia lewati, ia diam meski banyak luka yang ingin berbicara, ia tersenyum meskipun di pelupuk penuh dengan air mata.
Ada seorang anak perempuan yang terbiasa sakit tanpa disembuhkan, terbiasa kecewa tanpa ditenangkan, terbiasa sedih tanpa pelukan. Berbagai episode menyakitkan telah ia lewati, ia diam meski banyak luka yang ingin berbicara, ia tersenyum meskipun di pelupuk penuh dengan air mata.
Anak perempuan yang terbiasa mandiri, terbiasa dijadikan tulang punggung keluarga membutuhkan laki-laki dewasa yang memiliki kesabaran yang luas. Karena dia sedikit keras kepala, egonya tinggi, sulit dipahami dan moodnya mudah sekali berubah. Dia begitu karena keadaan, sebenarnya
Belajar jadi dewasa itu tidaklah mudah, selalu berhadapan dengan situasi yang membingungkan. Begitu pentingnya menjaga lisan dan perilaku terhadap lawan bicara~