Pak @ListyoSigitP, saya & teman2 kembali bertanya update kasus @Dennysiregar7 😊
Tanggl 5 Juni lalu akun @Poldametrojaya_ sudah merespon, mohon setidaknya dalam minggu ini sudah ada perkembangannya pak.
Bantu Up lagi sahabat agar lbh cepat keadilan kita dapat ✊️
Persis setelah sholat maghrib di Plaza Senayan tadi saya langsung balik menuju rumah.
Sejak Senin hingga Sabtu ini genap 4 hari dalam 7 meeting berturut-turut di mal yang sama.
Sebenarnya perut sdh terasa lapar, tapi tak satupun resto disana yg menggugah selera. Bukan tak ada yang enak, tapi bosen. Di lidah ini yang terbayang cuma satu, Nasi Uduk si Mpok di simpang Kelapa Dua jalan Pos Pengumben.
Sebelum sampai singgah lah dulu disana. Awalnya sempat ragu kalau Sabtu malam ini si Mpok dagang, tapi dasar rejeki tenggorokan memang lempeng, si Mpok beneran buka, apa yg di mau pun akhirnya kesampaian juga.
Seperti biasa pesan bungkus nasi uduk 5 beserta lauknya komplit. Saat hitung total yang dibeli, si Mpok wajahnya terlihat muram, tak seperti biasanya ceria, ramah dan agak cerewet. Karena tak biasanya, kepo juga awak, mau tau kenapa si Mpok moodnya beda dari biasanya.
- “Kenapa Mpok, kok lemes banget..?”.
- “Iya Neng, capek bener badan, ini hari belanja duit keluar lebih banyak dari biasanya, bakalan sisa dagang saya kurang lagi dari kemarin-kemarin..”.
- “Lah kok bisa gitu Mpok..?”
- “Yah Neng, gimana nggak tambah dikit sisa yg bisa saya bawa pulang, beras sama telor kemarin saya belanja naik 20% lebih, ayam naik juga, bentar lagi bakalan semuanya juga bakal ikut naik kayaknya Neng..”, si Mpok terlihat bertambah muram.
- “Kalau gitu kenapa Mpok nggak naikin harga..?”
- “Ati saya perasaan nggak enak bener mau naikin harga Neng, orang udah biasa makan segitu..”
- “Ya nggak bisa gitu juga Mpok, kalau belanja naik tapi Mpok nggak naikin harga, lama-lama Mpok nggak bisa dagang..”.
- “Ya habis gimana ya, bingung saya Neng, takut pelanggan juga berat dan nggak mau makan lagi..”
Duh.., sedih banget rasanya tapi sekaligus juga pingin meledak emosi mendengar keluhan si Mpok pedagang Nasi Uduk ini.
Orang dilevel strata ekonomi bawah yang tak memiliki tanggung jawab atas kesejahteraan orang lain kok bingung mikirin derita sesamanya.
Sementara pembuat kebijakan dengan berbagai fasilitas, tunjangan dan gaji yang dibayar sangat mahal dari pajak rakyat, tapi sedikitpun tak pernah merasakan penderitaan rakyat kecil ini.
Saya tanya harga jual semua yg saya beli, 1 bungkus nasi uduk polos plus emping 11rb, telor balado 5rb, ayam goreng 12rb. Saya bilang agar si Mpok naikan saja harga masing-masing 20%, saya kuatkan keyakinannya bahwa konsumen pasti mengerti dan tidak akan berhenti makan disana, yg penting Mpok jangan kurangi kualitas rasa.
Saya bujuk dia mulai dari menghitung seluruh belanjaan saya agar dia punya keyakinan untuk tidak menanggung resiko sendiri. Saya bilang, setelah ini, hitung kepada semua konsumen dengan harga yg baru, tak perlu khawatir, rejeki Mpok sudah ada yang jamin.
Wajahnya baru terlihat raut sumringah, ada senyum dan sedikit kelegaan seperti melepas himpitan beban yang sejak kemarin menyesakkan rongga dadanya. Saya sadar, ada keberanian yang harus ditularkan agar ia tak ragu merasionalisasi harga agar usahanya bertahan hidup.
Selesai menghitung total, saya lebihkan 200rb, eh.. si Mpok pake nangis segala, udah tau air mata saya pun cetek, jadi juga ikutan melewer…, duh.
Setelah masuk mobil, kembali duduk dibelakang kemudi dan memindahkan transmisi ke posisi D, satu kalimat yang berusaha kutahan akhirnya terlontar juga, “Memang Bangsat kalian wakil rakyat…!!”.
Kenapa kalian tak mampu meski untuk like dan meretwit Perjuangan para mahasiswa?.
Jika tak mampu dan tak bisa turun ke Jalan, maka gunakan jari kalian.
Jari kalian sangat berarti untuk mendukung perjuangan mereka.
Pekerjaan di kota-kota besar kini kebanyakan memaksa seseorang untuk duduk seharian menatap layar komputer.
Simak video selengkapnya di Youtube HidupSehat
#SoftNews_Health#HidupSehattvOne#CariBeritaditvOne
Bodoh.
PT 20 % itu mmg 2003, itu rezim megawati bukan SBY.
Dan ditetapkan 15%kursi DPR atau 20% suara sah.ditetapkan tuk pemilu 2004. SBY Menang.
Blm puas maka 2004 dirubah dan dinaikkan jadi 25%kursi DPR atau 20% suara sah. Tetap saja SBY menang.
2 kali usaha tapi gigit jari🤣