Hari terakhir di Madinah.
Aku berjalan dari boulevard menuju Masjid Nabawi. Di depan mata, halaman marmer terbuka luas, bersih, terang, dan rapi.
Langit Madinah begitu biru, kontras dengan kubah hijau yg tenang di antara kubah putih dan menara yang menjulang. Dari kejauhan, dinding masjid berwarna krem keemasan. Fasadnya berulang dalam lengkung tinggi, dengan jendela geometris yang rapat dan simetris.
Semakin dekat, payung-payung raksasa memenuhi pandangan. Tiangnya tinggi, kelabu, kokoh, dengan panel lampu dan aksen emas. Saat terbuka seperti sore ini, kainnya melebar seperti kelopak bunga gurun. Garis hitam di permukaannya membentuk pola daun, bintang, dan sulur yg teratur.
Di sela payung, langit menjadi bidang-bidang biru kecil. Cahaya matahari masuk, jatuh ke marmer, lalu memantul lembut ke wajah jamaah.
Di bawahnya, udara terasa teduh. Kipas besar meniupkan kabut tipis. Uap putih bergerak pelan di antara tiang, pagar hijau, jamaah yg duduk, dan orang-orang yg menuju pintu masjid. Suaranya halus, bercampur langkah kaki, bisik zikir, dan percakapan berbagai bahasa.
Aku mendekati pintu masuk. Lengkung fasadnya besar, berlapis, dengan pola batu krem dan abu gelap. Pintu-pintu kayunya tampak berat dan anggun, dihiasi ukiran floral, garis simetris, dan sentuhan emas.
Begitu masuk, udara dingin langsung menyentuh wajah. Panas pelataran berganti sejuk ruang dalam. Lantai marmer mengilap, karpet terbentang, dan pilar-pilar putih berdiri dalam barisan panjang.
Pilar itu besar, tinggi, berlapis marmer putih. Bagian atasnya dihiasi panel emas, ornamen cokelat, abu, dan lampu kecil berbingkai keemasan. Di antara pilar, lengkung besar berpola hitam dan putih membentuk lorong yang dalam, berulang sampai ujung pandangan.
Mushaf Al-quran di rak kecil, dan jamaah yang duduk dalam heningnya masing-masing.
Di atas, chandelier besar menggantung anggun. Bentuknya melingkar, berwarna emas, dengan lampu putih yang menyala lembut. Beberapa kaca kecilnya memberi sentuhan hijau, biru, dan kuning. Lingkarannya memantulkan kemewahan yang teduh, di antara arsitektur megah di atas dan manusia yang bersujud di bawahnya.
Pada beberapa bagian, kubah dalamnya dihias seperti roset besar, melingkar dari tengah ke luar, berwarna kayu hangat, emas, krem, dan biru muda.
Setiap detail membuat mata berhenti, lalu hati ikut tenteram.
Karpetnya tebal dan bersih. Saat kaki menginjaknya, langkah langsung melambat. Di atasnya, ada yang membaca Qurโan, memejamkan mata, atau duduk bersama berdiskusi ringan.
Di dekat pilar, galon-galon zamzam tersusun rapi. Aku mengambil gelas kecil, membaca bismillah, lalu meminumnya perlahan. Airnya dingin, jernih, dan segar. Seteguk zamzam di Masjid Nabawi terasa Tubuh menerima sejuknya, hati menerima leganya.
Lalu langkahku menuju Raudhah.
Arus jamaah mulai rapat. Suara langkah melambat. Wajah-wajah menunduk, membawa doa yang lama disimpan di dada. Di area ini, setiap orang datang dengan harapan yang sama: diberi beberapa menit di taman dari taman-taman surga.
Raudhah berada di antara mimbar Rasulullah ๏ทบ dan rumah beliau. Karpet hijaunya menjadi penanda lembut. Warnanya terasa istimewa, seperti ruang kecil yang Allah pilih untuk menenangkan hati yang rindu.
Aku masuk perlahan.
Pilar-pilar berdiri dalam cahaya lembut. Ornamen emas berkilau pelan. Udara tetap sejuk, tetapi dada terasa hangat oleh haru. Ruangnya lebih dekat, lebih padat. Semua orang menjaga suara, langkah, dan hati.
Saat mendapat tempat, aku berdiri menghadap kiblat.
Takbir terucap pelan.
Dunia mengecil.
Yang tersisa hanya aku, sajadah, napas, dan Allah yang Maha Mendengar.
Aku rukuk.
Lalu sujud.
Keningku menyentuh karpet hijau Raudhah. Pada detik itu, seluruh perjalanan terasa sampai.
Lelahku menemukan tempatnya.
Doaku menemukan jalannya.
Air mataku jatuh tanpa perlu dijelaskan.
Dalam sujud itu aku membaca doa berulang-ulang:
ุฑูุจูู ููุจู ููู ู ููู ุงูุตููุงููุญูููู
Rabbi habli minash-shalihin.
Ya Tuhanku, anugerahkanlah keturunan yang saleh.
YAALLAH, I WISH KETERIMA DI TEMPAT KERJA YANG GREENFLAG DALAM WAKTU DEKAT, JAM KERJA 9-5, CUTI GA DIPERSULIT, SABTU MINGGU LIBUR, GAJI GEDE, KERJAAN SESUAI PASSION, DEKET RUMAH, DAN DAPET ATASAN DAN REKAN YANG BAIK, AAMIIINNNN.
YA ALLAH AKU PENGEN BANGET DAPET KERJA ๐ญ๐ญ๐ญ๐ญ๐ญ๐ญ๐ญ๐ญ๐ญ๐ญ๐ญ๐ญ๐ญ๐ญ๐ญ๐ญ๐ญ๐ญ๐ญ๐ญ๐ญ๐ญ๐ญ๐ญ๐ญ๐ญ๐ญ๐ญ๐ญ๐ญ๐ญ๐ญ๐ญ๐ญ๐ญ๐ญ๐ญ๐ญ๐ญ๐ญ๐ญ๐ญ๐ญ๐ญ๐ญ๐ญ๐ญ๐ญ
aku gatau 5 tahun lagi akan berada dimana dan menjadi seperti apa. tapi aku selalu berdoa ke Allah, semoga aku hidup diatas doa-doa yg aku langitkan selama ini
pagiiii, mudah2han senin minggu kedua di bulan juni ini ada kabar baik yaa, yang belum dapet kerja segera dapet panggilan, yang udah kerja segera dilancarin rezekinya, yang nyari jenjang karir semoga segera dipertemukan, sehat selaluuu dan bahagiaaaaaaa๐ซต๐ปโจ